Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Kanselir Jerman Olaf Scholz di depan tank anti-pesawat Flakpanzer Gepard selama kunjungan program pelatihan untuk tentara Ukraina di Oldenburg, Jerman 25 Agustus 2022. Axel Heimken/ Pool melalui REUTERS

TEMPO.CO, JakartaJerman mengirimkan tujuh tank Gepard ke Ukraina musim semi ini, menambah 30 tank pertahanan udara yang sudah digunakan untuk berperang melawan tentara Rusia, demikian dilaporkan majalah Spiegel, Jumat, 2 Desember 2022.

Menurut Spiegel, tadinya tank ini akan dibesituakan. Mesin perang tua ini diperkirakan akan tiba di Ukraina pada musim semi tahun depan. Tujuh tank ini sedang diperbaiki oleh produsen senjata berbasis di Munich, Krauss-Maffei Wegmann (KMW)

Pengiriman ini dimaksudkan untuk membantu Ukraina dalam melindungi kota dan infrastrukturnya dari serangan Rusia.

Di Jerman, operasional Gepard dihentikan pada akhir 2010 dan digantikan oleh Wiesel 2 Ozelot Leichtes Flugabwehrsystem (LeFlaSys) dengan empat peluncur rudal FIM-92 Stinger atau LFK NG.

Pemerintah Jerman tidak mengatakan kapan berencana untuk mengirimkan tank-tank tersebut, yang katanya berasal dari stok pabrikan dan yang pengirimannya dalam beberapa kasus bergantung pada langkah-langkah perbaikan atau produksi yang masih berlangsung.

KMW tidak segera tersedia untuk komentar.

Pemerintah Jerman juga akan mengirim lebih banyak amunisi untuk Gepard bersama dengan tank tambahan.

Pasokan amunisi untuk Gepard terbukti bermasalah karena Swiss, yang memiliki stok amunisi, menolak untuk memasoknya, dengan alasan status netralnya dalam konflik Rusia-Ukraina.

REUTERS






IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

8 jam lalu

IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

IMF memperkirakan GDP Rusia akan tumbuh sebanyak 0,3 persen pada tahun ini dan 2,1 persen pada 2024.


Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

8 jam lalu

Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

Misi Kanselir Jerman Olaf Scholz mencari dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan tampaknya hanya bertepuk sebelah tangan.


Goethe-Institut dan Kementerian Kesehatan Kerja Sama Buka Kelas Bahasa Jerman

8 jam lalu

Goethe-Institut dan Kementerian Kesehatan Kerja Sama Buka Kelas Bahasa Jerman

Goethe-Institut dan Kementerian Kesehatan RI bekerja sama terkait pengintegrasian kelas bahasa Jerman ke dalam kurikulum program studi keperawatan


Rusia Klaim Rebut Benteng Ukraina di Vuhledar

10 jam lalu

Rusia Klaim Rebut Benteng Ukraina di Vuhledar

Pasukan Rusia mengklaim menguasai sekitar 25 daerah di Wilayah Kharkiv, setelah menyerang dalam beberapa hari ini.


NATO Terang-terangan Siap Perang dengan Rusia, Minta Korsel Bantu Ukraina

13 jam lalu

NATO Terang-terangan Siap Perang dengan Rusia, Minta Korsel Bantu Ukraina

NATO menyatakan siap melakukan konfrontasi langsung dengan Rusia di Ukraina.


Ditolak AS, Ukraina Minta Jet Tempur dari Prancis dan Polandia

14 jam lalu

Ditolak AS, Ukraina Minta Jet Tempur dari Prancis dan Polandia

Prancis dan Polandia tampaknya bersedia untuk menerima permintaan jet tempur dari Ukraina.


Rusia Peringatkan Dubes Baru AS soal Konsekuensi Kebijakan Konfrontatif

15 jam lalu

Rusia Peringatkan Dubes Baru AS soal Konsekuensi Kebijakan Konfrontatif

Lynne Tracy adalah wanita pertama yang menduduki jabatan Duta Besar AS untuk Rusia.


Politisi Prancis Sebut Zelensky Gila Minta Rudal hingga Jet Tempur Barat

19 jam lalu

Politisi Prancis Sebut Zelensky Gila Minta Rudal hingga Jet Tempur Barat

Zelensky meminta bantuan jet tempur dari Barat untuk melawan Rusia. Permintaan ini ditertawakan oleh seorang politisi Prancis.


Joe Biden Tolak Permintaan Ukraina soal Pengiriman Jet Tempur F-16

19 jam lalu

Joe Biden Tolak Permintaan Ukraina soal Pengiriman Jet Tempur F-16

Presdien AS Joe Biden menolak permintaan pengiriman jet tempur F-16 seperti yang diminta oleh Ukraina.


NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

1 hari lalu

NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

Presiden Yoon Suk-yeol mengatakan undang-undang Korea Selatan melarang memasok senjata ke negara yang terlibat konflik, termasuk Ukraina