Komunitas Yahudi Berpihak pada Rezim Iran di Tengah Protes Melawan Pemerintah

Reporter

Editor

Sapto Yunus

Sepeda motor polisi terbakar saat protes kematian Mahsa Amini, seorang wanita yang meninggal setelah ditangkap oleh "polisi moral" republik Islam, di Teheran, Iran, 19 September 2022. Kelompok hak asasi ICHRI di New York menyebut 36 orang dari kedua kubu tewas dalam bentrokan.WANA (Kantor Berita Asia Barat) via REUTERS

TEMPO.CO, JakartaKomunitas kecil Yahudi di Teheran pada Kamis, 24 November 2022, mengutuk protes antirezim yang sedang berlangsung di Iran. Dalam sebuah surat, Komite Yahudi Pusat Teheran menyatakan pihaknya mendukung rezim Iran di tengah tindakan keras yang mematikan terhadap pengunjuk rasa.

Baca: Video Memperlihatkan Pasukan Iran Menembaki Demonstran Kurdi, 5 Orang Tewas

"Ini adalah kecaman atas kerusuhan baru-baru ini di negara yang menyebabkan kematian dan cedera beberapa orang di negara kita, serta banyak kerugian keuangan negara," kata surat itu seperti dikutip The Times of Israel.

“Masyarakat menyatakan selalu mematuhi posisi pemimpin tertinggi.”

Tokoh-tokoh terkemuka di komunitas Yahudi Iran sesekali mengeluarkan pernyataan anti-Israel yang sesuai dengan agenda rezim. Iran secara terbuka bersumpah untuk menghancurkan Israel dan secara finansial mendukung kelompok teroris, seperti Hizbullah dan Hamas, yang juga berkomitmen untuk tujuan ini.

Sejak kematian Mahsa Amini, 22 tahun, saat berada dalam tahanan polisi moral di Teheran pada 16 September lalu, protes menyebar ke seluruh negeri. Pihak berwenang telah menanggapi dengan tindakan keras yang menurut kelompok Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di Norwegia telah menyebabkan sekitar 400 orang tewas, setengah lusin dijatuhi hukuman mati, dan lebih dari 15 ribu ditangkap.

“Masyarakat menyatakan bahwa musuh sistem menciptakan kerawanan dengan menyasar persatuan umat. Dalam beberapa hari terakhir, peristiwa dan insiden yang tidak menguntungkan telah terjadi di negara kita tercinta, yang telah melukai hati orang-orang yang setia kepada Iran dan sistem Islam yang suci,” kata surat itu.

“Masyarakat meminta seluruh warga negara tercinta untuk menghindari polarisasi negara dan berdiskusi. Kami berharap dalam waktu dekat kita akan melihat persatuan, perdamaian, keamanan, dan kebahagiaan di negara kita tercinta ini.”

Pada September lalu, selama minggu-minggu pertama protes, Komite mengeluarkan surat peringatan kepada anggotanya untuk menghindari sinagog selama kekerasan.

Sebelum Revolusi Islam 1979, ada sekitar 100 ribu orang Yahudi di Iran. Menurut sensus Iran pada 2016, jumlahnya menyusut hingga di bawah 10 ribu.

Komunitas Yahudi di Iran sebelumnya telah mengambil tindakan pencegahan lain untuk melindungi anggotanya. Kepala rabbi negara itu mengatakan tahun lalu bahwa dia mengutuk pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani oleh Amerika Serikat pada 2020 di tengah kekhawatiran orang Yahudi dapat diserang secara fisik oleh beberapa tetangga muslim.

Baca: Jeddah dan Mekkah Diterjang Hujan Lebat, 2 Orang Tewas

THE TIMES OF ISRAEL






Protes Perempuan Wajib Pakai Jilbab di Iran Dimulai Sejak Revolusi 1979

13 jam lalu

Protes Perempuan Wajib Pakai Jilbab di Iran Dimulai Sejak Revolusi 1979

Semangat progresif untuk kebebasan dengan menentang kewajiban berjilbab di Iran, secara historis dianggap sudah dimulai pada 1979, masa awal revolusi yang membawa Iran menjadi Republik Islam.


