Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Menteri Pendidikan Serbia Mundur karena Penembakan di Sekolah

Reporter

image-gnews
Orang-orang berkumpul untuk meletakkan bunga di Cvetni Trg (Lapangan Bunga) untuk para korban penembakan massal di sebuah sekolah di mana seorang anak laki-laki menembaki siswa dan staf lainnya, di Beograd, Serbia, 3 Mei 2023. Tersangka disebut telah merencanakan aksi penembakan dan membuat daftar nama siswa yang menjadi sasaran. REUTERS/Zorana Jevtic
Orang-orang berkumpul untuk meletakkan bunga di Cvetni Trg (Lapangan Bunga) untuk para korban penembakan massal di sebuah sekolah di mana seorang anak laki-laki menembaki siswa dan staf lainnya, di Beograd, Serbia, 3 Mei 2023. Tersangka disebut telah merencanakan aksi penembakan dan membuat daftar nama siswa yang menjadi sasaran. REUTERS/Zorana Jevtic
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan Serbia Branko Ruzic mengundurkan diri pada Minggu menyusul penembakan massal pekan lalu di sebuah sekolah dasar. Dalam serangan itu, delapan anak dan seorang penjaga keamanan tewas.

Menggambarkan insiden yang mengguncang negara Balkan itu sebagai "tragedi dahsyat", Ruzic menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dalam surat terbuka yang dikirim ke Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic.

"Sebagai orang yang bertanggung jawab dan dibesarkan dengan baik, sebagai profesional dalam memenuhi semua tugas publik sejauh ini, dan sebagai orang tua serta warga negara Serbia, saya membuat keputusan rasional untuk mengundurkan diri," kata Ruzic dalam surat pengunduran dirinya kepada Brnabic.

Ruzic, anggota terkemuka Partai Sosialis Serbia berusia 47 tahun – mitra koalisi junior dalam pemerintahan – awalnya menyalahkan Internet, video game, dan “nilai-nilai barat” atas pembantaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menteri Pendidikan Serbia Branko Ruzic. serbia.gov.rs

Partai oposisi dan kelompok hak asasi manusia segera menyerukan pengunduran diri menteri. Ribuan orang kemudian berkumpul di depan kementerian pendidikan sehari setelah penembakan, menyampaikan pesan yang sama.

Rakyat Serbia terkejut dan berduka atas dua penembakan: pembantaian sekolah di ibu kota pada hari Rabu dan penembakan massal di luar kota Beograd pada Kamis yang menewaskan delapan orang.

Enam siswa lainnya dan seorang guru perempuan terluka dalam insiden itu, yang terjadi di Sekolah Dasar Vladislav Ribnikar sekitar Rabu pukul 08.40 waktu setempat, menurut Kementerian Dalam Negeri.

Tersangka berusia 14 tahun, yang diidentifikasi hanya dengan inisial namanya, KK, telah ditangkap, kata kementerian tersebut. Begitu pula dengan tersangka dalam penembakan sehari kemudian, seorang pria berusia 20 tahun.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Partai-partai oposisi, yang menyalahkan pemerintah Perdana Menteri Ana Brnabic karena gagal mencegah dua penembakan massal itu, telah meminta para pendukung untuk bergabung dalam pawai anti-pemerintah pada Senin malam di Beograd. Mereka antara lain menuntut pengunduran diri Ruzic.

Menyusul penembakan itu, pemerintah memperkenalkan serangkaian tindakan pekan lalu yang bertujuan mencegah kekerasan di sekolah dan mengurangi jumlah senjata yang dipegang oleh warga sipil.

Presiden Serbia Aleksandar Vucic berjanji akan meluncurkan rencana perlucutan senjata berskala besar, sementara polisi berjanji akan mengerahkan petugas untuk berpatroli di sekitar sekolah.

Serbia memiliki tingkat kepemilikan senjata tertinggi di dunia, dengan lebih dari 39 senjata api untuk setiap 100 warga sipil, menurut proyek Survei Senjata Kecil.

Serbia memiliki budaya senjata yang mengakar, terutama di daerah pedesaan. Namun, undang-undang kontrol senjatanya cukup ketat bahkan sebelum penembakan terbaru. Serbia dan Balkan Barat lainnya dibanjiri dengan senjata dan persenjataan tingkat militer yang tetap berada di tangan swasta setelah perang pada 1990-an yang menghancurkan bekas Yugoslavia.

