Korea Selatan Gandeng Rusia dan Cina Kerja Sama untuk Bujuk Korea Utara

Reporter

Sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) diluncurkan dalam foto tak bertanggal ini yang dirilis pada 19 November 2022. Korea Utara menguji ICBM Hwasong-17 pada hari Jumat, sehari setelah peringatan "tanggapan militer yang lebih keras" terhadap Washington yang meningkatkan kehadiran keamanan regionalnya termasuk aset nuklir. KCNA via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Korea Selatan menyerukan kerja sama pada Cina dan Rusia untuk mencegah Korea Utara melakukan lagi uji coba rudal. Seoul dilaporkan mengadakan pendekatan ini beberapa jam sebelum sidang Dewan Keamanan PBB mengenai peluncuran uji coba rudal balistik antarbenua Korea Utara.

Utusan Nuklir Korea Selatan Kim Gunn membahas masalah ini dengan Duta Besar Cina dan Duta Besar Rusia untuk Korea Selatan di Seoul. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyebut, Kim meminta mereka agar ikut membantu menuntut pertanggung jawaban Korea Utara atas provokasinya.

"Kim meminta kerja sama aktif dari Cina dan Rusia, serta anggota tetap Dewan Keamanan (PBB), agar mereka memainkan peran konstruktif untuk menahan Korea Utara dari provokasi lebih lanjut dan membuatnya kembali mau dialog," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan seperti dikutip dari Reuters, Senin, 21 November 2022.

Korea Utara telah meluncurkan rudal balistik dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun ini. Washington telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa mereka dapat melakukan uji coba bom nuklir, yang pertama sejak 2017, kapan saja.

Terbaru, Korea Utara menembakkan rudal balistik antarbenua pada Jumat, 18 November 2022, atau beberapa saat menjelang pembukaan KTT APEC yang digelar di Thailand. Amerika Serikat dan sekutunya yang tengah berada di Bangkok langsung menggelar rapat darurat untuk membahas peluncuran rudal tersebut. Mereka, juga PBB mengecam Pyongyang.

Dewan Keamanan PBB akan membahas masalah Korea Utara ini dalam pertemuan pada Senin, 21 November 2022, waktu setempat. Rapat itu atas permintaan Amerika Serikat, menyusul serangkaian peluncuran uji coba rudal terbaru tersebut.

Sebelum meluncurkan rudal balistik yang dapat mencapai daratan Paman Sam, Pyongyang telah memperingatkan akan memberi respon militer yang lebih keras terhadap Washington. Sementara Amerika Serikat mengklaim telah meningkatkan kerja sama pertahanan di kawasan bersama Korea Selatan dan Jepang karena dipicu langkah agresif Korea Utara.

Kelompok Tujuh atau G7 pada Minggu, 20 November 2022, menyerukan agar Dewan Keaman PBB  mengambil langkah signifikan dalam menanggapi peluncuran rudal balistik antarbenua terbaru yang diluncurkan Korea Utara.

"Tindakan (Korea Utara) menuntut tanggapan yang bersatu dan kuat dari komunitas internasional," demikian bunyi pernyataan kelompok Menteri Luar Negeri G7, yang beranggotakan Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Jerman, Inggris, Prancis, dan Italia.

Saat bertemu di Bali dengan timpalannya dari Cina, Presiden Xi Jinping, pada pekan lalu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan Beijing memiliki kewajiban untuk mencoba berbicara dengan Korea Utara agar tidak melanjutkan uji coba nuklir

REUTERS

Baca juga: G7 Minta PBB Ambil Langkah Serius Soal Rudal Korea Utara

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.






Terhenti di Babak 16 Besar Thailand Masters 2023, Rehan / Lisa Mengaku Kurang Sabar

18 jam lalu

Terhenti di Babak 16 Besar Thailand Masters 2023, Rehan / Lisa Mengaku Kurang Sabar

Rehan mengaku kurang persiapan menghadapi Thailand Masters 2023.


Mengenal Hanni Anggota NewJeans, Idola K-Pop Asal Vietnam

20 jam lalu

Mengenal Hanni Anggota NewJeans, Idola K-Pop Asal Vietnam

Hanni NewJeans bernama asli Pham Ngoc Han


AS Unjuk Kekuatan, Korea Utara Ancam Jadikan Semenanjung Zona Perang Besar

23 jam lalu

AS Unjuk Kekuatan, Korea Utara Ancam Jadikan Semenanjung Zona Perang Besar

Korea Utara ancam ubah Semenanjung Korea menjadi "zona persenjataan perang besar dan zona perang yang lebih kritis" setelah AS gelar latihan perang


Kenaikan Harga Konsumen di Korea Selatan Mencapai Level Tertinggi

1 hari lalu

Kenaikan Harga Konsumen di Korea Selatan Mencapai Level Tertinggi

Indeks harga konsumen 5,2 persen lebih tinggi pada Januari dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya,, menurut data Statistik Korea Selatan.


Profil Shinhan Bank Telah Berusia 126 Tahun, Bank Tertua di Korea Selatan

1 hari lalu

Profil Shinhan Bank Telah Berusia 126 Tahun, Bank Tertua di Korea Selatan

Tepat 126 tahun lalu, Shinhan Bank didirikan di Seoul Korea Selatan, dan menjadi bank tertua yang sampai sekarang masih tetap eksis.


Nyonya Song Joong Ki Pernah Main di Film Scorpion King: Book of Souls, Ini Profil Katy Louise Saunders

1 hari lalu

Nyonya Song Joong Ki Pernah Main di Film Scorpion King: Book of Souls, Ini Profil Katy Louise Saunders

Song Joong Ki mengumumkan kabar pernikahan dengan Katy Louise Saunders, pemeran film The Scorpion King: Book of Souls.


Korea Selatan Pertimbangkan Cabut Pembatasan Visa untuk Pelancong Cina

1 hari lalu

Korea Selatan Pertimbangkan Cabut Pembatasan Visa untuk Pelancong Cina

Korea Selatan telah menangguhkan pemberian visa jangka pendek kepada pengunjung Cina sejak awal Januari.


Teken Kerja Sama dengan Jeju Air, Angkasa Pura I Berharap Pariwisata RI Pulih Lebih Cepat

2 hari lalu

Teken Kerja Sama dengan Jeju Air, Angkasa Pura I Berharap Pariwisata RI Pulih Lebih Cepat

PT Angkasa Pura I bekerja sama dengan maskapai penerbangan asal Korea Selatan, Jeju Air.


Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

2 hari lalu

Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang melaporkan wabah Covid-19 pada awal 2020.


NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

3 hari lalu

NATO Desak Korea Selatan Tingkatkan Dukungan Militer untuk Ukraina

Presiden Yoon Suk-yeol mengatakan undang-undang Korea Selatan melarang memasok senjata ke negara yang terlibat konflik, termasuk Ukraina