Mal Dekat Moskow Terbakar, Belum Diketahui Penyebabnya

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Kebakaran besar di pusat perbelanjaan di Khimki, Oblast Moskow, Rusia, 9 Desember 2022. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Api melalap salah satu pusat perbelanjaan terbesar di dekat Moskow pada Jumat pagi, 9 Desember 2022. Kebakaran menyebabkan runtuhnya sebagian bangunan, yang memperumit upaya petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

Api menyebar di area seluas sekitar 7.000 meter persegi di pusat perbelanjaan Mega di Khimki dekat ibu kota Rusia, kata pihak berwenang. Satu orang tewas dalam kebakaran itu.

Komite Investigasi Rusia, yang menyelidiki kejahatan besar, mengatakan sedang menyelidiki penyebab kebakaran itu. Kepala badan layanan darurat wilayah Moskow mengatakan, tampaknya kobaran api adalah akibat dari pelanggaran peraturan keselamatan selama pekerjaan perbaikan gedung.

Mega telah menjadi rumah bagi sejumlah besar rantai ritel Barat sebelum kepergian perusahaan dari Rusia setelah konflik Ukraina, termasuk salah satu toko IKEA pertama di wilayah Moskow.

Pihak berwenang mengatakan kebakaran di toko OBI, bagian dari pusat perbelanjaan MEGA di Khimki. Api diyakini berasal dari atap sebelum pukul 6 pagi waktu setempat. Menurut Mirror, rekaman media sosial dari penduduk yang tinggal di dekatnya menunjukkan adanya ledakan.

Belum jelas apakah kebakaran itu ada kaitannya dengan perang di Ukraina. Beberapa waktu lalu, tiga pangkalan udara Rusia mendapat serangan drone, yang diduga dari Ukraina.

REUTERS






IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

6 jam lalu

IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

IMF memperkirakan GDP Rusia akan tumbuh sebanyak 0,3 persen pada tahun ini dan 2,1 persen pada 2024.


Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

7 jam lalu

Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

Misi Kanselir Jerman Olaf Scholz mencari dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan tampaknya hanya bertepuk sebelah tangan.


Rusia Klaim Rebut Benteng Ukraina di Vuhledar

9 jam lalu

Rusia Klaim Rebut Benteng Ukraina di Vuhledar

Pasukan Rusia mengklaim menguasai sekitar 25 daerah di Wilayah Kharkiv, setelah menyerang dalam beberapa hari ini.


Penyebab Kebakaran di Jakarta Didominasi Korsleting Listrik

12 jam lalu

Penyebab Kebakaran di Jakarta Didominasi Korsleting Listrik

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan sebagian besar kebakaran di Jakarta disebabkan korsleting listrik. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan peralatan kelistrikan sesuai standar yang ada.


NATO Terang-terangan Siap Perang dengan Rusia, Minta Korsel Bantu Ukraina

12 jam lalu

NATO Terang-terangan Siap Perang dengan Rusia, Minta Korsel Bantu Ukraina

NATO menyatakan siap melakukan konfrontasi langsung dengan Rusia di Ukraina.


Ditolak AS, Ukraina Minta Jet Tempur dari Prancis dan Polandia

13 jam lalu

Ditolak AS, Ukraina Minta Jet Tempur dari Prancis dan Polandia

Prancis dan Polandia tampaknya bersedia untuk menerima permintaan jet tempur dari Ukraina.


Rusia Peringatkan Dubes Baru AS soal Konsekuensi Kebijakan Konfrontatif

14 jam lalu

Rusia Peringatkan Dubes Baru AS soal Konsekuensi Kebijakan Konfrontatif

Lynne Tracy adalah wanita pertama yang menduduki jabatan Duta Besar AS untuk Rusia.


Politisi Prancis Sebut Zelensky Gila Minta Rudal hingga Jet Tempur Barat

18 jam lalu

Politisi Prancis Sebut Zelensky Gila Minta Rudal hingga Jet Tempur Barat

Zelensky meminta bantuan jet tempur dari Barat untuk melawan Rusia. Permintaan ini ditertawakan oleh seorang politisi Prancis.


Joe Biden Tolak Permintaan Ukraina soal Pengiriman Jet Tempur F-16

18 jam lalu

Joe Biden Tolak Permintaan Ukraina soal Pengiriman Jet Tempur F-16

Presdien AS Joe Biden menolak permintaan pengiriman jet tempur F-16 seperti yang diminta oleh Ukraina.


NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

1 hari lalu

NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

Presiden Yoon Suk-yeol mengatakan undang-undang Korea Selatan melarang memasok senjata ke negara yang terlibat konflik, termasuk Ukraina