Flu Babi, Jepang Tutup Empat Ribu Sekolah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Jumlah penderita flu babi di jepang telah meningkat cepat hingga 160 kasus, menodorong pemerintah untuk menutup sekitar 4.000 sekolah, sebagai langkah preventif untuk menghindari penyebaran virus semakin meluas.

    Kota Kobe dan Osaka merupakan kota yang terparah terkena serangan virus ini. Perdana Menteri Taro Aso, telah mendesak publik untuk tetap tentang menghadapi virus mematikan ini, dan dia menunjukkan empati peda para korban untuk segera sembuh. "Kewaspadaan diperlukan terhadap beberapa pasien yang mengalami komplikasi penyakit seperti dengan diabetes yang menyebabkan kondisinya sangat serius," ujar Taro aso.

    Sekitar 4.043 sekolah dan taman kanak-kanak di Osaka dan Kobe ditutup oleh pihak berwenang, naik dari 2.000 sekolah yang ditutup pada hari Senin. Data WHO telah mencatat, virus H1N1 ini telah menyebar ke 40 negara, dan 76 orang dikabarkan telah tewas.

    Sejak kasus ini pertama merebak dimulai di Meksiko bulan lalu, WHO telah mengeluarkan status bahaya 5, yang menunjukkan virus ini sudah menyebar kedalam minimal 2 negara dalam suatu kawasan. Dari kasus Jepang ini, WHO tengah mempertimbangkan untuk menaikkan status emergency wabah ini ke level 6, yang artinya merupakan pandemi global, merupakan kasus pandemi global pertama pasca tahun 1968. Namun, WHO masih mempertimbangkan dengan serius keputusan ini, karena penaikan level emergency dikhawatirkan justru akan menyebabkan kecemasan global.

    Kasus di Jepang, pertama kali ditemukan pada 9 Mei, dan dalam seminggu telah merebak menjadi 160 kasus.  Penyebaran dari manusia ke manusia, diperkirakan yang menjadi penyebab utama penyebaran virus ini di negara empat musim itu.


    TELEGRAPH l WAHYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.