Harga Rumah di Inggris Tahun Depan Diproyeksi Turun

Reporter

Carlton House Terrace 18 di London, memiliki nilai US$330 juta (Rp. 4,3 triliun). Kompleks enam lantai seluas 46.500 meter persegi ini dibangun sejak abad ke-19, dan merupakan properti keluarga kerajaan Timur Tengah. Zimbio.com/PacificCoastNews.com

TEMPO.CO, Jakarta - Harga rumah di Inggris diproyeksi turun pada 2023 setelah harga properti di Inggris selama bertahun-tahun selalu naik. Penurunan harga rumah tersebut dipicu oleh naiknya biaya hidup dan naiknya biaya pinjaman sehingga membatasi kemampuan konsumen untuk membeli barang yang baru.

Penurunan harga properti ini diperkirakan bisa membawa kehancuran besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebagian besar negara-negara di dunia mengalami lonjakan inflasi seperti di Inggris sehingga Bank sentral Inggris terus memberlakukan serangkaian kenaikan suku bunga tepat ketika ekonomi tergelincir ke dalam resesi. Kondisi ini telah membuat lubang yang lebih besar di dompet konsumen yang sedang punya utang.

Harga rumah di Inggris turun untuk pertama kalinya dalam 28 bulan pada Oktober 2022. Menurut survei dari Royal Institution of Chartered Surveyors, harga rumah dalam waktu 12 bulan ke depan bakal merosot.

Survei Royal Institution of Chartered Surveyors yang dilakukan pada 8 November - 24 November terhadap 20 ahli pasar perumahan, mengungkap harga rumah di Inggris tahun depan diproyeksi turun 4,7 persen secara nasional. Itu menandai penurunan tahunan pertama dalam lebih dari satu dekade. 

"Ada penyeimbangan kembali tetapi tidak seperti yang kita lihat setelah krisis keuangan global. Pasokan masih relatif terbatas sehingga membantu mendukung harga," kata Chris Druce dari agen real estate Knight Frank.

Baca juga: Sastra Masih Jadi Momok bagi Siswa  

Perusahaan kontraktor jasa pembangun rumah di Inggris, Taylor Wimpey Plc, mengatakan pada awal bulan lalu kalau pada tahun ini membangun rumah lebih sedikit dari yang direncanakan. Sementara pesaing Taylor Wimpey Plc,  Persimmon Plc mengatakan mereka memperkirakan penambahan lahan pada 2023 akan jauh lebih rendah sehingga kemungkinan berpengaruh pula pada pasokan (rumah).

Harga rumah diproyeksi akan melakukan pemulihan yang moderat dan naik 1,0 persen pada 2024 atau jauh dari ekspektasi inflasi umum. Harga rumah di Inggris diprediksi akan naik lagi 3,5 persen pada 2025.

"Kami melihat ada koreksi satu tahun pada 2023, dengan kinerja ekonomi dan jumlah pekerjaan sedikit lebih baik dari yang diperkirakan. Tahun 2023 akan menjadi tahun yang sangat sulit tetapi kehidupan akan terasa semi-normal pada 2024," kata Tony Williams, Konsultan dari Building Value.

Bank sentral Inggris telah menaikkan suku bunga bank dari rekor terendah era pandemi Covid-19 sebesar 0,10 persen menjadi 3,00 persen dalam waktu kurang dari setahun. Jajak pendapat yang dilakukan Reuters mengungkap Bank sentral Inggris kemungkinan masih akan menambah 50 basis poin lagi pada bulan depan sehingga membuat biaya pinjaman menjadi lebih mahal.

"Harga rumah semakin turun di London karena masalah keterjangkauan yang semakin parah. Bangunan baru juga cenderung anjlok di London karena inflasi biaya bangunan dan berkurangnya pembiayaan untuk pembangunan rumah," kata Mark Farmer, Konsultan dari Cast Consultancy.

Reuters | Nugroho Catur Pamungkas

Baca juga: Rupiah Pagi Ini Melemah Dibayangi Momok Virus Corona

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.






Guru-guru Mogok Massal di Inggris, Protes Gaji yang Sangat Kecil

10 jam lalu

Guru-guru Mogok Massal di Inggris, Protes Gaji yang Sangat Kecil

Mogok Massal dipicu inflasi yang mencapai dua digit tahun lalu sehingga para guru menerima pemotongan gaji riil sebanyak 23% sejak 2010.


JakLingko Dinobatkan sebagai Finalis Transport Ticketing Global Awards 2023 di Inggris

1 hari lalu

JakLingko Dinobatkan sebagai Finalis Transport Ticketing Global Awards 2023 di Inggris

Penyelenggara Transport Ticketing Global Awards 2023 di Inggris menobatkan anak usaha BUMD DKI Jakarta, JakLingko Indonesia sebagai finalis.


Momen Lucu Messi Saat Bermain Sulap dengan Julius Dein

1 hari lalu

Momen Lucu Messi Saat Bermain Sulap dengan Julius Dein

Meski tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Dein, Lionel Messi merasa sangat terhibur.


Target Pembukaan Lahan Food Estate Humbang Hasundutan 1.000 Hektare, Anak Buah Luhut Gencar Gaet Investor

1 hari lalu

Target Pembukaan Lahan Food Estate Humbang Hasundutan 1.000 Hektare, Anak Buah Luhut Gencar Gaet Investor

Pemerintah menargetkan pembukaan lahan hingga 1.000 hektare untuk megaproyek lumbung pangan atau food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan. Di lahan yang berbatasan dengan hutan lindung itu, sebanyak 215 hektare telah dibuka oleh Kementan.


Vatikan Selidiki Dugaan Skandal Pesta Seks di Katedral Inggris

1 hari lalu

Vatikan Selidiki Dugaan Skandal Pesta Seks di Katedral Inggris

Vatikan menyelidiki dugaan skandal seks di Inggris yang membuat seorang pastor bunuh diri.


PM Sunak Pecat Menteri Zahawi, Buntut Kasus Pelanggaran Pajak

2 hari lalu

PM Sunak Pecat Menteri Zahawi, Buntut Kasus Pelanggaran Pajak

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak memecat ketua Partai Konservatif Nadhim Zahawi dari pemerintahan karena masalah pembayaran pajak


Zulhas: Petani Cabai dan Bawang Bangkrut Lantaran Harga Jual Rendah

2 hari lalu

Zulhas: Petani Cabai dan Bawang Bangkrut Lantaran Harga Jual Rendah

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengklaim harga cabai dan bawang saat ini sedang murah.


Buat Podcast Kisah Shamima Begum Bergabung dengan ISIS, BBC Dikecam

4 hari lalu

Buat Podcast Kisah Shamima Begum Bergabung dengan ISIS, BBC Dikecam

Shamima Begum bergabung dengan ISIS saat masih sangat belia, berumur 15 tahun, pada 2015.


Oasis Siap Reuni, Konflik Noel dan Liam Berakhir ?

5 hari lalu

Oasis Siap Reuni, Konflik Noel dan Liam Berakhir ?

Noel dan Liam Gallagher dikabarkan sudah baikan dan siap menggelar konser bersama Oasis


4 Negara Ini Terapkan ERP Alias Sistem Electronic Road Pricing, Begini Aturannya

10 hari lalu

4 Negara Ini Terapkan ERP Alias Sistem Electronic Road Pricing, Begini Aturannya

Electronic Road Pricing atau ERP telah diterapkan di beberapa negara, salah satunya di Asia adalah Singapura. Begini aturan-aturannya.