Putin Temui Ibu-ibu Tentara Rusia di Ukraina: Saya Juga Ikut Merasakan Sakit

Reporter

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan para ibu prajurit Rusia yang berperang di Ukraina menjelang Hari Ibu di kediaman negara Novo-Ogaryovo di luar Moskow, Rusia 25 November 2022. (REUTERS)

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan ibu dari para tentara yang ikut berperang ke Ukraina. Dalam pertemuan dengan 17 orang ibu itu, Putin mengatakan bahwa putra mereka tidak mati dengan sia-sia.

Baca: Putin Disebut Bakal Kerahkan 5 Juta Orang untuk Perang di Ukraina

Puluhan ribu tentara Rusia dan Ukraina tewas atau terluka dalam konflik yang berlangsung sejak sembilan bulan lalu itu. Ratusan ribu orang Rusia telah dikirim untuk berperang di Ukraina, termasuk 300.000 orang yang dipanggil sebagai bagian dari mobilisasi militer pada September lalu.

Putin dan para ibu tentara Rusia bertemu pada Jumat, 25 November 2022 atau dua hari menjelang Hari Ibu. Pertemuan dilakukan di kediaman Novo-Ogaryovo di luar Moskow.

Para ibu duduk mengelilingi meja yang sarat dengan teh, kue, dan buah beri. Putin berbagi cerita dengan mereka selama lebih dari dua jam.

Putin mengatakan dia memahami kecemasan dan kekhawatiran para ibu yang telah kehilangan anak laki-laki mereka. "Saya ingin Anda tahu itu, bahwa saya pribadi, dan seluruh pejabat Rusia, kami berbagi rasa sakit," katanya.

"Kami memahami bahwa tidak ada yang bisa menggantikan kehilangan seorang putra, terutama untuk seorang ibu," ujarnya sambil terengah-engah. Putin tampak sering berdehem.

Putin mengatakan dia tidak menyesali apa yang disebutnya operasi militer khusus Rusia di Ukraina. Dia menggambarkan Rusia menghadapi hegemoni Barat setelah puluhan tahun dipermalukan sejak Uni Soviet jatuh pada tahun 1991.

Putin Beri Pujian ke Tentara yang Gugur

Putin memuji anak dari para ibu tersebut karena membela Novorossiya yang secara harfiah adalah Rusia baru. Novorossiya adalah sebuah istilah dari kekaisaran tsar yang digunakan kaum nasionalis Rusia modern untuk menggambarkan sebagian besar Ukraina selatan dan timur yang sekarang diklaim Rusia.

Putin mengatakan dia kadang-kadang memanggil tentara di garis depan. Kata-kata para tentara itu telah menjadikan mereka pahlawan di matanya.

Para ibu, dari seluruh Rusia dan dari kelompok etnis yang berbeda, mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan Putin. Mereka mendoakan yang terbaik untuk Putin sebelum menceritakan tentang putra-putranya yang telah berjuang atau mati dengan gagah berani demi tujuan Rusia. 

"Operasi Militer Khusus telah menyatukan kita," kata Maria Kostyuk kepada Putin. Ia menyarankan agar rumah tentara yang gugur diberi bintang untuk digantung di pintu, seperti yang terjadi pada Perang Dunia Kedua.

Sebagian besar para ibu memang mengajukan keluhan, namun hanya soal sepele. Keluhan antara lain kurangnya pakaian yang bagus untuk tentara, kebutuhan akan lebih banyak drone di garis depan, atau ketidakpedulian beberapa pejabat.

Nina Pshenichkina, seorang wanita dari provinsi Donetsk Ukraina yang putranya meninggal, mengatakan kehilangannya telah mengilhami dia untuk bekerja lebih keras untuk menjadikan wilayah itu bagian dari Rusia.

"Putramu hidup, dan tujuannya telah tercapai," kata Putin padanya. "Dan itu berarti dia tidak meninggalkan hidup dengan sia-sia."

Pertemuan dengan Putin Itu Telah Diatur 

Kerabat lain dari tentara yang tewas dalam perang mengatakan Kremlin telah mengabaikan permintaan mereka untuk bertemu Putin. Pertemuan itu diselenggarakan oleh Putin dan diatur dengan hati-hati.

