Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ini yang Dibahas Raja Abdullah dalam Pertemuan dengan Netanyahu

Reporter

image-gnews
Raja Yordania Abdullah II berpidato di depan Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis 15 Januari 2020. [REUTERS / Vincent Kessler]
Raja Yordania Abdullah II berpidato di depan Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis 15 Januari 2020. [REUTERS / Vincent Kessler]
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan kerja ke Yordania pada Selasa, 24 Januari 2023, dan bertemu Raja Abdullah. Kerajaan Yordania menggaris bawahi perlunya bagi Israel untuk menghormati status quo masjid Al Aqsa di Yerusalem.

Dalam pertemuan tersebut, Raja Abdullah mengatakan pada Netanyahu kalau Israel harus menghormati sejarah dan status quo yang sah dari masjid suci masjid al Aqsa serta tidak melanggarnya. Ini adalah kunjungan kenegaraan pertama Netanyahu setelah kembali ke tampuk kekuasaan.

Orang-orang bermain di dekat Kubah Batu di dekat kompleks Masjid Al-Aqsa saat turunnya salju di Kota Tua Yerusalem, 18 Februari 2021. REUTERS/Ammar Awad

Baca juga: Pemakaman Umum Al Oud di Riyah, Kuburan Raja-Raja Arab Saudi

Peringatan dari Raja Abdullah tersebut terkait kunjungan Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Itamar Ben-Gvir ke komplek masjid Al Aqsa di bawah pengamanan ketat pada bulan ini. Kedatangan Ben-Gvir ke Al Aqsa itu telah memancing kemarahan warga Palestina dan menuai protes dari kalangan negara Arab.

Masjid Al Aqsa adalah satu dari tiga masjid suci umat Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nawabi.

Kerajaan Yordania dalam keterangan menjelaskan Raja Abdullah meminta pada Netanyahu agar mengakhiri kekerasan karena itu bagian terpenting dalam membuka jalan bagi perundingan damai guna mengakhiri pertikaian antara Israel dan Palestina. Sedangkan dari kantor Perdana Menteri Israel menyebutkan kedua pemimpin mendiskusikan sejumlah isu regional, khususnya bidang strategi, keamanan dan kerja sama ekonomi antara Israel dan Yordania.

  

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Yerusalem telah menjadi isu sensitif bagi Kerajaan Yordania yang diyakini sebagai penjaga tempat-tempat suci umat Muslim dan Kristen yang ada di wilayah timur Kota Yerusalem. Yodania adalah sekutu Amerika Serikat dan ‘rumah’ bagi warga keturunan Palestina.

Yordania berharap Presiden Amerika Serikat Joe Biden mau menekan Israel agar mau mempertahankan status quo masjid Al Aqsa, di mana pemeliharaan masjid itu dibiayai oleh Yordania. Sumber mengatakan pada Reuters Raja Abdullah direncanakan kunjungan kerja ke Washington pada akhir Januari 2023 untuk berdialog dengan sejumlah pejabat tinggi di sana dan kemungkinan menemui Biden untuk membahas masalah Yerusalem serta mendorong proses perdamaian di timur tengah.

   

Sumber: Reuters

Baca juga:Menteri Keamanan Israel Minta Polisi Singkirkan Bendera Palestina

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.       

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Erdogan Yakin Benjamin Netanyahu Nanti Akan Didakwa Kejahatan Perang

13 jam lalu

Mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberi isyarat ketika dia berbicara kepada para pendukungnya dari sebuah truk di sebuah acara kampanye menjelang pemilihan Israel di Or Yehuda, Israel 30 Oktober 2022. REUTERS/Nir Elias
Erdogan Yakin Benjamin Netanyahu Nanti Akan Didakwa Kejahatan Perang

Recep Tayyip Erdogan percaya pada akhirnya Benjamin Netanyahu akan didakwa dengan tuduhan kejahatan perang atas serangan ke Gaza.


Israel Gerebek Rumah Imam Masjid Al-Aqsa, Dituduh Bangunan Ilegal

1 hari lalu

Wanita dan gadis Palestina berkumpul di depan Kubah Batu di kompleks Al-Aqsa, yang juga dikenal oleh orang Yahudi sebagai Bukit Bait Suci, untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Kota Tua Yerusalem 27 September 2023. REUTERS/Ammar Awad
Israel Gerebek Rumah Imam Masjid Al-Aqsa, Dituduh Bangunan Ilegal

Kediaman Imam Masjid Al-Aqsa Sheikh Ekrima Sabri di kawasan Sawaneh, Yerusalem Timur, mendadak diserbu pasukan Israel dengan dalih ilegal.