Pilihan Editor: Penembakan di Sekolah Serbia, Korban Tewas Bertambah Menjadi 9 Orang

REUTERS

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Penembakan di Swedia Tewaskan 2 Orang, Diduga Terkait Geng

1 jam lalu

Petugas polisi mengamankan area di luar sebuah restoran menyusul penembakan di Sandviken, Swedia timur 22 September 2023. TT News Agency/Henrik Hansson via REUTERS
Penembakan di Swedia Tewaskan 2 Orang, Diduga Terkait Geng

Dua orang tewas dan dua lainnya luka-luka ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah restoran di sebuah kota kecil di Swedia


Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh, PM Armenia Didesak Mundur

1 hari lalu

Para pengunjuk rasa duduk di depan petugas dekat gedung pemerintah selama unjuk rasa untuk mendukung etnis Armenia di Nagorno-Karabakh menyusul operasi ofensif angkatan bersenjata Azerbaijan yang dilakukan di wilayah tersebut, di Yerevan, Armenia, 20 September 2023. REUTERS/Irakli Gedenidze
Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh, PM Armenia Didesak Mundur

Perdana Menteri Nikol Pashinyan mendapat kecaman setelah separatis Armenia di Nagorno-Karabakh setuju untuk melucuti senjatanya.


AS Tawarkan Hadiah Rp 3,8 M untuk Memburu Pelaku Pembunuhan Sheriff

4 hari lalu

Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk
AS Tawarkan Hadiah Rp 3,8 M untuk Memburu Pelaku Pembunuhan Sheriff

Seorang sheriff di AS ditembak mati. Pelaku pembunuhan masih dikejar.


Wakil Sheriff Los Angeles Dibunuh, Polisi Tawarkan Rp 3,8 M untuk Informasi Pelaku

4 hari lalu

Ilustrasi garis polisi. REUTERS/Lucy Nicholson
Wakil Sheriff Los Angeles Dibunuh, Polisi Tawarkan Rp 3,8 M untuk Informasi Pelaku

Pihak berwenang AS menawarkan imbalan U$250 ribu bagi mereka yang bisa memberikan informasi pembunuh wakil sheriff Los Angeles


Gagal Jadi PM Thailand, Pita Limjaroenrat Mundur dari Ketua Move Forward

7 hari lalu

Ketua Move Forward Party, Pita Limjaroenrat. REUTERS
Gagal Jadi PM Thailand, Pita Limjaroenrat Mundur dari Ketua Move Forward

Pita Limjaroenrat mengundurkan diri sebagai pemimpin partai progresif Thailand Move Forward, setelah gagal menjadi perdana menteri


Pebasket Jerman Dennis Schroder Jadi Pemain Terbaik FIBA World Cup 2023

11 hari lalu

Pebasket Jerman Dennis Schroder dan rekan setimnya mengangkat trofi setelah menjuarai FIBA World Cup 2023 dengan mengalahkan Serbia 83-77 pada babak final, Minggu, 10 September 2023, di Mall of Asia Arena, Manila, Filipina. REUTERS/Eloisa Lopez
Pebasket Jerman Dennis Schroder Jadi Pemain Terbaik FIBA World Cup 2023

Dennis Schroder mencetak rata-rata 17,9 poin per pertandingan di FIBA World Cup 2023.


Kalahkan Serbia 83-77, Timnas Basket Jerman Rebut Medali Emas FIBA World Cup 2023

11 hari lalu

Dennis Schroder dari Jerman beraksi bersama Aleksa Avramovic dari Serbia dalam Piala Dunia FIBA 2023 antara Jerman vs Serbia di Mall of Asia Arena, Manila, Filipina, Ahad, 10 September 2023. REUTERS/Eloisa Lopez
Kalahkan Serbia 83-77, Timnas Basket Jerman Rebut Medali Emas FIBA World Cup 2023

Dennis Schroder mencetak poin terbanyak bagi Jerman di final FIBA World Cup 2023.


Pemimpin Serbia Bosnia Tolak Kunjungan Utusan Perdamaian Internasional

14 hari lalu

Pemimpin Serbia Bosnia Milorad Dodik. REUTERS
Pemimpin Serbia Bosnia Tolak Kunjungan Utusan Perdamaian Internasional

Pemimpin separatis Serbia Bosnia Milorad Dodik mengatakan bahwa polisi telah diperintahkan menangkap dan mendeportasi utusan perdamaian internasional


Mengenang Gilberto Hernandez, Bek Timnas Panama yang Tewas Ditembak

16 hari lalu

Gilberto Hernandez. Facebook/RPCTV
Mengenang Gilberto Hernandez, Bek Timnas Panama yang Tewas Ditembak

Gilberto Hernandez meninggal dalam usia 26 tahun


Abaya Dilarang, Menteri Pendidikan Prancis Inginkan Seragam untuk Siswa Sekolah

17 hari lalu

Seorang wanita Muslim mengenakan gaya berpakaian abaya, berjalan di sebuah jalan di Nantes, Prancis, 29 Agustus 2023. REUTERS/Stephane Mahe
Abaya Dilarang, Menteri Pendidikan Prancis Inginkan Seragam untuk Siswa Sekolah

Seragam tidak diwajibkan di sekolah-sekolah Prancis sejak 1968 tetapi sering menjadi agenda politik, yang didorong politisi konservatif dan sayap kana