Cegah Flu Babi, Singapura Monitor Dua Warganya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Singapura: Dua warga Singapura yang baru kembali dari Meksiko tengah dipantau dengan saksama pemerintah Singapura, meskipun perintah karantina di rumah akan berlaku awal pekan depan dan belum ada kasus warga yang terkena virus A-H1N1 atau flu babi di Singapura.

    Perintah karantina di rumah selama tujuh hari bagi warga Singapura yang baru kembali dari Meksiko dan negara lain yang terkena wabah flu babi akan berlaku mulai Senin (4/5). Akan tetapi, menurut Kementerian Kesehatan Singapura, Sabtu (2/5), mereka memantau melalui telepon dan mengawasi dengan ketat.

    Dari 25 yang sudah diperiksa, 22 orang dinyatakan negatif mengidap virus flu babi. Sementara, tiga lainnya hanya terkena flu musiman. 

    Menurut Kementerian Kesehatan Singapura, pemeriksaan dan pengawasan juga akan diperluas dalam beberapa hari ke depan. Pemeriksaan panas tubuh yang dilakukan di bandar udara dan pelabuhan akan dilakukan pula di titik-titik masuk di darat pada Minggu.

    Para warga yang masuk ke Singapura dan pernah berkunjung ke Meksiko dalam tujuh hari terakhir akan dikenai karantina di rumah mereka. Mereka harus tetap berada di rumah mereka selama tujuh hari. Sementara, wisatawan yang tidak memiliki rumah di Singapura akan diisolasi di rumah penampungan pemerintah.

    Kementerian Kesehatan juga menganjurkan kepada warga yang baru kembali dari daerah yang terkena dampak flu babi untuk tetap berada di rumah selama tujuh hari dan memeriksa apakah terkena gejala flu. Mereka juga harus menghindari kerumunan seperti menonton film di bioskop atau berbelanja di pasar.

    Warga Singapura dan wisatawan yang menginap di Metropark Hotel Wanchai di Hong Kong, Kamis (30/4), dan baru datang ke Singapura untuk menghubungi Kementerian Kesehatan Singapura.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan flu babi telah menyebar ke 15 negara dan tercatat 615 orang terinfeksi. Flu tersebut pertama kali mewabah di Meksiko dan Meksiko menyatakan sekitar 101 orang tewas.

    STRAITSTIMES| REUTERS| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.