Kakak-Adik Anggota Hamas Tembaki Halte Bus di Yerusalem, 3 Orang Tewas

5 hari lalu

Ilustrasi Polisi di lokasi penembakan di kota Tira di Arab tengah, tempat direktur jenderal kotamadya terbunuh, 21 Agustus 2023. (Polisi Israel)
Kakak-Adik Anggota Hamas Tembaki Halte Bus di Yerusalem, 3 Orang Tewas

Kakak adik asal Palestina menembaki halte bus di Yerusalem saat gencatan Hamas Israel diperpanjang.


Gencatan Senjata Diperpanjang, Serangan di Yerusalem Sebabkan 2 Tewas

5 hari lalu

Seorang petugas polisi perbatasan Israel menembakkan tabung gas pengendali massa, ketika warga Muslim Palestina mencoba mengadakan salat Jumat di jalan di luar Kota Tua Yerusalem, di tengah gencatan senjata sementara di Gaza antara Hamas dan Israel, di Yerusalem 24 November 2023. REUTERS/ Ammar Awad
Gencatan Senjata Diperpanjang, Serangan di Yerusalem Sebabkan 2 Tewas

Kontak senjata terjadi di Yerusalem, Tepi Barat, beberapa saat setelah Hamas dan Israel sepakat memperpanjang gencatan senjata satu hari


Profil Presiden Palestina Mahmoud Abbas Dikecam Negara Pro-Israel Soal Holocaust

5 hari lalu

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, berada dalam urutan ke-46 dalam daftar 500 Muslim berpengaruh di dunia. REUTERS/Lucas Jackson
Profil Presiden Palestina Mahmoud Abbas Dikecam Negara Pro-Israel Soal Holocaust

Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah dituduh melakukan antisemitisme setelah sempat menyebut peristiwa Holocaust. Ini profil lengkap Mahmoud Abbas.


PM Israel Benjamin Netanyahu Berkali-kali Dituntut Mundur Rakyatnya, Apa Saja Penyebabnya?

8 hari lalu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan konferensi pers dengan Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan Menteri Kabinet Benny Gantz di pangkalan militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 28 Oktober 2023. ABIR SULTAN POOL/Pool via REUTERS
PM Israel Benjamin Netanyahu Berkali-kali Dituntut Mundur Rakyatnya, Apa Saja Penyebabnya?

PM Israel Benjamin Netanyahu beberapa kali digeruduk rakyatnya sendiri, dituntut untuk mundur, terakhir tak kurang dari 100 ribu warga kepung rumahnya


Bang Onim Minta Sejarah Palestina Masuk Kurikulum Pendidikan Indonesia

9 hari lalu

Bang Onim relawan Indonesia di Palestina saat menghadiri aksi damai Depok bersama Palestina di Jalan Boulevard Grand Depok City, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Minggu, 26 November 2023. TEMPO/Ricky Juliansyah
Bang Onim Minta Sejarah Palestina Masuk Kurikulum Pendidikan Indonesia

Relawan Abdullah Onim atau Bang Onim mengusulkan sejarah Palestina dan Masjid Al-Aqsa masuk kurikulum pendidikan Indonesia


Menteri Industri Australia Kunjungan Kerja ke Jakarta

12 hari lalu

 Ed Husic dan Anne Aly menteri Muslim pertama dalam sejarah Australia. Sbs.com.au
Menteri Industri Australia Kunjungan Kerja ke Jakarta

Kedutaan Besar Australia di Jakarta mengkonfirmasi Menteri Industri dan Ilmu Pengetahuan Ed Husic akan kunjungan kerja untuk meningkatkan kerja sama.


Erdogan: Banyak Bukti di Gaza untuk Seret Pemimpin Israel ke ICC

17 hari lalu

Presiden Turki Tayyip Erdogan didampingi Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengunjungi pasien kanker Palestina yang dievakuasi dari Gaza ke Mesir dan dibawa ke Turki dengan pesawat, di Rumah Sakit Kota Bilkent di Ankara, Turki, 16 November 2023. Presidential Press Office/Handout via REUTERS
Erdogan: Banyak Bukti di Gaza untuk Seret Pemimpin Israel ke ICC

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan ada "banyak bukti" untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah Israel di ICC


Israel Terus Bombardir Gaza, Hamas: Kami Tidak Tahu Nasib Sejumlah Sandera

17 hari lalu

Seseorang memegang foto selama protes menuntut pembebasan segera sandera yang ditahan di Gaza yang ditangkap dalam serangan Oktober oleh orang-orang bersenjata Hamas, di Tel Aviv, Israel, 4 November 2023. REUTERS/Evelyn Hockstein
Israel Terus Bombardir Gaza, Hamas: Kami Tidak Tahu Nasib Sejumlah Sandera

Hamas mengatakan kehilangan kontak dengan beberapa kelompok yang bertanggung jawab atas keselamatan sandera di Jalur Gaza