Iran Kaji Ulang Aturan Wajib Jibab Setelah Dirundung Demo Berdarah

20 jam lalu

Iran Kaji Ulang Aturan Wajib Jibab Setelah Dirundung Demo Berdarah

Iran akan mengkaji ulang aturan wajib jilbab untuk wanita setelah demo yang tak kunjung selesai dalam dua bulan terakhir.


Iran Akhirnya Bubarkan Polisi Moral Setelah Dilanda Demo Berdarah

22 jam lalu

Iran Akhirnya Bubarkan Polisi Moral Setelah Dilanda Demo Berdarah

Iran membubarkan polisi moral setelah demo yang berlangsung selama dua bulan belum ada tanda-tanda bakal berakhir. Pendemo mengancam mogok makan.


Iran Jatuhkan Hukuman Mati 4 Laki-laki karena Kerja Sama dengan Mata-mata Israel

1 hari lalu

Iran Jatuhkan Hukuman Mati 4 Laki-laki karena Kerja Sama dengan Mata-mata Israel

Iran menjatuhi vonis hukuman mati empat laki-laki karena dianggap telah bekerja sama dengan mata-mata Israel Mossad.


Presiden Ebrahim Raisi Tak Akan Ubah Kebijakan Iran dalam Menangani Demonstran

1 hari lalu

Presiden Ebrahim Raisi Tak Akan Ubah Kebijakan Iran dalam Menangani Demonstran

Presiden Ebrahim Raisi mengungkapkan Iran menjamin hak dan kebebasan, namun Iran juga punya sistem yang berlaku.


AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

2 hari lalu

AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

Menlu AS Antony Blinken mengatakan Amerika memberikan perhatian khusus kepada China, Iran, dan Rusia, di bawah Undang-undang Kebebasan Beragama.


Piala Dunia 2022: Warganet Puji Sikap Antonee Robinson Peluk Pemain Timnas Iran Usai Laga Iran Vs Amerika Serikat

2 hari lalu

Piala Dunia 2022: Warganet Puji Sikap Antonee Robinson Peluk Pemain Timnas Iran Usai Laga Iran Vs Amerika Serikat

Bek Timnas Amerika Serikat, Antonee Robinson, memeluk lawan mainnya, Ramin Rezian, usai kekalahan Iran saat menghadapi AS dalam Piala Dunia 2022.


Pria Iran Ditembak Mati Saat Merayakan Kemenangan Amerika di Piala Dunia 2022

4 hari lalu

Pria Iran Ditembak Mati Saat Merayakan Kemenangan Amerika di Piala Dunia 2022

Seorang pria di Iran ditembak mati oleh petugas keamanan saat merayakan kemenangan lawannya, Amerika Serikat di Piala Dunia 2022.


Top 3 Dunia: Polisi China Buru Peserta Unjuk Rasa, Warga Iran Rayakan Kemenangan AS

5 hari lalu

Top 3 Dunia: Polisi China Buru Peserta Unjuk Rasa, Warga Iran Rayakan Kemenangan AS

Top 3 dunia adalah China memburu peserta unjuk rasa, Anwar Ibrahim dituding jadi agen Israel hingga demonstran Iran merayakan kemenangan AS.


Amerika Serikat Lawan Iran di Piala Dunia 2022, Banyak Meme Lucu Tersebar di Media Sosial

5 hari lalu

Amerika Serikat Lawan Iran di Piala Dunia 2022, Banyak Meme Lucu Tersebar di Media Sosial

Beberapa penggemar sepak bola menyebut pertandingan Amerika Serikat melawan Iran di Piala Dunia 2022 sebagai pertandingan 'Piala Perang'.