Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Hacker Curi Data Hampir 8 Juta Pengemudi Australia dan Selandia Baru

Reporter

Ilustrasi Hacker atau Peretas. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Ilustrasi Hacker atau Peretas. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan pembayaran dan pinjaman digital Australia, Latitude Holdings, pada Senin 27 Maret 2023, mengakui bahwa 7,9 juta nomor identitas mengemudi warga Australia dan Selandia Baru telah dicuri. Seperti dilansir Reuters, kasus pembobolan informasi besar-besaran itu terjadi pada 16 Maret.

Perusahaan fintech Australia itu juga mengungkapkan sekitar 53.000 nomor paspor tercuri dalam pembobolan data ini. Tak hanya itu, pencuri juga mengambil struk gaji milik sekitar 100 pelanggan. Perusahaan yang berbasis di Melbourne itu juga menambahkan sekitar 6,1 juta catatan keuangan sejak 2005 juga tercuri.

Mereka menyatakan, pelanggan-pelanggan yang memilih mengganti dokumen identitasnya yang tercuri, akan mendapatkan penggantian.

"Kami tengah memperbaiki platform-platform yang terkena serangan dan sudah menerapkan pemantauan keamanan tambahan. Kami berharap bisa kembali beroperasi dalam beberapa hari ke depan," kata Chief Executive Officer Ahmed Fahour.

Saham Latitude anjlok 2,5 persen menjadi 1,18 dolar Australia per lembar. Harga saham perusahaan ini sudah terpangkas 2,1 persen sejak mereka melaporkan kejadian tersebut pada 16 Maret.

"Setiap kali investor mendengar "pembobolan data", mereka cenderung menganggapnya buruk sekali. Tampaknya kebanyakan pesimisme ini sudah diperkirakan dua pekan lalu ketika kabar mengenai serangan siber ini pertama kali tersiar," kata Matt Simpson, analis pasar pada City Index.

Perusahaan yang menyediakan layanan pembiayaan konsumen untuk dua pengecer besar Australia Harvey Norman dan JB Hi-Fi, pekan lalu sudah mewanti-wanti bahwa mereka telah menemukan bukti lebih jauh mengenai adanya pencurian informasi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Beberapa perusahaan Australia mengaku menjadi sasaran serangan siber dalam beberapa bulan terakhir. Menurut para pakar, keadaan in disebabkan oleh kurangnya staf dalam industri keamanan siber di negara tersebut.

Tahun lalu, sejumlah perusahaan besar Australia melaporkan pembobolan data yang lalu mendorong pihak berwenang meningkatkan upaya memperkuat keamanan siber. Mereka juga menerapkan aturan berbagi data yang lebih ketat guna mencegah pelanggaran serupa terjadi lagi nanti.

Awal bulan ini, Latitude terpaksa mematikan platform online-nya. Perusahaan ini menjelaskan bahwa Polisi Federal Australia dan Pusat Keamanan Siber Australia sedang menyelidiki kasus serangan itu.

Pilihan Editor: Hacker Bobol Data 10 Juta Pelanggan Telekomunikasi Australia

REUTERS

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


Bappenas dan Australia Memperbarui Kerja Sama Perencanaan Sumber Daya Air

1 hari lalu

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams PSM pada Minggu, 28 Mei 2023 bertukar nota kesepahaman (MoU) terbaru di bidang kerja sama perencanaan sumber daya air. Sumber: dokumen kedutaan Australia
Bappenas dan Australia Memperbarui Kerja Sama Perencanaan Sumber Daya Air

Bappenas dan Kedutaan Besar Australia di Jakarta bertukar MoU terbaru di bidang kerja sama perencanaan sumber daya air.


Media Australia Menang dalam Kasus Pencemaran Nama Baik Tentara Bengis di Afghanistan

1 hari lalu

Ben Roberts-Smith. Foto : Dailymai
Media Australia Menang dalam Kasus Pencemaran Nama Baik Tentara Bengis di Afghanistan

Koran-koran di Australia berhasil membuktikan laporan soal laporan mantan kopral paskan khusus yang terlibat dalam pembunuhan di Afghanistan.


