TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa kesepakatan Laut Hitam soal ekspor biji-bijian harus diteruskan dan bahkan bisa berlangsung tanpa partisipasi Rusia. Pernyataan itu ia keluarkan setelah Moskow pada Senin mundur dari kesepakatan tersebut.
"Prakarsa Biji-bijian Laut Hitam bisa dan harus terus beroperasi --kalau tanpa Rusia, ya tanpa Rusia,"katanya seperti dilansir Reuters, Selasa 18 Juli 2023.
Dalam pidato harian pada Senin malam, Zelensky menekankan bahwa Ukraina merupakan sumber pangan bagi 400 juta orang. "Afrika punya hak untuk terjaga kestabilannya, demikian pula dengan Asia," ujar dia.
Dalam pesan terpisah yang disampaikan melalui aplikasi Telegram, Zelensky juga mengatakan bahwa ia telah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Sekjen PBB Antonio Guterres.
Selama pembicaraan itu, Zelensky menyebutkan bahwa ia dan Guterres sepakat "untuk bekerja sama, dan dengan negara-negara yang relevan, untuk memperbarui keamanan pangan serta pengiriman makanan melalui Laut Hitam".
Rusia pada Senin menghentikan partisipasinya dalam perjanjian itu, yang telah berjalan selama satu tahun. Kesepakatan ini mencakup izin bagi Ukraina untuk mengekspor biji-bijian melalui jalur pelayaran di Laut Hitam.
Keputusan Rusia tersebut membuat negara-negara yang lebih miskin khawatir bahwa harga bahan makanan itu akan terlalu mahal hingga tidak bisa didapatkan.
Moskow mengindikasikan bahwa, jika permintaan ekspor biji-bijian dan pupuk dari Rusia meningkat, pihaknya akan mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu --yang secara resmi disebut Prakarsa Biji-bijian Laut Hitam.
Perjanjian yang difasilitasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa serta Turki itu disambut baik berbagai pihak karena dianggap bisa mencegah terjadinya kedaruratan pangan global.
Kekhawatiran soal kedaruratan pangan dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 serta blokade yang dialami pelabuhan-pelabuhan di kawasan Laut Hitam.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba pekan ini sedang berada di New York untuk menghadiri pertemuan Dewan Keamanan PBB. Kuleba mendesak Rusia untuk berhenti "mempermainkan nyawa manusia".
Pilihan Editor: Rusia Hentikan Kesepakatan Ekspor Biji-bijian Laut Hitam, Tuduh Ukraina Ledakkan Jembatan Krimea
REUTERS