PM Inggris Rishi Sunak Janji Tetap Beri Bantuan Militer ke Ukraina

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv, Sabtu, 19 November 2022. Sumber: Tangkap Layar Downing Street 10

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak tidak akan mengubah kebijakan luar negeri mengenai bantuan militer ke Ukraina. Inggris akan terus mempertahankan atau meningkatkan dukungan ke Kyiv pada tahun depan.

Baca: Biaya Hidup di Inggris Naik Jadi Momok Black Friday

Meskipun terjadi gejolak dalam beberapa bulan terakhir karena pergantian kursi perdana menteri dari Boris Johnson kepada Liz Truss, dan kemudian Sunak, dukungan pemerintah Inggris untuk Ukraina tetap sama. Sunak mengindikasikan tidak ada perubahan dengan kebijakan yang ditempuh Johnson dan Truss.

"Kami akan mendukung Ukraina selama diperlukan. Kami akan mempertahankan atau meningkatkan bantuan militer kami tahun depan. Dan kami akan memberikan dukungan baru untuk pertahanan udara," kata Sunak dalam kutipan pidato kebijakan luar negeri pertama yang dirilis oleh kantornya, yang rencananya akan disampaikan pada Senin, 28 November 2022, di distrik keuangan London.

Pada September lalu, Inggris menyebut pihaknya adalah donor militer terbesar kedua ke Ukraina setelah Amerika Serikat. London disebut memberikan 2,3 miliar pound atau sekitar Rp 43,5 triliun bantuan tahun ini.

Beberapa kelompok di Partai Konservatif memandang Sunak kurang agresif mengenai masalah China dalam kebijakan luar negerinya daripada Truss. Sunak dan Presiden China Xi Jinping direncanakan untuk bertemu pada KTT G20 bulan ini di Bali namun gagal. 

Rishi Sunak sebelumnya menggambarkan China sebagai tantangan sistemik dan satu-satunya ancaman terbesar bagi keamanan ekonomi Inggris.  Minggu lalu, London melarang kamera keamanan buatan China dari gedung-gedung pemerintah yang sensitif.  

Sementara Pejabat Uni Eropa juga mempertanyakan apakah Inggris di bawah Johnson benar-benar berkomitmen pada perjanjian hukum Brexit, terutama terkait Irlandia Utara.

Rishi Sunak mengatakan Inggris perlu mengambil pendekatan jangka panjang yang sama dengan musuh dan pesaingnya. Inggris juga harus membuat "lompatan evolusioner" dalam pendekatannya terhadap kebijakan luar negeri.

"Itu berarti memberikan ekonomi yang lebih kuat di dalam negeri - karena itu adalah fondasi kekuatan kita di luar negeri. Dan itu berarti menghadapi pesaing kita, bukan dengan retorika besar tetapi dengan pragmatisme yang kuat," katanya.

Rishi Sunak menyebut prioritas kebijakan luar negeri Inggris adalah kebebasan, keterbukaan, dan supremasi hukum. "Di bawah kepemimpinan saya, kami tidak akan memilih status quo. Kami akan melakukan berbagai hal secara berbeda.

Simak: Inggris Larang Pemakaian CCTV Buatan China, Khawatir Dimata-matai?

REUTERS






Jelang Setahun Invasi ke Ukraina, Uni Eropa Akan Terapkan Sanksi Baru terhadap Rusia

3 jam lalu

Jelang Setahun Invasi ke Ukraina, Uni Eropa Akan Terapkan Sanksi Baru terhadap Rusia

Uni Eropa berencana menampar Rusia dengan sanksi baru menjelang peringatan setahun invasi Moskow ke Ukraina


Top 3 Dunia: Jokowi Kirim Jenderal ke Myanmar, Iron Dome untuk Ukraina

5 jam lalu

Top 3 Dunia: Jokowi Kirim Jenderal ke Myanmar, Iron Dome untuk Ukraina

Berita Top 3 Dunia pada Kamis 2 Februari 2023 diawali kabar Jokowi akan kirim jenderal ke Myanmar


Sergei Lavrov Komentari Pengiriman Bantuan Senjata ke Ukraina

14 jam lalu

Sergei Lavrov Komentari Pengiriman Bantuan Senjata ke Ukraina

Sergei Lavrov melihat Ukraina harus memenuhi keinginan negara-negara Barat yang berjanji akan memberikan Kyiv senjata-senjata jarak jauh


Wisatawan ke Inggris Akan Diwajibkan Isi Aplikasi Online dan Bayar

22 jam lalu

Wisatawan ke Inggris Akan Diwajibkan Isi Aplikasi Online dan Bayar

Peluncuran ETA adalah bagian dari upaya Inggris untuk sepenuhnya mendigitalkan perbatasannya pada 2025.


Israel Pertimbangkan Kirim Iron Dome ke Ukraina

1 hari lalu

Israel Pertimbangkan Kirim Iron Dome ke Ukraina

Israel mempertimbangkan mengirim sistem pertahanan udara ke Ukraina, termasuk Iron Dome yang selama ini diandalkan menangkis serangan roket Hamas


Zelensky Akui Rusia Catat Kemajuan dalam Pertempuran di Ukraina Timur

1 hari lalu

Zelensky Akui Rusia Catat Kemajuan dalam Pertempuran di Ukraina Timur

Zelensky mengakui situasi di garis depan di timur Ukraina menjadi lebih sulit setelah pasukan Rusia meningkatkan serangan dalam beberapa hari terakhir


Ukraina Geledah Rumah Miliarder Terpandang dalam Penumpasan Korupsi

1 hari lalu

Ukraina Geledah Rumah Miliarder Terpandang dalam Penumpasan Korupsi

Penggeledahan juga dilakukan di rumah mantan menteri dalam negeri yang juga dituduh terlibat kasus korupsi.


Top 3 Dunia: Warga Amerika Kecewa, Devaluasi Mata Uang Lebanon, Paket Bantuan untuk Ukraina

1 hari lalu

Top 3 Dunia: Warga Amerika Kecewa, Devaluasi Mata Uang Lebanon, Paket Bantuan untuk Ukraina

Bantuan AS untuk Ukraina yang memancing perhatian menjadi topik dari dua dari tiga berita teratas.


1 Februari Diperingati Sebagai Hari Hijab Sedunia, Begini Kilas Balik Penetapannya

1 hari lalu

1 Februari Diperingati Sebagai Hari Hijab Sedunia, Begini Kilas Balik Penetapannya

Hari Hijab Sedunia mendorong agar wanita dari berbagai negara dan kepercayaan untuk mencoba mengenakan hijab dan mengerti bagaimana rasanya.


Spanyol Siap Mengirim Enam Tank Leopard 2A4 ke Ukraina

1 hari lalu

Spanyol Siap Mengirim Enam Tank Leopard 2A4 ke Ukraina

Spanyol disebut akan mengirim empat hingga enam tank Leopard 2A4 buatan Jerman ke Ukraina.