Rusia Siapkan Undang-Undang Transportasi, Batasi Warga ke Luar Negeri?

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Warga Rusia berkendara setelah melintasi perbatasan ke Georgia di stasiun Zemo Larsi/Verkhny Lars, Georgia 26 September 2022. Warga Rusia beramai-ramai meninggalkan negaranya setelah Presiden Vladimir Putin mengeluarkan perintah mobilisasi ratusan ribu tentara cadangan untuk perang di Ukraina. REUTERS/Irakli Gedenidze

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota parlemen Rusia sedang menggodog undang-undang yang akan mewajibkan warga Rusia booking waktu dan tempat terlebih dahulu sebelum melintasi perbatasan negara itu. Aturan baru ini menimbulkan kekhawatiran Kremlin akan memberlakukan lebih banyak pembatasan perjalanan masuk dan ke luar negeri.

Amandemen undang-undang transportasi, yang diperkenalkan ke parlemen pada Senin, 23 Januari 2023, menetapkan bahwa "kendaraan milik perusahaan transportasi Rusia, perusahaan transportasi asing, warga negara Federasi Rusia, warga negara asing, orang tanpa kewarganegaraan, dan pengguna jalan lainnya" harus memesan tanggal dan waktu "untuk melintasi perbatasan negara Federasi Rusia".

Menyusul spekulasi bahwa langkah-langkah tersebut dapat digunakan untuk mempersulit warga Rusia meninggalkan negara itu, kantor berita Rusia mengutip kementerian transportasi yang mengatakan bahwa pembatasan hanya akan berlaku untuk truk kargo, dan hanya diberlakukan di sebagian titik lintas batas darat Rusia.

"Tujuan utama dari RUU itu adalah untuk merampingkan pergerakan truk yang melewati pos pemeriksaan dan mengurangi kemacetan transportasi kargo di dekat pos pemeriksaan perbatasan," kata kantor berita RIA Novosti mengutip pernyataan kementerian transportasi.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak untuk memberikan lebih banyak informasi tentang prakarsa tersebut, yang dapat mulai berlaku pada 1 Maret jika disetujui oleh parlemen Rusia.

Ratusan ribu orang Rusia meninggalkan negara itu tahun lalu, menyusul invasi Rusia ke Ukraina, tindakan keras terhadap lawan domestik Kremlin dan gerakan "mobilisasi parsial" yang melibatkan lebih dari 300.000 orang wajib militer untuk berperang di Ukraina.

Kekhawatiran bahwa Rusia dapat menutup perbatasannya atau membatasi warga Rusia yang ingin meninggalkan negara itu telah berkembang sejak Rusia meluncurkan apa yang disebutnya sebagai "operasi militer khusus" di Ukraina.

Tidak jelas kapan pembacaan draf amandemen yang diperlukan akan dilakukan. Sebuah pemberitahuan di situs web Duma Negara mengatakan bahwa RUU diajukan untuk dipertimbangkan oleh parlemen pada Februari 2023.






Harga Minyak Dunia Diprediksi Melemah Besok

4 jam lalu

Harga Minyak Dunia Diprediksi Melemah Besok

Harga minyak dunia diprediksi melemah besok Senin, 30 Januari 2023 dii rentang US$ 76,40 hingga US$ 82,00 perbarel.


Top 3 Dunia: Ukraina Minta Jet Tempur F-16, Kekayaan Orang Terkaya Asia Melorot

14 jam lalu

Top 3 Dunia: Ukraina Minta Jet Tempur F-16, Kekayaan Orang Terkaya Asia Melorot

Top 3 dunia adalah Ukraina meminta jet tempur ke AS dan mengembangkan drone untuk menghadapi Rusia hingga harta taipan India turun.


Anggota Partai Zelensky Plesir ke Thailand Saat Ukraina Perang

1 hari lalu

Anggota Partai Zelensky Plesir ke Thailand Saat Ukraina Perang

Seorang anggota parlemen dari Ukraina dipecat setelah ketahuan pergi ke Thailand. Kunjungannya ke Thailand itu dikecam oleh publik.


Ukraina Klaim Barat Janjikan 321 Tank untuk Lawan Rusia

1 hari lalu

Ukraina Klaim Barat Janjikan 321 Tank untuk Lawan Rusia

Ukraina menyatakan bantuan tank yang telah dijanjikan oleh negara-negara Barat mencapai 321 tank berat. Tank ini untuk melawan Rusia.


Ukraina Minta Pasokan Jet Tempur F16 dari AS, Serangan Rusia Menggila

1 hari lalu

Ukraina Minta Pasokan Jet Tempur F16 dari AS, Serangan Rusia Menggila

Setelah mendapat kepastian bantuan tank moderen Leopard 2, Abrams dan Challenger 2, Ukraina meminta jet tempur F-16 dari Amerika Serikat.


Ukraina Bentuk Pasukan Khusus Drone, Gunakan Satelit Starlink Milik Elon Musk

1 hari lalu

Ukraina Bentuk Pasukan Khusus Drone, Gunakan Satelit Starlink Milik Elon Musk

Ukraina mendirikan unit khusus pasukan drone, yang akan dilengkapi dengan sistem komunikasi satelit Starlink untuk mengimbangi serangan Rusia.


Rusia Klaim Buat Robot Canggih untuk Hancurkan Tank Abrams dan Leopard 2

1 hari lalu

Rusia Klaim Buat Robot Canggih untuk Hancurkan Tank Abrams dan Leopard 2

Rusia mengaku akan menghancurkan tank Abrams dan tank Leopard 2 untuk Ukraina dengan menggunakan robot canggih.


Atlet Ukraina Kecewa Rusia Diizinkan Bertanding Lagi di Level Dunia

1 hari lalu

Atlet Ukraina Kecewa Rusia Diizinkan Bertanding Lagi di Level Dunia

Vladyslav Heraskevych menilai pengorbanan atlet Rusia belum sebanding dengan pengorbanan atlet Ukraina yang kehilangan rumah dan keluarga.


Top 3 Dunia: Yahudi Soal Pembakaran Al Quran, Mahasiswa Arab Ditikam di AS

1 hari lalu

Top 3 Dunia: Yahudi Soal Pembakaran Al Quran, Mahasiswa Arab Ditikam di AS

Top 3 dunia adalah komunitas Yahudi kecam pembakaran Al Quran di Swedia, Rusia pelajari lumpuhkan tank Leopard , mahasiswa Arab ditikam hingga tewas.


Serangan Udara Rusia Menghujani Lebih dari 60 Kota Ukraina dan Tewaskan 11 Orang

2 hari lalu

Serangan Udara Rusia Menghujani Lebih dari 60 Kota Ukraina dan Tewaskan 11 Orang

Serangan udara itu juga menyasar wilayah pembangkit nuklir di Ukraina yang memicu kekhawatiran