DPR AS Setujui UU Perlindungan Pernikahan Sesama Jenis

Reporter

Duan Rongfeng menggendong suami barunya Tao saat pernikahan bersama tujuh pasangan lesbi dan homo asal Tiongkok di California, Amerika Serikat, 9 Juni 2015. Tiongkok melegalkan homoseksual pada tahun 1997, tetapi tidak mengakui pernikahan sesama jenis. REUTERS/Lucy Nicholson

TEMPO.CO, Jakarta -DPR AS memberikan persetujuan  akhir untuk undang-undang pengakuan federal atas pernikahan sesama jenis pada Kamis, 8 Desember 2022. 

Baca juga: Senat AS Meloloskan RUU Perlindungan Pernikahan Sesama Jenis

Seperti dilansir Reuters Jumat 9 Desember 2022, pemungutan suara DPR adalah 258-169, dengan semua anggota DPR dari Demokrat dan 39 Republikan memberikan suara mendukung. Ada 169 dari anggota DPR memilih menentangnya dan satu memilih "hadir".

Rancangan itu sekarang masuk ke meja Presiden Demokrat Joe Biden untuk ditandatangani menjadi undang-undang.  Undang-Undang Penghormatan terhadap Perkawinan, demikian sebutannya, memenangkan persetujuan Senat bulan lalu.

Seperti diwartakan Reuters, undang-undang tersebut memenangkan dukungan dari pendukung LGBT serta sejumlah organisasi dan entitas keagamaan termasuk Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir.

Namun, masih banyak agama konservatif Amerika yang menentang pernikahan gay karena tidak sesuai dengan kitab suci alkitabiah.

Undang-undang ini ditulis lebih sempit dari keputusan Mahkamah Agung 2015 lalu yang melegalkan pernikahan sesama jenis secara nasional, atau dikenal sebagai Obergefell v. Hodges.

Aturan ini akan memungkinkan pemerintah federal dan negara bagian untuk mengakui pernikahan sesama jenis dan antar ras selama itu legal di negara bagian tempat pernikahan dilakukan.

Persetujuan ini akan mencabut undang-undang AS tahun 1996 yang disebut Undang-Undang Pertahanan Perkawinan, yang antara lain menolak tunjangan federal untuk pasangan sesama jenis.

Ini melarang negara menolak keabsahan pernikahan di luar negara atas dasar jenis kelamin, ras atau etnis.

Sebelumnya, Mahkamah Agung pada 1967 menyatakan larangan pernikahan antar ras tidak konstitusional.

Tetapi undang-undang tersebut tidak akan melarang negara untuk memblokir pernikahan sesama jenis atau antar ras jika Mahkamah Agung mengizinkannya.

Hal ini juga memastikan bahwa entitas agama tidak akan dipaksa untuk menyediakan barang atau jasa untuk pernikahan apa pun dan melindungi mereka dari penolakan status bebas pajak atau keuntungan lain karena menolak untuk mengakui pernikahan sesama jenis.

Dalam pidatonya di lantai DPR menjelang pemungutan suara, Ketua DPR dari Partai Demokrat Nancy Pelosi mengutuk "gerakan kebencian" di balik serangan terhadap hak-hak LGBT di Amerika Serikat.

"Undang-undang itu akan membantu mencegah ekstremis sayap kanan mengacaukan kehidupan pasangan yang saling mencintai, membuat trauma anak-anak di seluruh negeri dan memutar balik waktu untuk hadiah yang diperoleh dengan susah payah," kata Pelosi.

Perwakilan Republik Jim Jordan mengatakan RUU itu "berbahaya dan membawa negara ke arah yang salah."






Top 3 Dunia: Turki Ingatkan Ancaman Islamofobia Hingga Ancaman Perang AS-Cina

22 jam lalu

Top 3 Dunia: Turki Ingatkan Ancaman Islamofobia Hingga Ancaman Perang AS-Cina

Berita Top 3 Dunia pada Senin 30 Januari 2023 diawali oleh kabar Turki peringatkan warganya soal Islamofobia di Eropa


Jenderal AS Prediksi Paman Sam Bakal Perang dengan China pada 2025

2 hari lalu

Jenderal AS Prediksi Paman Sam Bakal Perang dengan China pada 2025

Pemilihan presiden di AS dan Taiwan pada 2024 memberi kesempatan bagi China untuk mengambil tindakan militer


Hubungan Dua Negara Memanas, Duta Besar AS untuk Rusia Tiba di Moskow

4 hari lalu

Hubungan Dua Negara Memanas, Duta Besar AS untuk Rusia Tiba di Moskow

Duta Besar baru Amerika Serikat (AS) untuk Rusia, Lynne M. Tracy, telah tiba di Moskow


AS Sentuh Ambang Batas Utang, APBN Terancam Terganggu

11 hari lalu

AS Sentuh Ambang Batas Utang, APBN Terancam Terganggu

AS menyentuh ambang batas utang sebesar US$31,4 triliun. Kondisi ini diperkirakan dapat menyebabkan krisis fiskal dalam beberapa bulan ke depan.


Gereja Inggris Menolak Menikahkan Pasangan Sesama Jenis

12 hari lalu

Gereja Inggris Menolak Menikahkan Pasangan Sesama Jenis

Gereja Inggris memutuskan tidak akan menikahkan pasangan sesama jenis karena berpegang pada ajaran bahwa pernikahan adalah antara pria dan wanita.


Diduga Dalangi Pembunuhan Suami, Wanita Saudi Diekstradisi dari Singapura ke AS

14 hari lalu

Diduga Dalangi Pembunuhan Suami, Wanita Saudi Diekstradisi dari Singapura ke AS

Fadaak Sahar Osama A, seorang warga negara Arab Saudi, diekstradisi dari Singapura ke AS atas tuduhan pembunuhan suaminya


Tragis, Bayi dan Ibunya Jadi Korban Tewas Penembakan Massal di California

14 hari lalu

Tragis, Bayi dan Ibunya Jadi Korban Tewas Penembakan Massal di California

Dalam penembakan massal berencana di California, enam orang tewas termasuk remaja 17 tahun dan bayinya yang ditembak di kepala


Ditahan 9 Bulan, Veteran AL AS Dibebaskan Rusia

18 hari lalu

Ditahan 9 Bulan, Veteran AL AS Dibebaskan Rusia

Taylor Dudley, veteran AL AS, ditahan sejak April 2022 setelah menyeberang dari Polandia ke Kaliningrad-sebuah eksklaf terpisah dari wilayah Rusia


Dapat Pelatihan Rudal Patriot, 100 Tentara Ukraina Bertolak ke Amerika

20 hari lalu

Dapat Pelatihan Rudal Patriot, 100 Tentara Ukraina Bertolak ke Amerika

Sekitar 100 tentara Ukraina akan bertolak ke Amerika Serikat segera setelah minggu depan untuk memulai pelatihan sistem pertahanan rudal Patriot.


Biden Lakukan Kunjungan Pertama ke Perbatasan AS-Meksiko

22 hari lalu

Biden Lakukan Kunjungan Pertama ke Perbatasan AS-Meksiko

Presiden Amerika Serikat Joe Biden melakukan kunjungan pertamanya ke perbatasan AS-Meksiko sejak menjabat pada Januari 2021.