WHO Pantau Ketat Kasus Flu Babi di Jepang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO) memantau ketat situasi di Jepang setelah tiga siswa dari SMA yang sama yang telah melakukan perjalanan ke luar negeri tidak terkena Flu Babi, ujar pejabat senior WHO, Sabtu (16/5).

    Kota Kobe melakukan penutupan sekolah selama beberapa minggu setelah delapan orang, termasuk tiga mahasiswa, yang dikonfirmasi terinfeksi flu babi, kantor berita Kyodo melaporkan.

    "Kami hanya memantau perkembangan dengan sangat hati-hati," kata Asisten Direktur Jenderal Keiji Fukuda mengatakan kepada wartawan.

    Tetapi Fukuda mengatakan ia tidak tahu pada tahap ini apakah kejadian di Jepang akan menyebabkan WHO untuk menyatakan suatu pandemi, dan meningkatkan tingkat peringatan ke atas 6-point skala.

    WHO menyatakan pandemi dengan adanya tanda kenaikan pada tanggal 29 April lalu setelah kondiri skala berada pada titik lima yang berarti semakin mendekati pandemi. Bukti penyakit itu tersebar di wilayah di luar Amerika Utara, di mana ia berasal, akan memicu kenaikan ke titik enam.

    "Jika kita masuk ke tahap 6 peristiwa dapat terjadi di mana saja, ini dapat terjadi di Eropa, dapat terjadi di Amerika Selatan, dapat terjadi di Asia," katanya.

    Sebelumnya WHO melaporkan jumlah kasus flu H1N1 yang telah naik ke 8.451, termasuk 72 kematian. Jumlah negara yang melaporkan kasus H1N1, telah meningkat menjadi 36 dengan Ekuador dan Peru membenarkan kasus pertama mereka, WHO selalu menyampaikan perkembangan terbaru. Sebagian besar kasus telah di Meksiko dan Amerika Serikat.

    Direktur Jenderal WHO Margaret Chan mengatakan pada hari Jumat tetap ada "ketidakpastian besar" mengenai kasus baru yang terus menyebar dan dapat menimbulkan ancaman tertentu di Asia Tenggara.

    REUTERS | HAYATI MAULANA NUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.