"Para ibu akan mengajukan pertanyaan yang telah disepakati sebelumnya," kata Olga Tsukanova, ketua Dewan Ibu dan Istri, dalam pesan di Telegram sebelumnya.

"Vladimir Vladimirovich (Putin), apakah Anda laki-laki atau siapa Anda? Apakah Anda memiliki keberanian untuk bertemu kami secara langsung, secara terbuka, bukan dengan wanita dan ibu yang telah disepakati sebelumnya yang ada di saku Anda, tetapi dengan wanita sejati yang bepergian dari berbagai kota ke sini untuk bertemu dengan Anda? Kami menunggu jawaban Anda," kata Tsukanova.

Hingga 21 September 2022, Rusia menyatakan sebanyak 5.937 tentara telah tewas. Angka tentara Rusia yang gugur itu jauh di bawah sebagian besar perkiraan internasional.

Jenderal tertinggi Amerika Serikat memperkirakan pada 9 November bahwa lebih dari 100.000 tentara telah tewas atau terluka baik dari Rusia maupun Ukraina. Sementara Ukraina tidak mengungkapkan berapa banyak tentaraya yang telah gugur dalam perang melawan Rusia.

Simak: Putin Bahas Batas Harga Minyak Barat dengan Irak

REUTERS 






Ukraina Bakal Terima 140 Tank Barat untuk Gelombang Pertama

44 menit lalu

Ukraina Bakal Terima 140 Tank Barat untuk Gelombang Pertama

Ukraina akan menerima bantuan tank Barat termasuk tank Leopard 2 untuk perang melawan Rusia.


IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

13 jam lalu

IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

IMF memperkirakan GDP Rusia akan tumbuh sebanyak 0,3 persen pada tahun ini dan 2,1 persen pada 2024.


Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

13 jam lalu

Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

Misi Kanselir Jerman Olaf Scholz mencari dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan tampaknya hanya bertepuk sebelah tangan.


Rusia Klaim Rebut Benteng Ukraina di Vuhledar

15 jam lalu

Rusia Klaim Rebut Benteng Ukraina di Vuhledar

Pasukan Rusia mengklaim menguasai sekitar 25 daerah di Wilayah Kharkiv, setelah menyerang dalam beberapa hari ini.


NATO Terang-terangan Siap Perang dengan Rusia, Minta Korsel Bantu Ukraina

19 jam lalu

NATO Terang-terangan Siap Perang dengan Rusia, Minta Korsel Bantu Ukraina

NATO menyatakan siap melakukan konfrontasi langsung dengan Rusia di Ukraina.


Ditolak AS, Ukraina Minta Jet Tempur dari Prancis dan Polandia

20 jam lalu

Ditolak AS, Ukraina Minta Jet Tempur dari Prancis dan Polandia

Prancis dan Polandia tampaknya bersedia untuk menerima permintaan jet tempur dari Ukraina.


Rusia Peringatkan Dubes Baru AS soal Konsekuensi Kebijakan Konfrontatif

21 jam lalu

Rusia Peringatkan Dubes Baru AS soal Konsekuensi Kebijakan Konfrontatif

Lynne Tracy adalah wanita pertama yang menduduki jabatan Duta Besar AS untuk Rusia.


Politisi Prancis Sebut Zelensky Gila Minta Rudal hingga Jet Tempur Barat

1 hari lalu

Politisi Prancis Sebut Zelensky Gila Minta Rudal hingga Jet Tempur Barat

Zelensky meminta bantuan jet tempur dari Barat untuk melawan Rusia. Permintaan ini ditertawakan oleh seorang politisi Prancis.


Joe Biden Tolak Permintaan Ukraina soal Pengiriman Jet Tempur F-16

1 hari lalu

Joe Biden Tolak Permintaan Ukraina soal Pengiriman Jet Tempur F-16

Presdien AS Joe Biden menolak permintaan pengiriman jet tempur F-16 seperti yang diminta oleh Ukraina.


NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

1 hari lalu

NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

Presiden Yoon Suk-yeol mengatakan undang-undang Korea Selatan melarang memasok senjata ke negara yang terlibat konflik, termasuk Ukraina