Bjorka Retas dan Umbar Data Polri? Pakar: Data Sampah

2 hari lalu

Ilustrasi Hacker atau Peretas. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Bjorka Retas dan Umbar Data Polri? Pakar: Data Sampah

Pengguna dengan ID yang sama dengan hacker Indonesia 'Bjorka' bergabung di ExposedForums. Posting beberapa pesan yang berhubungan dengan Indonesia.


Perbedaan Hacker dan Ethical Hacker yang Perlu Anda Ketahui

3 hari lalu

Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)
Perbedaan Hacker dan Ethical Hacker yang Perlu Anda Ketahui

Meskipun hacker sering dikaitkan dengan penjahat cyber, namun ethical hacker berbeda dengan jenis peretas yang lain.


Antisipasi Serangan Siber, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Modal Besar untuk Perkuat Keamanan IT

4 hari lalu

Logo BPJS Ketenagakerjaan. wikipedia.org
Antisipasi Serangan Siber, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Modal Besar untuk Perkuat Keamanan IT

Bercermin dari serangan siber yang dialami oleh BSI, BPJS Ketenagakerjaan menyiapkan modal besar untuk memperkuat keamanan IT.


Viral Video Pemerasan Modus Tabrakkan Diri di Tangerang, Begini Cerita Sebenarnya

5 hari lalu

Ilustrasi Mobil tabrak motor. mkhlawyers.com
Viral Video Pemerasan Modus Tabrakkan Diri di Tangerang, Begini Cerita Sebenarnya

Sebuah video berisi narasi pemerasan dengan modus tabrakkan diri ke kendaraan lain di Tangerang viral di media sosial.


Tips Hindari Sopir Taksi Online Tak Profesional

5 hari lalu

Pengemudi taksi daring khusus untuk tenaga medis dari salah satu perusahaan beraktivitas di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Jumat 22 Mei 2020. Kendaraan ini akan didisinfektas sebelum dan sesudah mengangkut penumpang. TEMPO/Muhammad Hidayat
Tips Hindari Sopir Taksi Online Tak Profesional

Pengamat transportasi menyebut mengecek nilai atau rating adalah salah satu cara terhindar dari sopir taksi online yang tidak profesional.


Ragam Respons soal OPM yang Ancam Tembak Pilot Susi Air dalam Waktu 2 Bulan

5 hari lalu

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengirimkan sejumlah bukti tentang penyanderaan Pilot Susi Air Philips berupa foto dan video. Dalam salah satu foto yang dikirim Sebby, nampak pria yang diduga Philips menggunakan topi rimba, jaket jeans, kaos bergambar Papua Merdeka dan celana pendek hitam. Twitter.com
Ragam Respons soal OPM yang Ancam Tembak Pilot Susi Air dalam Waktu 2 Bulan

TPNPN-OPM ancam akan tembak pilot Susi Air dalam waktu 2 bulan. Begini respons pemerintah Indonesia dan Selandia Baru.


Penculik Ancam Eksekusi Pilot Susi Air, Ini Reaksi Selandia Baru

5 hari lalu

TNI-Polri menyiapkan operasi penyelamatan Pilot Susi Air yang disandera TPN Papua Barat sejak 7 Februari lalu.
Penculik Ancam Eksekusi Pilot Susi Air, Ini Reaksi Selandia Baru

Selandia Baru mengupayakan pembebasan pilot Susi Air, Mehrtens, yang diculik kelompok separatis di Papua, secara damai meski ada ancaman eksekusi.


Zulkifli Hasan dan Mendag Australia Bahas Peningkatan Kerja Sama

6 hari lalu

Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan bertemu dengan Menteri Perdagangan dan Pariwisata Australia Don Farell, Kamis (25/5) di Detroit, Amerika Serikat (AS).
Zulkifli Hasan dan Mendag Australia Bahas Peningkatan Kerja Sama

Indonesia ingin fokus pada produk pertanian dan jasa untuk diekspor ke Australia.