Polisi Filipina Dihukum Seumur Hidup, Rekayasa Bukti dan Bunuh Terduga Pemakai Narkoba

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Puluhan mantan pengguna napza yang tergabung dalam Persaudaraan Korban NAPZA Indonesia melakukan aksi unjuk rasa, di depan Kedutaan Besar Filipina, Jakarta, 11 Oktober 2016. Menurut merka, tindakan Duterte pada pengguna narkoba dianggap melanggar Hak Asasi Manusia. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Filipina menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada petugas polisi karena menyiksa dan merekayasa bukti pada korban perang narkoba ketika puncak penumpasan anti-narkotika berdarah mantan Presiden Rodrigo Duterte.

Kelompok HAM menyambut vonis yang langka itu dan menyerukan keadilan bagi ribuan lainnya yang meninggal selama masa jabatan enam tahun Duterte, berakhir pada Juni 2022.

Pengadilan Kota Caloocan, menghukum polisi Jefrey Perez dengan dua hukuman penjara seumur hidup, diskualifikasi dari jabatan publik, dan hukuman denda atas penangkapan Carl Angelo Arnaiz, 19 tahun, dan Reynaldo De Guzman, 14 tahun, pada Agustus 2017, keduanya meninggal.

"Rekayasa itu dimaksudkan untuk memberikan gambaran bahwa Carl adalah seorang penjahat... dan kematiannya adalah hasil dari operasi polisi yang sah," kata hakim ketua Rodrigo Pascua dalam keputusan tertanggal 10 November 2022, yang diumumkan pada Rabu malam.

Pengadilan mengatakan petugas polisi itu bersalah atas penyiksaan dan merekayasa kantong plastik berisi daun mariyuana dan methamphetamine serta revolver kaliber .38 seolah milik Arnaiz.

Sebuah laporan polisi mengatakan Arnaiz tewas dalam tembak-menembak sementara tubuh De Guzman kemudian ditemukan dengan luka tusukan.

"Ini adalah peringatan kepada semua penegak hukum untuk tidak menggunakan kekuatan berlebihan terhadap warga sipil," kata Jaksa Persida Acosta,   yang menangani kasus tersebut, kepada saluran berita ANC, Kamis.

Polisi Filipina belum mengeluarkan pernyataan atas vonis tersebut.

Lebih dari 6.200 orang tewas dalam operasi polisi dalam perang Duterte melawan narkoba. Polisi menolak tuduhan bahwa pembunuhan itu adalah eksekusi, dengan mengatakan tersangka narkoba melawan saat ditangkap, dan bahwa pihak berwenang bertindak untuk membela diri.

"Kami tidak puas. Ini hanya setetes air dalam ember," kata Amnesty International Filipina di Facebook. "Mereka yang mendorong polisi untuk menyiksa, membunuh, dan menyimpan bukti harus dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya polisi tingkat rendah."

REUTERS






Kasus Sabu AKBP Dody Prawiranegara dan Irjen Teddy Minahasa Mulai Disidang di PN Jakbar Hari Ini

1 jam lalu

Kasus Sabu AKBP Dody Prawiranegara dan Irjen Teddy Minahasa Mulai Disidang di PN Jakbar Hari Ini

Kasus penjualan sabu yang melibatkan AKBP Dody Prawiranegara dan Irjen Teddy Minahasa mulai disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat hari ini.


Berkas Teddy Minahasa Cs Sudah Diserahkan ke PN Jakbar, Sidang Mulai Digelar 2 Februari

5 hari lalu

Berkas Teddy Minahasa Cs Sudah Diserahkan ke PN Jakbar, Sidang Mulai Digelar 2 Februari

Kejaksaan Negeri Jakarta Barat telah menyerahkan berkas perkara kasus sabu Irjen Teddy Minahasa ke PN Jakarta Barat. Sidang digelar 2 Februari 2023.


Filipina Sambut Kembali Pelancong dari China

6 hari lalu

Filipina Sambut Kembali Pelancong dari China

Filipina berusaha memikat kembali pelancong asal China, setelah Beijing menghapus pembatasan Covid-19.


Mantan Kepala Keamanan Meksiko Kongkalikong dengan Gembong Narkoba El Chapo

7 hari lalu

Mantan Kepala Keamanan Meksiko Kongkalikong dengan Gembong Narkoba El Chapo

Mantan Kepala Keamanan Masyarakat di Meksiko Genaro Garca Luna dituduh menerima uang suap dari kartel narkoba kelas kakap, El Chapo


Terduga Teroris di Sleman Eks Residivis Narkoba, Densus 88: Direkrut Teman Satu Sel di Nusakambangan

8 hari lalu

Terduga Teroris di Sleman Eks Residivis Narkoba, Densus 88: Direkrut Teman Satu Sel di Nusakambangan

Densus 88 menyebut terduga teroris yang ditangkap di Sleman direkrut oleh teman satu selnya di LP Nusakambangan.


ABK di Tambora Tidur di Pohon karena Pakai Sabu, Diduga Pertama Coba Narkoba

9 hari lalu

ABK di Tambora Tidur di Pohon karena Pakai Sabu, Diduga Pertama Coba Narkoba

MRS diduga isap sabu, baru sekali pakai narkoba.


Pengusaha Vape Minta Polisi Tegas ke Pembuat Liquid Vape Sabu

12 hari lalu

Pengusaha Vape Minta Polisi Tegas ke Pembuat Liquid Vape Sabu

Pengusaha vape menilai kasus liquid vape mengandung sabu ini bukan karena produk vapenya, tapi akibat ulah individu di lapangan.


Polisi Telusuri Aliran Pencucian Uang Kasus Narkoba Teddy Minahasa dan Alex Bonpis

12 hari lalu

Polisi Telusuri Aliran Pencucian Uang Kasus Narkoba Teddy Minahasa dan Alex Bonpis

Polda Metro Jaya melacak alur transaksi pencucian uang yang diduga melibatkan Inspektur Jenderal Teddy Minahasa


Kemlu Akan Dampingi Anton Gobay yang Ditangkap di Filipina

12 hari lalu

Kemlu Akan Dampingi Anton Gobay yang Ditangkap di Filipina

Kementerian Luar Negeri menyatakan bersedia memberikan pendampingan hukum terhadap Anton Gobay yang ditangkap di Filipina atas kepemilikan senjata.


Dua Buron Kasus Liquid Vape Sabu di Jakbar Diduga Punya Peran Penting

12 hari lalu

Dua Buron Kasus Liquid Vape Sabu di Jakbar Diduga Punya Peran Penting

Dua pelaku kasus liquid vape mengandung sabu yang kini buron terlibat langsung dalam proses produksi hingga soal impor bahan baku dari luar negeri.