Sopir Bus di Turki Menolak Berhenti untuk Salat, Penumpang Protes

Reporter

Editor

Sapto Yunus

Warga melambaikan bendera Turki saat menunggu waktu salat Jumat pertama di Hagia Sophia yang kini resmi dijadikan masjid, di Istanbul, Turki, 24 Juli 2020. REUTERS/Umit Bektas

TEMPO.CO, JakartaPerdebatan tentang sekularisme di Turki muncul kembali setelah pada akhir pekan lalu seorang sopir bus jarak jauh menolak berhenti untuk memberi kesempatan penumpang menjalankan salat. Menyusul penolakan pengemudi, penumpang mengeluh di Twitter yang memicu tanggapan kontroversial dari perusahaan perjalanan.

Baca: 8 Siswa Uganda Meninggal karena Ebola, Sekolah Tutup Lebih Awal

“Tidak ada hak yang ditentukan oleh konstitusi (Turki) yang dapat digunakan untuk melanggar konsepsi demokratis dan sekuler republik,” demikian pernyataan perusahaan Oz Ercis yang menjadi viral di media sosial.

Kontroversi tersebut adalah contoh terbaru dari perdebatan lama di negara dengan mayoritas muslim tetapi menjalankan tradisi sekuler, meskipun prinsip ini terkikis di bawah Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Pengacara perusahaan perjalanan itu mengatakan bus itu melayani trayek terpanjang di Turki—menghubungkan wilayah Van dekat perbatasan Iran di timur ke Izmir di pantai Aegean di Turki barat. Perjalanan memakan waktu lebih dari 24 jam.

“Perusahaan berada di tengah kontroversi sekularisme. Kami dipilih sebagai target. Namun kami menghormati semua keyakinan,” kata pengacara Tuncay Keserci pada Selasa, 8 November 2022, seperti dikutip Al Arabiya.

"Tidak mungkin mengabaikan hak penumpang lain yang tidak salat dan ingin tiba di tempat tujuan tepat waktu," ia menambahkan.

Tanggapan itu menuai pujian dan kritik. Para pendukung memuji Oz Ercis atas keberaniannya dalam membela sekularisme, sementara para pencela mengatakan mereka tidak akan bepergian dengan perusahaan itu lagi.

Islam menetapkan bahwa para pelancong dapat menyesuaikan waktu dan lama salat saat bepergian.

“Kami adalah korban dari kampanye hukuman mati, seolah-olah kami menghalangi orang untuk salat,” kata Keserci, seraya menambahkan bahwa penumpang yang bersangkutan dapat berdoa kemudian ketika bus berhenti di tempat istirahat.

Sekularisme tidak berarti bahwa kita tidak beragama. Sekularisme juga melindungi muslim,” ujar Keserci.

Baca: 14 Hari Menjabat, Menteri Inggris Mundur karena Dituduh Kirim Pesan Ancaman

AL ARABIYA






13 Rukun Salat dalam Islam: Ketahui Syarat Wajib dan Syarat Sah

1 hari lalu

13 Rukun Salat dalam Islam: Ketahui Syarat Wajib dan Syarat Sah

Dalam Islam, terdapat 13 rukun salat yang wajib dipenuhi oleh umat muslim. Simak penjelasan beserta syarat wajib dan syarat sah salat.


Top 3 Dunia: Turki Ingatkan Ancaman Islamofobia Hingga Ancaman Perang AS-Cina

1 hari lalu

Top 3 Dunia: Turki Ingatkan Ancaman Islamofobia Hingga Ancaman Perang AS-Cina

Berita Top 3 Dunia pada Senin 30 Januari 2023 diawali oleh kabar Turki peringatkan warganya soal Islamofobia di Eropa


Terganjal Turki, Finlandia Enggan Masuk NATO tanpa Swedia

1 hari lalu

Terganjal Turki, Finlandia Enggan Masuk NATO tanpa Swedia

Finlandia menegaskan akan bertahan dengan rencananya untuk bergabung dengan NATO bersama Swedia, negara tetangga Nordiknya.


Pasca Pembakaran Al Quran, Turki Peringatkan Warganya Ancaman Islamofobia

2 hari lalu

Pasca Pembakaran Al Quran, Turki Peringatkan Warganya Ancaman Islamofobia

Turki memperingatkan warganya terhadap "kemungkinan serangan Islamofobia, xenofobia, dan rasisme" di Amerika dan Eropa


Rasmus Paludan Ancam Akan Bakar Al Quran Setiap Hari Jumat

3 hari lalu

Rasmus Paludan Ancam Akan Bakar Al Quran Setiap Hari Jumat

Politisi Rasmus Paludan mengancam akan melakukan pembakaran Al Quran hingga Swedia diterima jadi anggota NATO.


Pembakaran Al Quran, Kepala Asosiasi Umat Muslim Aljazair Serukan Boikot

5 hari lalu

Pembakaran Al Quran, Kepala Asosiasi Umat Muslim Aljazair Serukan Boikot

Kepala Asosiasi Umat Muslim Al Jazair menilai kecaman saja tak cukup, namun perlu juga boikot pada produk negara yang membiarkan pembakaran Al Quran.


Izin Pembakaran Al Quran di Swedia, Komunitas Yahudi: Kesalahan Besar

5 hari lalu

Izin Pembakaran Al Quran di Swedia, Komunitas Yahudi: Kesalahan Besar

Dewan Komunitas Yahudi Swedia mengatakan izin pembakaran Al Quran di Swedia adalah "kesalahan besar".


Ulama di 1,000 Abrahamic Circles Mengutuk Pembakaran Al Quran di Swedia

5 hari lalu

Ulama di 1,000 Abrahamic Circles Mengutuk Pembakaran Al Quran di Swedia

Ulama yang tergabung dalam program 1,000 Abrahamic Circles mengutuk aksi pembakaran Al Quran yang terjadi di Stockholm, Swedia.


Tonton Dokumenter Modi Soal Kerusuhan Muslim Gujarat, Mahasiswa India Ditahan

5 hari lalu

Tonton Dokumenter Modi Soal Kerusuhan Muslim Gujarat, Mahasiswa India Ditahan

Polisi Delhi menahan mahasiswa yang berkumpul untuk menonton film dokumenter BBC tentang Perdana Menteri Narendra Modi yang diluncurkan baru-baru ini.


Memahami Perbedaan Mushaf dengan AlQuran Sebagai Wahyu

6 hari lalu

Memahami Perbedaan Mushaf dengan AlQuran Sebagai Wahyu

Penertiban mushaf saat membukukan AlQuran dilakukan untuk menjaga keutuhan dan kemurnian wahyu Allah.