Mahkamah Agung Afsel Mengirim Jacob Zuma Kembali ke Penjara

Reporter

Editor

Sapto Yunus

Mantan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma. Sumber: Michele Spatari /Pool via Reuters/aljazeera.com

TEMPO.CO, JakartaMahkamah Agung Afrika Selatan memutuskan pada Senin, 21 November 2022, bahwa pembebasan bersyarat medis mantan Presiden Jacob Zuma melanggar hukum. Mahkamah memerintahkan dia kembali ke penjara untuk menyelesaikan hukumannya karena menghina pengadilan.

Baca: Zelensky Janjikan Ukraina Menang Lawan Rusia di Perayaan Hari Martabat

Zuma dijatuhi hukuman 15 bulan penjara tahun lalu setelah mengabaikan perintah pengadilan untuk bersaksi pada penyelidikan kasus korupsi yang meluas selama dia menjadi presiden hampir satu dekade. Zuma digantikan oleh Cyril Ramaphosa pada 2018.

Dia dibebaskan bersyarat untuk menjalani perawatan medis pada September 2021 setelah hanya menjalani sebagian kecil dari hukumannya. Namun pada Desember tahun lalu, pengadilan tinggi mengesampingkan putusan pembebasan bersyarat dan memerintahkan dia untuk kembali ke penjara.

Zuma mengajukan banding dan putusan pada hari Senin terbit setelah departemen lembaga pemasyarakatan mengatakan pada bulan Oktober bahwa hukuman penjaranya telah selesai.

"Dengan kata lain, menurut hukum, Zuma belum selesai menjalani hukumannya. Dia harus kembali ke Lapas Escourt untuk menyelesaikannya," bunyi putusan Mahkamah Agung.

Pengadilan mempermasalahkan klaim departemen bahwa hukuman Zuma telah berakhir ketika banding masih disidangkan.

Ditemukan juga bahwa keputusan mantan komisaris nasional layanan pemasyarakatan memberikan pembebasan bersyarat medis kepada Zuma yang bertentangan dengan saran Dewan Penasihat Pembebasan Bersyarat Medis adalah melanggar hukum.

"Atas dasar apa pun, keputusan komisaris itu melanggar hukum dan inkonstitusional. Sudah benar pengadilan tinggi mengesampingkannya," kata keputusan itu.

Yayasan Jacob Zuma tidak segera menanggapi permintaan komentar, sementara juru bicara departemen lembaga pemasyarakatan mengatakan keputusan itu sedang dipelajari dan kemungkinan akan ditanggapi nanti.

Baca: Pria Palestina Terbunuh dalam Serangan Israel di Tepi Barat

REUTERS






IPW Minta KPK Tegas Mengusut Kasus Lukas Enembe

12 hari lalu

IPW Minta KPK Tegas Mengusut Kasus Lukas Enembe

IPW meminta KPK tak tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi yang diduga melibatkan Gubernur Papua Lukas Enembe.


Percobaan Pembunuhan, Pemimpin Geng Israel Ditangkap Polisi Afrika Selatan

16 hari lalu

Percobaan Pembunuhan, Pemimpin Geng Israel Ditangkap Polisi Afrika Selatan

Pemimpin geng Israel ditangkap polisi Afrika Selatan karena konspirasi melakukan pembunuhan dan percobaan pembunuhan


Mantan Pilot Marinir Amerika yang Ditangkap di Australia Pernah Bekerja di Afrika Selatan

21 hari lalu

Mantan Pilot Marinir Amerika yang Ditangkap di Australia Pernah Bekerja di Afrika Selatan

Mantan pilot Marinir Amerika yang menghadapi kemungkinan ekstradisi menyangkal telah melanggar hukum di Amerika atau di Australia.


Kejaksaan Agung Periksa 3 Mantan Komisaris PT Surveyor Indonesia

24 hari lalu

Kejaksaan Agung Periksa 3 Mantan Komisaris PT Surveyor Indonesia

Kejaksaan Agung telah menaikkan status penanganan dua perkara di PT Surveyor Indonesia ke tahap penyidikan.


Polisi Afrika Selatan Menemukan 21 Mayat di Tambang Emas

29 hari lalu

Polisi Afrika Selatan Menemukan 21 Mayat di Tambang Emas

Polisi Afrika Selatan menyelidiki penemuan 21 mayat di tambang emas. Mereka diduga sebagai penambang ilegal.


Pegiat Antikorupsi Sebut Usul Restorative Justice Korupsi Tidak Masuk Akal

31 hari lalu

Pegiat Antikorupsi Sebut Usul Restorative Justice Korupsi Tidak Masuk Akal

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Zaenur Rohman berkata konsep restorative justice tidak akan bisa dipakai untuk kasus korupsi.


Usulan Wakil Pimpinan KPK soal Restorative Justice untuk Koruptor Dianggap Berbahaya

33 hari lalu

Usulan Wakil Pimpinan KPK soal Restorative Justice untuk Koruptor Dianggap Berbahaya

Praswad meminta KPK tidak mereduksi persoalan isu korupsi di Indonesia. Ia berkata kasus korupsi merupakan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa


Kejagung Telah Panggil BAKTI soal Dugaan Korupsi BTS Kominfo

33 hari lalu

Kejagung Telah Panggil BAKTI soal Dugaan Korupsi BTS Kominfo

Kejaksaan Agung mengendus dugaan korupsi kasus BTS Kominfo yang bernilai Rp 28,3 triliun itu.


Alasan Timnas Belanda Disebut Spesialisasi Runner-up Piala Dunia

34 hari lalu

Alasan Timnas Belanda Disebut Spesialisasi Runner-up Piala Dunia

Tercatat 3 kali timnas Belanda selalu kalah di final Piala Dunia. Punya kemampuan, belum tentu memiliki keberuntungan.


Dugaan Korupsi Kasus BTS Kominfo, Proyek Sempat Molor hingga Rencana Audit BPK

35 hari lalu

Dugaan Korupsi Kasus BTS Kominfo, Proyek Sempat Molor hingga Rencana Audit BPK

Kejaksaan Agung mengendus dugaan korupsi kasus BTS Kominfo yang bernilai Rp 28,3 triliun itu.