Rio Tinto Capai Kesepakatan Bersejarah dengan Etnis Aborigin

Reporter

Editor

Sapto Yunus

Seorang pria memperlihatkan kaus dengan pesan bertuliskan "Lindungi Warisan Aborigin" selama protes oleh kelompok aborigin di Perth, Australia, 19 Agustus 2021. Atas perkenan Gabrielle Timmins/Dewan Pertanahan Kimberley/Handout via REUTERS

TEMPO.CO, JakartaPenambang global Rio Tinto Ltd telah mencapai kesepakatan restitusi dengan kelompok etnis Aborigin yang tempat perlindungan batunya di Australia Barat dihancurkan dua tahun lalu untuk tambang bijih besi.

Baca: Al Shabaab Menyerang Hotel yang Digunakan Pejabat Somalia

Penghancuran situs Ngarai Juukan yang menunjukkan bukti tempat tinggal manusia yang terbentang hingga Zaman Es terakhir 46 ribu tahun lalu itu menyebabkan kesusahan yang mendalam bagi pemilik tradisionalnya yaitu masyarakat Puutu Kunti, Kurrama, dan Pinikura (PKKP).

Penghancuran situs tersebut juga memicu kegemparan global, membuat tiga pemimpin senior dan dua anggota dewan Australia kehilangan pekerjaannya, penyelidikan parlemen, dan perombakan perjanjian industri pertambangan dengan penduduk asli Australia.

Ini merupakan kesepakatan bersejarah. Salah satu pihak tidak mengungkapan soal kesepakatan keuangan atas permintaan PKKP.

"Tidak ada yang dapat mengkompensasi atau mengganti kerugian yang diderita di Ngarai Juukan . Jadi ini adalah warisan yang berorientasi pada hasil untuk memastikan sesuatu yang positif akan datang darinya di tahun-tahun mendatang," kata Ketua Perusahaan PKKP Aborigin, Burchell Hayes.

PKKP dalam sebuah pernyataan menyebutkan Yayasan Warisan Ngarai Juukan akan berfokus pada peluang pendidikan dan pelatihan; kemandirian finansial melalui pengembangan bisnis; pelestarian dan peningkatan suara atas warisan, budaya, dan tanah.

Kedua pihak sedang dalam pembicaraan lanjutan tentang pengelolaan bersama perjanjian pertambangan.

"Kami jauh dari nilai-nilai kami sebagai sebuah perusahaan dan melanggar kepercayaan yang diberikan kepada kami oleh orang-orang PKKP dengan membiarkan penghancuran tempat perlindungan batu Ngarai Juukan," kata Kepala Eksekutif Rio Tinto, Jakob Stausholm.

“Saat kami bekerja keras untuk membangun kembali hubungan kami, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang PKKP, sesepuh mereka, dan korporasi atas bimbingan dan kepemimpinan mereka dalam membentuk kesepakatan penting ini,” kata Stausholm dalam keterangan terpisah.

Menurut Rio Tito, selain yayasan warisan, diskusi pemulihan berpusat pada rehabilitasi yang sedang berlangsung dari tempat perlindungan batu dan sekitarnya di Ngarai Juukan.

Australia mengatakan pekan lalu akan memperkuat undang-undang untuk melindungi warisan budaya Aborigin dengan lebih baik setelah penyelidikan, meskipun tidak menawarkan kerangka waktu penyelesaiannya.

Baca: Menteri Luar Negeri Belarus Meninggal Mendadak

REUTERS






Pemerintah Baru Fiji Hentikan Kerja Sama dengan China, Kembali ke Australia

1 hari lalu

Pemerintah Baru Fiji Hentikan Kerja Sama dengan China, Kembali ke Australia

PM Fiji mengatakan pemerintahnya akan mengakhiri pelatihan dan perjanjian pertukaran polisi dengan China.


Xi Jinping: Hubungan China dan Australia di Jalan yang Benar

2 hari lalu

Xi Jinping: Hubungan China dan Australia di Jalan yang Benar

Presiden Xi Jinping mengatakan bahwa hubungan China dengan Australia bergerak ke arah yang benar.


Australia Selidiki Influencer di Medsos Atas Dugaan Iklan Terselubung

2 hari lalu

Australia Selidiki Influencer di Medsos Atas Dugaan Iklan Terselubung

Australia akan memeriksa apakah influencer di platform media sosial menyembunyikan hubungan mereka dengan merek yang mereka promosikan.


Junta Myanmar Cabut Amnesti untuk Penasehat Ekonomi Suu Kyi Asal Australia

2 hari lalu

Junta Myanmar Cabut Amnesti untuk Penasehat Ekonomi Suu Kyi Asal Australia

Junta Myanmar mencabut amnesti atau pengampunan penjara atas seorang ekonom Australia, Sean Turnell.


Ribuan Orang Protes Hari Nasional Australia sebagai "Hari Invasi"

3 hari lalu

Ribuan Orang Protes Hari Nasional Australia sebagai "Hari Invasi"

Pemerintahan Australia berencana mengadakan referendum untuk mengakui masyarakat pribumi dalam konstitusi.


Australia Siap Gelontorkan Rp10,4 Triliun untuk Pembelian Ranjau Laut

6 hari lalu

Australia Siap Gelontorkan Rp10,4 Triliun untuk Pembelian Ranjau Laut

Australia mengumumkan akan mempercepat rencana pembelian ranjau laut canggih untuk melindungi rute maritim dan pelabuhannya


Kodok Tebu Monster Kembali Ditemukan di Australia, Berujung Eutanasia

7 hari lalu

Kodok Tebu Monster Kembali Ditemukan di Australia, Berujung Eutanasia

Dijuluki 'Toadzilla', kodok tebu ini kemungkinan akan mematahkan rekor kodok terbesar temuan sebelumnya.


PM Australia Desak AS dan Inggris Hentikan Ekstradisi Assange

10 hari lalu

PM Australia Desak AS dan Inggris Hentikan Ekstradisi Assange

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mendesak pemerintah Amerika Serikat dan Inggris untuk menghentikan proses ekstradisi terhadap Assange


Akan Dipensiunkan AS, Helikopter Tempur Black Hawk Jadi Pilihan Australia

10 hari lalu

Akan Dipensiunkan AS, Helikopter Tempur Black Hawk Jadi Pilihan Australia

Australia akan membeli 40 helikopter militer Black Hawk dari Amerika Serikat dengan harga sekitar A$2,8 miliar atau Rp29 triliun lebih


Mahasiswa Australia Belajar tentang Jamu dan Pijat Tradisional di Unair

11 hari lalu

Mahasiswa Australia Belajar tentang Jamu dan Pijat Tradisional di Unair

Puluhan mahasiswa asing asal Federation University Australia belajar warisan budaya pengobatan Indonesia di Unair.