Rusia Mengklaim G7 Tidak Lagi Mendominasi G20

Reporter

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan informasi mengenai persiapan pelaksanaan KTT G20 dalam konferensi pers di Media Center ITDC, Nusa Dua, Bali, Sabtu, 12 November 2022. TEMPO/Francisca

TEMPO.CO, Jakarta - Sherpa G20 Rusia Svetlana Lukash mengklaim Leaders' Declaration atau deklarasi KTT G20 Bali menunjukkan kalau G7 tidak lagi mendominasi forum tersebut. Dia menganggap konsolidasi G7 untuk mengisolasi Rusia layaknya di forum internasional lain, telah gagal.

Menurut Lukash, masalah utama yang membutuhkan konsensus untuk mengadopsi deklarasi adalah situasi di Ukraina dan kesepakatan kesepakatan biji-bijian, termasuk gandum. Dia menggarisbawahi bahwa bahasa yang diadopsi sepenuhnya sesuai dengan kepentingan Rusia.

"Itu adalah dua elemen kunci dan pada akhirnya, dua kunci kemenangan Rusia dan ekonomi berkembang," kata Lukash dilansir TASS, Senin, 29 November 2022.

Baca juga: Presiden Yoon Rayu Tesla Dirikan Gigafactory di Korea Selatan

Presiden Joko Widodo berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden saat pertemuan bilateral di sela rangkaian kegiatan KTT G20 Indonesia di Nusa Dua, Bali, Senin 14 November 2022. Achmad Ibrahim/Pool via REUTERS

Seperti telah diperkirakan para analis, isu Ukraina mendominasi KTT G20. Menurut deklarasi tersebut, G20 menyuarakan keprihatinan yang mendalam atas risiko ketahanan pangan global yang ditimbulkan oleh naiknya ketegangan akibat invasi Rusia ke Ukraina.

Leaders' Declaration setebal 17 halaman itu, menyesalkan agresi Rusia terhadap Ukraina. Anggota G20 juga menuntut penarikan pasukan Rusia secara penuh dan tanpa syarat dari wilayah Ukraina.

Dalam deklarasi tersebut ditegaskan G20 memang bukanlah forum untuk menyelesaikan masalah keamanan. Kendati demikian, anggota G20 mengakui masalah keamanan dapat memiliki konsekuensi yang signifikan terhadap ekonomi global.

"Dokumen itu memang berisi kecaman, tetapi bukan terhadap Rusia, tetapi perang itu sendiri. Deklarasi Bali mengakui adanya perbedaan pendapat baik mengenai konflik di Ukraina maupun mengenai peran sanksi," Lukash.

Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada dan sekutu lainnya memang kompak mendesak supaya perwakilan Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, tidak mengambil bagian di forum ekonomi tersebut.

Pada acara puncak KTT G20 dua pekan lalu, Presiden Putin memilih tidak hadir dan menunjuk Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov untuk mewakilinya di forum itu. Ketegangan geopolitik tetap membayangi sidang yang digelar di hotel mewah yang ada di Badung, di mana fokus presidensi Indonesia adalah pemulihan ekonomi paska-pandemi dengan agenda prioritas di bidang kesehatan, transformasi digital, dan transisi energi.

TASS

Baca juga: Dipuji Khameni karena Hadapi Demo dengan Kekerasan, Inilah Pasukan Basij

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.       






Ukraina Bakal Terima 140 Tank Barat untuk Gelombang Pertama

1 jam lalu

Ukraina Bakal Terima 140 Tank Barat untuk Gelombang Pertama

Ukraina akan menerima bantuan tank Barat termasuk tank Leopard 2 untuk perang melawan Rusia.


IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

14 jam lalu

IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

IMF memperkirakan GDP Rusia akan tumbuh sebanyak 0,3 persen pada tahun ini dan 2,1 persen pada 2024.


Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

14 jam lalu

Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

Misi Kanselir Jerman Olaf Scholz mencari dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan tampaknya hanya bertepuk sebelah tangan.


Rusia Klaim Rebut Benteng Ukraina di Vuhledar

16 jam lalu

Rusia Klaim Rebut Benteng Ukraina di Vuhledar

Pasukan Rusia mengklaim menguasai sekitar 25 daerah di Wilayah Kharkiv, setelah menyerang dalam beberapa hari ini.


NATO Terang-terangan Siap Perang dengan Rusia, Minta Korsel Bantu Ukraina

20 jam lalu

NATO Terang-terangan Siap Perang dengan Rusia, Minta Korsel Bantu Ukraina

NATO menyatakan siap melakukan konfrontasi langsung dengan Rusia di Ukraina.


Rusia Peringatkan Dubes Baru AS soal Konsekuensi Kebijakan Konfrontatif

22 jam lalu

Rusia Peringatkan Dubes Baru AS soal Konsekuensi Kebijakan Konfrontatif

Lynne Tracy adalah wanita pertama yang menduduki jabatan Duta Besar AS untuk Rusia.


Politisi Prancis Sebut Zelensky Gila Minta Rudal hingga Jet Tempur Barat

1 hari lalu

Politisi Prancis Sebut Zelensky Gila Minta Rudal hingga Jet Tempur Barat

Zelensky meminta bantuan jet tempur dari Barat untuk melawan Rusia. Permintaan ini ditertawakan oleh seorang politisi Prancis.


Joe Biden Tolak Permintaan Ukraina soal Pengiriman Jet Tempur F-16

1 hari lalu

Joe Biden Tolak Permintaan Ukraina soal Pengiriman Jet Tempur F-16

Presdien AS Joe Biden menolak permintaan pengiriman jet tempur F-16 seperti yang diminta oleh Ukraina.


Kementerian Luar Negeri Rusia Komentari Ucapan Jens Stoltenberg soal Pembakaran Al Quran

1 hari lalu

Kementerian Luar Negeri Rusia Komentari Ucapan Jens Stoltenberg soal Pembakaran Al Quran

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut menghormati pandangan orang-orang beragama dan memiliki keyakinan adalah tugas, bukan opini


Perusahaan Rusia Janjikan Rp1 Miliar Bagi Tentara yang Hancurkan Tank Leopard 2 Ukraina

1 hari lalu

Perusahaan Rusia Janjikan Rp1 Miliar Bagi Tentara yang Hancurkan Tank Leopard 2 Ukraina

Perusahaan Fores mengatakan akan membayar lima juta rubel kepada tentara Rusia pertama yang menghancurkan salah satu tank Leopard 2 Ukraina