Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pita Limjaroenrat Gagal Jadi PM Thailand, Masih Ada Peluang

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

image-gnews
Pita Limjaroenrat melambai ke kerumunan pada hari pemungutan suara untuk perdana menteri baru di parlemen, di Bangkok, Thailand, 13 Juli 2023. REUTERS/Athit Perawongmetha
Pita Limjaroenrat melambai ke kerumunan pada hari pemungutan suara untuk perdana menteri baru di parlemen, di Bangkok, Thailand, 13 Juli 2023. REUTERS/Athit Perawongmetha
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Partai Move Forward, Pita Limjaroenrat, gagal menjadi Perdana Menteri Thailand setelah tidak mendapat cukup dukungan dalam pemilihan oleh 750 anggota parlemen, Kamis, 13 Juli 2023.

Penghitungan suara akhir adalah 324 suara setuju, 182 menentang dan 199 abstain, di antara 705 anggota yang berpartisipasi. Pita membutuhkan 375 suara—mayoritas sederhana dari 749 suara gabungan.

Namun peluangnya untuk memimpin Thailand masih terbuka dalam pemilihan minggu depan. 

“Kami menerima hasilnya, tapi kami tidak mundur,” kata Pita kepada wartawan sesaat setelah hasil diumumkan. “Hasilnya tidak seperti yang kami harapkan. Kami akan bekerja keras untuk mengumpulkan dukungan untuk pemungutan suara berikutnya. Saya akan menyusun strategi lagi untuk memastikan lain kali kami mendapatkan suara yang dibutuhkan."

Kegagalan ini cukup mengejutkan, setelah partainya menang besar dalam Pemilu dua bulan lalu sekaligus menyingkirkan pemimpin petahana Prayuth Chan-ocha.

Janji kampanye Pita,42 tahun, untuk membentuk pemerintahan progresif dan transparan kepada para pemilih Thailand, terutama proposal yang dulunya tidak terpikirkan untuk mengubah undang-undang "lese majeste" Thailand - juga mengadu mereka dengan lembaga konservatif yang mengontrol 250 anggota senat hasil penunjukan.

"Beri Thailand kesempatan untuk memiliki pemerintahan mayoritas sesuai dengan keinginan rakyat," katanya dalam pesan video pada Selasa, mengulangi seruan kepada anggota parlemen untuk mendukungnya dalam pemungutan suara bikameral.

"Saya bisa menjadi perdana menteri yang menjalankan negara yang merangkul beragam impian setiap orang," katanya.

Namun, pada Rabu sore - kurang dari sehari sebelum pemungutan suara - upaya Pita untuk merebut kekuasaan dihantam pukulan ganda.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pertama, Komisi Pemilu Thailand merekomendasikan Mahkamah Konstitusi mendiskualifikasi Pita sebagai anggota parlemen karena kepemilikan sahamnya di sebuah perusahaan media yang melanggar aturan pemilu.

Kedua, Mahkamah Konstitusi mengatakan telah menerima pengaduan terhadap Pita dan partainya atas rencana untuk mengubah undang-undang lese majeste, Pasal 112 KUHP yang menghukum penghinaan monarki hingga 15 tahun penjara.

Tindakan tersebut merupakan kemunduran ke tahun 2020, ketika pengadilan memerintahkan partai pendahulu Move Forward dibubarkan dan beberapa pemimpinnya dilarang berpolitik selama satu dekade karena melanggar peraturan pemilu.

Ke dalam pelanggaran itulah Pita - anggota parlemen periode pertama dari keluarga yang berpengaruh secara politik dengan pengalaman bekerja di sektor teknologi - melangkah, menjadi pemimpin Move Forward yang baru dibentuk.

Posisi itu mendorong lulusan Universitas Harvard itu ke panggung utama politik Thailand, yang diguncang oleh gerakan reformis muda yang membuat ribuan orang turun ke jalan, kadang-kadang menyebabkan bentrokan keras di jantung kota Bangkok.

Para pengunjuk rasa muda menghadapi penguasa yang didukung militer secara langsung, menyerukan reformasi mendalam, konstitusi baru dan mempertanyakan pengaruh monarki.

REUTERS

Pilihan Editor Rusia Gempur Kyiv Tiga Malam Berturut-turut, Tewaskan Wanita Tua

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Bank-bank Thailand Akui Kurang Kapasitas untuk Menyelidiki Pembayaran Senjata Myanmar

2 hari lalu

Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di Myanmar Tom Andrews berbicara pada konferensi pers setelah pertemuan dengan Komite Parlemen Thailand untuk Keamanan Nasional, Urusan Perbatasan, Strategi Nasional, dan Reformasi Nasional, mengenai temuan bahwa bank-bank Thailand telah memfasilitasi transaksi uang di Myanmar. kesepakatan senjata di Myanmar, di Bangkok, Thailand, 11 Juli 2024. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Bank-bank Thailand Akui Kurang Kapasitas untuk Menyelidiki Pembayaran Senjata Myanmar

Bank-bank besar Thailand membela diri pada Kamis 11 Juli 2024 terhadap kritik bahwa mereka memfasilitasi pembelian senjata oleh junta Myanmar.


