Masih Bingung Qatar di Mana? Tuan Rumah Piala Dunia 2022 Ini Produsen Minyak dan Gas Berpengaruh di Dunia

Pengeboran minyak lepas pantai Qatar.[www.gdi.com.qa]

TEMPO.CO, JakartaQatar menjadi tuan rumah dalam Piala Dunia 2022. Negara Qatar sendiri merupakan kerajaan berdaulat dan merdeka di Timur Tengah. Letaknya berada di semenanjung yang menjorok ke Teluk Arab dengan luas sekitar 11,521 km2, lebih luas dari Provinsi Bengkulu yang memiliki luas 19.919 kilometer persegi. Dilansir dari Kemlu.go.id, sejak merdeka dari Inggris pada 1971, Qatar muncul menjadi salah satu produsen minyak dan gas paling berpengaruh di dunia. 

Qatar adalah negara Islam yang hukum dan adatnya mengikuti tradisi Islam. Sejak 2013, negara ini telah diperintah oleh H.H. Sheikh Tamim bin Hamad bin Khalifa Al-Thani. negara dengan ibu kota Doha dengan mata uang yang berlaku Qatari riyal. Doha memadukan arsitektur pramodern dengan gedung perkantoran baru, pusat perbelanjaan dan komplek apartemen.

Bahasa resmi yang digunakan di Qatar adalah Bahasa Arab walaupun banyak yang menggunakan Bahasa Inggris di sana.

Baca: Ragam Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di Qatar Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Pemerintahnya berusaha meningkatkan kebebasan sipil. Di sana pers memiliki kebebasan. Meskipun religius dan tradisional, warga Qatar bangga akan toleransi mereka terhadap budaya dan kepercayaan orang lain. 

Disarikan dari Britannica.com, sebagian besar wilayah Qatar adalah gurun dataran rendah yang menjulang dari timur ke dataran tinggi kapur tengah. Bukit-bukit menjulang setinggi sekitar 40 meter di sepanjang pantai barat dan utara. Bukit Ab al-Bawl 103 meter adalah titik tertinggi negara itu. 

Bukit pasir dan dataran garam adalah fitur topografi utama sektor selatan dan tenggara. Qatar memiliki lebih dari 560 kilometer garis pantai dan perbatasannya dengan Arab Saudi panjangnya sekitar 60 kilometer.

Tanah di Qatar sebagian besar adalah dataran berbatu yang tertutup batu kapur rendah seperti yang terdapat di Jebel Dukhan dan Jebel Fuwairit. Tanahnya memiliki sedikit bahan organik dan tidak produktif secara pertanian lantaran mengandung kapur. Salinitas tanah tinggi di daerah pesisir dan di daerah pertanian di mana pengaturan irigasi yang buruk telah menyebabkan peningkatan salinitas.

Qatar memiliki iklim gurun dengan musim panas yang amat panas, musim dingin yang hangat, dan turunnya hujan yang langka. Vegetasi hanya ditemukan di bagian utara negara ini, di mana daerah pertanian beririgasi berada. Di situ pula tumbuhan gurun bermekaran sebentar selama hujan musim semi. Fauna Qatar terbatas dan pemerintahnya telah menerapkan program untuk melindungi kijang Arab, hewan nasional Qatar.

ANNISA FIRDAUSI 

Baca juga: Sebelum ke Qatar, Ini Tips dan Informasi yang Perlu Diketahui Wisatawan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Harga Minyak Dunia Diprediksi Melemah Besok

3 jam lalu

Harga Minyak Dunia Diprediksi Melemah Besok

Harga minyak dunia diprediksi melemah besok Senin, 30 Januari 2023 dii rentang US$ 76,40 hingga US$ 82,00 perbarel.


FIFA Jatuhkan Hukuman Skorsing dan Denda buat 4 Pemain Uruguay, Termasuk Cavani

1 hari lalu

FIFA Jatuhkan Hukuman Skorsing dan Denda buat 4 Pemain Uruguay, Termasuk Cavani

Komisi Disiplin (Komdis) FIFA telah menjatuhkan hukuman skorsing untuk empat pemain Timnas Uruguay, termasuk Edinson Cavani.


Lampui Target, Pertamina EP Prabumulih Tambah Produksi dari Sumur Pengembangan Lembak

1 hari lalu

Lampui Target, Pertamina EP Prabumulih Tambah Produksi dari Sumur Pengembangan Lembak

Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field berhasil menambah produksi migas dari Sumur Lembak Infield, LBK-INF5 (LBK-19) dan LBK-INF4 (LBK-20).


Bahrain dan Qatar Dialog Sinyal Perbaiki Hubungan Bilateral

1 hari lalu

Bahrain dan Qatar Dialog Sinyal Perbaiki Hubungan Bilateral

Pembicaraan ini menjadi sebuah sinyal kalau kedua negara Teluk itu sedang berupaya memperbaiki hubungan kedua negara setelah boikot Qatar dicabut.


Akibat Tak Mau Buang Gas dan Menahan Kentut, Kembung dan Sakit Perut

2 hari lalu

Akibat Tak Mau Buang Gas dan Menahan Kentut, Kembung dan Sakit Perut

Gas yang tidak dilepaskan melalui sendawa akan melewati saluran pencernaan ke tujuan akhir, yakni anus, alias kentut. Bagaimana bila ditahan?


Analis Prediksi Harga Minyak Dunia Melemah dalam Perdagangan Hari ini

3 hari lalu

Analis Prediksi Harga Minyak Dunia Melemah dalam Perdagangan Hari ini

Harga minyak menurun tajam karena data menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur menyusut pada Januari selama tujuh bulan berturut-turut.


Komisi Eropa Diminta Usaha Tingkatkan Pengiriman Gas dari Azerbaijan

3 hari lalu

Komisi Eropa Diminta Usaha Tingkatkan Pengiriman Gas dari Azerbaijan

Komisi Eropa diminta mengalokasikan dana untuk pengembangan infrastruktur yang memungkinkan peningkatan pengiriman gas dari Azerbaijan ke Uni Eropa.


Subholding Gas Pertamina Uji Coba Truk Pakai LNG

5 hari lalu

Subholding Gas Pertamina Uji Coba Truk Pakai LNG

Subholding Gas Pertamina, PGN, dan Gagas Energi Indonesia melakukan uji coba penggunaan LNG untuk truk pengangkut BBG.


Rusia Dekati Pakistan, Siap Ekspor Minyak Setelah Maret

8 hari lalu

Rusia Dekati Pakistan, Siap Ekspor Minyak Setelah Maret

Rusia sedang mencari kesepakatan dengan Pakistan tentang metode pembayaraan minyak.


Tak Hanya Gorengan, Inilah Daftar Makanan yang Mengandung Lemak Jenuh Tinggi

8 hari lalu

Tak Hanya Gorengan, Inilah Daftar Makanan yang Mengandung Lemak Jenuh Tinggi

Sebagian besar lemak jenuh berasal dari sumber hewani dan beberapa makanan nabati seperti minyak sawit dan minyak kelapa.