3 Fakta Paham Wahabi: Berkembang di Arab Saudi Ditolak oleh Lembaga Dakwah NU

Suasana pembukaan Rakornas Lembaga Dakwah NU di Hotel Bidakara, Jakarta pada Senin, 28 Januari 2019. TEMPO/Dewi Nurita

TEMPO.CO, Jakarta -Paham Wahabi kembali menjadi perbincangan deras di Indonesia. Hal ini bermula dari rekomendasi Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama alias LD PBNU kepada pemerintah agar melarang paham Wahabi di Indonesia. 

Rekomendasi tersebut atas dasar penilaian bahwa paham Wahabi berpotensi memecah hubungan sesama muslim dan hubungan umat Islam dengan agama lain. Terlebih lagi, aliran wahabi takfiri yang dinilai gemar mengafirkan ajaran lain yang berbeda dari pandangannya. 

“Wahabi takfiri itu menjadi awal gerakan radikal ISIS yang merusak hubungan sesama muslim. Mereka menganut paham kawan (dan) lawan terhadap kelompok lain, dan tidak mau menerima perbedaan pandangan atau kebenaran pihak di luar kelompoknya,” kata Ahmad Fahrurrozi selaku Ketua PBNU Bidang Keagamaan kepada Tempo pada Sabtu, 29 Oktober 2022. 

Fakta-fakta Seputar Paham Wahabi

  • Paham Wahabi Didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahab

Mengutip situs resmi NU, Wahabi merupakan sebutan bagi pengikut ajaran Muhammad bin Abdul Wahab yang wafat pada 1973 masehi. Bagi pengikutnya, sosok ini dianggap sebagai tokoh purifikasi atau pemurni ajaran tauhid sesuai teks Al-Quran dan Hadis. 

Berdasarkan catatan sejarah, Muhammad bin Abdul Wahab tinggal di Kampung Uyainah, Najd atau sekitar 70 kilometer ke arah barat laut dari Kota Riyadh, Arab Saudi.

Baca juga :  Lembaga Dakwah PBNU Sarankan Pemerintah Larang Wahabi. 

Namun, belakangan merujuk situs NU, sejumlah kelompok membantah bahwa ajaran Wahabi berasal dari Muhammad bin Abdul Wahab, tetapi bersumber dari Abdul Wahhab bin Rustum. 

Akan tetapi, dalam buku Rekam Jejak Radikalisme Salafi Wahabi: Sejarah, Doktrin, dan Akidah karya A. Ma’ruf Asrori, terdapat lebih banyak bukti dan klaim para ulama bahwa Wahabi berasal dari Muhammad bin Abdul Wahab sebagaimana dilansir oleh situs resmi NU. 

  • Putra Mahkota MBS Tegaskan Wahabi Bukan Ideologi Arab Saudi

Walaupun paham Wahabi lahir dan berkembang cukup pesat di Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman Al Saud atau yang kerap dirujuk sebagai MBS menegaskan bahwa paham Wahabi bukanlah ideologi satu-satunya di Arab Saudi.

Dikutip dari situs resmi Lembaga Oasis Center, pada Oktober 2017...






Alquran Dibakar, Gus Yahya Staquf: Rasmus Paludan Berbuat Sia-sia

1 hari lalu

Alquran Dibakar, Gus Yahya Staquf: Rasmus Paludan Berbuat Sia-sia

Gus Yahya menilai Rasmus Paludan orang putus asa yang hilang akal karena melihat kekalahan tak terhindarkan dari kesombongan identitasnya sendiri.


Ketua PBNU Minta Umat Islam tidak Terprovokasi Pembakaran Alquran di Swedia

6 hari lalu

Ketua PBNU Minta Umat Islam tidak Terprovokasi Pembakaran Alquran di Swedia

Politikus sayap kanan, Rasmus Paludan, membakar salinan Alquran dalam demonstrasi menolak Swedia bergabung NATO dan protes terhadap Turki


Jokowi Akui Besarnya Kontribusi NU untuk Indonesia

8 hari lalu

Jokowi Akui Besarnya Kontribusi NU untuk Indonesia

Jokowi juga memberikan apresiasi besarnya pada penyelenggaraan Porseni (Pekan Olahraga dan Seni) NU.


Jalan Sehat NU 2023, Jokowi: Dengan Kesehatan, Negara Kita akan Kuat

8 hari lalu

Jalan Sehat NU 2023, Jokowi: Dengan Kesehatan, Negara Kita akan Kuat

Jokowi mengucapkan selamat melakukan jalan sehat kepada para peserta dan berharap dapat mengikuti kegiatan itu dengan baik.


Pidato di Porseni NU, Erick Thohir: Ganjar Pranowo Pendukung MU, Saya Arsenal, Ada Bedanya

13 hari lalu

Pidato di Porseni NU, Erick Thohir: Ganjar Pranowo Pendukung MU, Saya Arsenal, Ada Bedanya

Nusron Wahid menyinggung nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat membuka Porseni NU. Dia juga singgung nama Erick Thohir.


Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama, Presiden Jokowi Ikut Jalan Sehat di Solo

17 hari lalu

Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama, Presiden Jokowi Ikut Jalan Sehat di Solo

Dalam peringatan satu abad Nahdlatul Ulama akan digelar Porseni dan jalan sehat yang akan dihadiri oleh Presiden Jokowi.


Mengapa Festival Tradisi Islam Nusantara Dihelat di Banyuwangi, Ini Penjelasan Erick Thohir

19 hari lalu

Mengapa Festival Tradisi Islam Nusantara Dihelat di Banyuwangi, Ini Penjelasan Erick Thohir

Banyuwangi dipercaya sebagai tempat perhelatan Festival Tradisi Islam Nusantara yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU.


Dihadiri Jokowi, Festival Tradisi Islam Nusantara di Banyuwangi Ramaikan Harlah Satu Abad NU

20 hari lalu

Dihadiri Jokowi, Festival Tradisi Islam Nusantara di Banyuwangi Ramaikan Harlah Satu Abad NU

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Festival Tradisi Islam Nusantara di Banyuwangi, Senin malam, 9 Januari 2023. Presiden RI Joko Widodo hadir dalam acara ini.


Ketua PBNU Dukung Pemilu dan Pilkada Serentak: untuk Kurangi Ketegangan Antarkompetitor

26 hari lalu

Ketua PBNU Dukung Pemilu dan Pilkada Serentak: untuk Kurangi Ketegangan Antarkompetitor

Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf menilai penyelenggaraan pemilu dan pilkada digelar serentak pada 2024 dapat menurunkan ketegangan


Gus Yahya Dukung Pemilu Sistem Proporsional Terbuka

26 hari lalu

Gus Yahya Dukung Pemilu Sistem Proporsional Terbuka

Gus Yahya menyebut PBNU belum menentukan sikap soal sistem Pemilu ini. Adapun ia menyerahkan kepada pihak yang terlibat ihwal urusan ini.