Pemilu India Diwarnai Sejumlah Insiden

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, New Delhi:Pemilihan umum di India yang dimulai hari ini diwarnai sejumlah insiden. Di Bihar, Jharkhand, Chhattisgarh, and Orissa kelompok Naxal yang beraliran Maoist melakukan sejumlah serangan.

    Akibatnya, sebanyak 17 orang tewas, lima di antaranya petugas pemilihan umum, sepuluh orang aparat keamanan dan dua warga sipil.

    Sementara itu di Katni, Madya Pradesh calon perdana menteri dari Bhartiya Janata Party LK Advani dilempar sendal di Madya Pradesh. Sepanjang hari ini, NDTV, kanal televisi berita menyiarkan terus menerus berita seputar pemilihan umum.

    Pemilihan umum di India dimulai pada Kamis 16 April dan baru berakhir pada Rabu 13 Mei mendatang. Hasil penghitungan suara pemilihan anggota parlemen (Lhok Saba) ini akan diumumkan pada 16 Mei dan pemenang harus sudah berkantor pada 2 Juni.

    Komisi Pemilihan Umum India mencatat sebanyak 714 juta warga India terdaftar sebagai pemilih. Mereka akan memberikan suaranya di 828 ribu tempat pemungutan suara yang tersebar di seluruh negara bagian.

    Pada hari pertama, pemilihan berlangsung di 17 negara bagian, yakni Jammu and Kashmir, Bihar, Uttar Pradesh, Assam, Arunachal, Nagaland, Meghalaya, Manipur, Mizoram, Chhattisgarh, Jharkhand, Orissa, Andaman, Kerala, Lakshadeweep, Maharashtra dan Nagaland. Di negara-negara bagian tersebut, tercatat 143 juta pemilih akan memberikan suaranya. Setidaknya ada 124 dari 543 kursi Lhok Saba diperebutkan di tujuh belas negara bagian tersebut.

    Tidak seperti di Indonesia, pemilihan umum di India sudah menggunakan Electronic Voting Machines (EVM), alat ini berbentuk seperti koper kecil berwarna abu-abu. Alat yang memakai tenaga batere ini mampu menampilkan maksimum 64 kandidat dan tiap alat mampu merekam 3840 suara yang diberikan.

    EVM terbukti lebih cepat dalam menghitung suara, yakni hanya membutuhkan 2-3 jam secara keseluruhan, sangat jauh dibandingkan dengan kertas yang bisa memakan waktu 30-40 jam.

    POERNOMO GONTHA RIDHO (New Delhi)

    -- @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } -->

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.