Obama Kecewa Terhadap Iran Terkait Penahanan Wartawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Port Of Spain:Presiden Amerika Serikat Barack Obama sangat kecewa oleh keputusan Iran untuk memenjarakan wartawan Amerika keturunan Iran, Roxana Saberi yang dituduh menjadi mata-mata. Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs menyampaikan hal itu, Sabtu (19/4) waktu setempat.

    Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton juga menyatakan kekecewaannya dan berjanji akan meningkatkan tekanan terhadap Teheran atas kasus ini.

    "Saya sangat kecewa dengan hukuman yang diberikan Roxana Saberi oleh pengadilan Iran," kata Hillary dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Amerika. "Kami akan terus dengan penuh semangat meningkatkan kepedulian kepada pemerintah Iran."

    Roxana Saberi, 31, ditahan bulan Januari lalu dan diadili minggu ini. Ia dituduh menjadi mata-mata Amerika dan dipenjara selama delapan tahun, dalam sebuah pengadilan yang berlangsung tertutup.

    Ayahnya, Reza Saberi mengatakan, anak perempuannya menyanggah dakwaan tersebut dan merencanakan untuk melakukan mogok makan. "Dia telah tertipu," katanya. "Dia sangat tertekan dan dia akan melakukan mogok makan. Ia sangat lemah dapat sangat berbahaya untuk kesehatan dia."

    Tidak ada bukti tentang mata-mata yang diumumkan kepada publik. Seorang pejabat kehakiman yang tidak disebut namanya mengatakan, Cabang 28 Pengadilan Revolusioner menghukum Roxana Saberi selama delapan tahun penjara karena mata-mata.

    “Ia dapat mengajukan banding." Pengacara Saberi Abdolsamad Khorramshahi dan ayahnya memastikan akan mengajukan banding.

    Kasus ini diperkirakan akan berdampak besar atas hubungan Iran dan Amerika. Departemen Luar Negeri Amerika menggambarkan tuduhan mata-mata itu tidak berdasar, dan menyerukan pembebasannya.

    Roxana Saberi pernah bekerja untuk BBC dan juga bekerja untuk badan penyiaran Amerika Radio NPR dan Fox News.

    REUTERS/HAYATI MAULANA NUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.