Pemilu di India, Lebih Praktis Dengan Mesin Pemungutan Suara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, New Delhi: Pemungutan suara di Ibukota India, New Delhi, pada hari ini, Kamis (7/5) berjalan lancar.

    Khusus untuk wilayah Ibukota New Delhi, sebanyak lebih dari 55 ribu personel polisi, diturunkan untuk mengamankan 2.565 tempat pemungutan suara dalam pemilihan anggota Lok Sabha (legislatif) yang ke-14.

    Berdasarkan pantauan Tempo, sepanjang hari pemungutan suara, di hampir seluruh ruas jalan utama di Ibukota India dijaga oleh personel polisi. Bahkan di Old Delhi dan sekitar Masjid Jama, masjid terbesar di Delhi, yang biasanya hanya dijaga oleh dua polisi, kali ini terlihat ada belasan personel dengan membawa senjata laras panjang. Mereka tersebar di beberapa titik.

    "Baru sekarang saya lihat polisi sebanyak ini di Old Delhi," ujar Sekretaris I Bidang Politik Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk India Roos Diana Iskandar yang ikut melihat jalannya pemilihan umum di Delhi.

    Pemilihan umum di India telah dimulai sejak Kamis 16 April dan baru berakhir pada Rabu 13 Mei mendatang. Pemilihan ini dibagi dalam 5 tahap. New Delhi berada dalam tahap ke-4 yang berlangsung pada hari ini. Hasil penghitungan suara pemilihan anggota parlemen (Lhok Saba) ini akan diumumkan pada 16 Mei dan pemenang harus sudah berkantor pada 2 Juni. Komisi Pemilihan Umum India mencatat sebanyak 714 juta warga India terdaftar sebagai pemilih.

    Tidak seperti di Indonesia, pemilihan umum di India tidak menggunakan surat suara tapi menggunakan Electronic Voting Machines (EVM), alat ini berbentuk seperti koper kecil berwarna abu-abu. Alat yang memakai tenaga batere ini mampu menampilkan maksimum 64 kandidat dan tiap alat mampu merekam 3.840 suara yang diberikan. Para pemilih tinggal menekan tombol persis di sebelah nama kandidat. EVM terbukti lebih cepat dalam menghitung suara, yakni hanya membutuhkan 2-3 jam secara keseluruhan, sangat jauh dibandingkan dengan kertas yang bisa memakan waktu 30-40 jam.

    Sementara itu, jalan-jalan di New Delhi pada hari ini lengang. Seluruh sekolah dan kantor diliburkan. Sejumlah pusat pertokoan juga tutup. Bahkan, kereta bawah tanah (Metro) yang biasanya sesak, saat Tempo mencoba naik di dalamnya, tampak lengang, karena semua penumpang mendapat tempat duduk.

    POERNOMO GONTHA RIDHO (NEW DELHI)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.