Aliansi Utara Kuasai Kabul Sepenuhnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasukan Aliansi Utara akhirnya berhasil Kabul sepenuhnya pada Selasa (13/11) setelah Taliban meninggalkan ibu kota Afganistan tersebut pada malam harinya. Gedung utama Istana Kepresidenan, termasuk Istana Presiden dan kantor berita Bakhtar, telah dikuasai penuh oleh Aliansi Utara.

    Stasiun televisi Iran, berdasarkan laporan koresponden di Kabul, menyatakan Aliansi Utara telah menjamin keamanan semua perwakilan negara asing di kota tersebut.

    “Semua gedung-gedung pemerintahan, kantor berita Bakhtar, demikian juga dengan semua perwakilan diplomatik, telah berada di bawah kekuasaan oposisi,” demikian kutipan ucapan koresponden tersebut.

    Sejak mantan Presiden Afganistan Burhanuddin Rabbani digulingkan dengan kekerasan oleh militer Taliban pada tahun 1996, Istana Kepresidenan di Kabul tidak lagi menjadi kediaman penguasa Afganistan.

    Sebaliknya, Mullah Mohammad Omar, pemegang kekuasaan Taliban Afganistan, justru memilih tinggal di Kandahar, sebuah kota di timur Afganistan yang masih dikuasai oleh Taliban saat ini.

    Pagi hari tadi, seorang pejabat senior pada aliansi Utara mengumumkan bahwa kekuatan Militer Taliban secara total telah ditarik keluar dari Kabul. “Segala sesuatunya berjalan lancar di sini,” ujar Younis Qanooni, ajudan senior Rabbani. “Tidak ada seorang Taliban pun yang tertinggal.”

    Dia menolak berkomentar ketika ditanya apakah kekuatan Aliansi Utara telah melakukan pengejaran terhadap Militer Taliban, yang ditarik keluar seluruhnya dari Kabul sepanjang malam tadi, untuk memusatkan pertahanannya di Kandahar. (ira kartika mb/afp)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.