Pulau Wisata di Thailand Larang Penggunaan Barang Plastik Sekali Pakai

4 hari lalu

Salah satu pulau di Koh Nang Yuan, Thailand (Pixabay)
Pulau Wisata di Thailand Larang Penggunaan Barang Plastik Sekali Pakai

Pulau di Thailand ini merupakan tempat menyelam yang bagus untuk melihat terumbu karang.


5 Destinasi Wisata di Thailand yang Wajib Dikunjungi

4 hari lalu

Selain Bangkok, berikut ini beberapa destinasi wisata di Thailand yang wajib dikunjungi. Ada Chiang Mai, Phuket, hingga Khao Yai. Foto: Canva
5 Destinasi Wisata di Thailand yang Wajib Dikunjungi

Selain Bangkok, berikut ini beberapa destinasi wisata di Thailand yang wajib dikunjungi. Ada Chiang Mai, Phuket, hingga Khao Yai.


Thailand Bakal Tutup Duty-Free di Bandara, Ada Apa?

4 hari lalu

Ilustrasi toko Duty Free. Shutterstock
Thailand Bakal Tutup Duty-Free di Bandara, Ada Apa?

Duty-free saat ini ada di beberapa bandara Thailand seperti Suvarnabhumi, Don Mueang, Chiang Mai, Phuket, Hat Yai, U-Tapao, Samui, dan Krabi.


Fakta Menarik Drama Start Up Versi Thailand yang Tayang di Vidio

4 hari lalu

Drama Start Up versi Thailand. Dok. Vidio
Fakta Menarik Drama Start Up Versi Thailand yang Tayang di Vidio

Diadaptasi dari drama Korea terkenal, Start Up versi Thailand sudah tayang di Vidio sejak 5 Juli 2024.


Sirekap KPU Disorot Jelang Pilkada 2024: Dari Keamanan Siber hingga Pembenahan Aplikasi

8 hari lalu

Petugas memeriksa data pengiriman dari lembar C-KWK saat uji coba Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) pemilihan serentak di SOR Volly Indoor Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu, 9 September 2020. Uji coba aplikasi Sirekap tersebut dalam rangka mempersiapkan pemungutan, penghitungan suara, sampai dengan tahapan rekap guna memastikan kesiapan penggunaannya dalam penyelenggara Pilkada serentak 2020 di daerah. ANTARA/M Agung Rajasa
Sirekap KPU Disorot Jelang Pilkada 2024: Dari Keamanan Siber hingga Pembenahan Aplikasi

Aplikasi Sirekap KPU kembali menjadi sorotan menjelang Pilkada Serentak 2024. Anggota DPR meminta pemerintah dan KPU untuk memastikan keamanan siber.


MK Thailand Tetapkan 17 Juli untuk Sidang Kasus Pembubaran Partai Move Forward

10 hari lalu

Pita Limjaroenrat, pemimpin Move Forward berpose bersama anggota parlemen sebelum Raja Thailand Maha Vajiralongkorn meresmikan pembukaan parlemen di Bangkok, Thailand, 3 Juli 2023. Parlemen Thailand/Handout via REUTERS
MK Thailand Tetapkan 17 Juli untuk Sidang Kasus Pembubaran Partai Move Forward

Mahkamah Konstitusi Thailand akan segera mengumumkan putusan dalam kasus pembubaran Partai Move Forward (MFP).


Menengok Krisis Moneter Asia 1997: Asal, Usul, Penyebab dan Dampaknya

12 hari lalu

Seorang demonstran anti-pemerintah memegang uang kertas baht mata uang Thailand yang disumbangkan untuk memprotes pemerintah, di pusat Bangkok, Thailand (27/3). REUTERS/Damir Sagolj
Menengok Krisis Moneter Asia 1997: Asal, Usul, Penyebab dan Dampaknya

Krisis mata uang di Asia Tenggara pada tahun 1997, yang sering disebut sebagai Krisis Moneter Asia, dimulai dari Thailand.


Liburan ke Thailand saat Musim Hujan Ini yang Harus Disiapkan

14 hari lalu

Suasana Bangkok, Thailand, malam hari, 25 Mei 2024. Unsplash.com/Bach Nguyen
Liburan ke Thailand saat Musim Hujan Ini yang Harus Disiapkan

Musim hujan di Thailand biasanya antara Juli hingga Oktober


Thailand Gencarkan Promosi Yaowarat Usai Ditampilkan dalam MV Lisa BLACKPINK

14 hari lalu

Video musik ROCKSTAR Lisa BLACKPINK | Youtube.com/LLOUD
Thailand Gencarkan Promosi Yaowarat Usai Ditampilkan dalam MV Lisa BLACKPINK

Setelah Yaowarat ditampilkan dalam video musik Lisa BLACKPINK, pemerintah Thailand ingin mempromosikan kawasan itu untuk menggaet wisatawan