Berjudul Spare, Memoar Pangeran Harry Terbit Januari 2023

Reporter

Editor

Sapto Yunus

Pangeran Harry saat menghadiri pemakaman mendiang Ratu Elizabeth II di London, Inggris, 19 September 2022. REUTERS/Hannah McKay/Pool

TEMPO.CO, JakartaMemoar Pangeran Harry akan diterbitkan pada 10 Januari dengan judul Spare. Buku itu menceritakan secara jujur perjalanannya dari trauma menuju penyembuhan. Demikian pernyataan dari penerbitnya, Penguin Random House, pada Kamis, 27 Oktober 2022.

Baca: Elon Musk Resmi Mengakuisisi Twitter, Sejumlah Eksekutif Dipecat

Menurut penerbitnya, memoar yang semula akan diterbitkan pada akhir tahun ini, akan penuh dengan wawasan, wahyu, pengujian diri, dan kebijaksanaan yang diperoleh dengan susah payah tentang kekuatan abadi cinta atas kesedihan.

Judul memoar itu mengacu pada posisi Harry sebagai adik dari Pangeran William, yang telah menjadi ahli waris takhta Inggris sejak ayah mereka, Charles, menjadi raja pada bulan lalu setelah kematian Ratu Elizabeth II. Sebelum William dan Kate memiliki tiga anak, Harry berada di urutan berikutnya setelah William dalam urutan suksesi Kerajaan Inggris, karenanya frasa itu tentang “cadangan untuk ahli waris”.

Sampulnya memajang foto Harry sedang melihat langsung ke fitur kamera dengan kata-kata “Prince Harry” di bagian atas dan “Spare” di bagian bawah.

Harry dan istrinya Meghan, yang secara resmi dikenal sebagai Duke dan Duchess of Sussex, mengundurkan diri dari tugas kerajaan pada awal 2020 dan pindah ke Amerika Serikat.

Pasangan itu mengejutkan monarki dalam wawancara dengan Oprah Winfrey pada 2021. Dalam wawancara itu, Meghan menuduh seorang anggota keluarga kerajaan yang tidak disebutkan namanya mengkhawatirkan betapa gelap kulit putra mereka dan mengatakan hidup Meghan sebagai seorang bangsawan menyeretnya ke ambang bunuh diri.

Harry juga berbicara tentang berada di jalan yang berbeda dengan saudaranya, meskipun dia dan istrinya muncul bersama William dan Kate setelah kematian Ratu Elizabeth II pada bulan lalu.

Buku ini akan diterbitkan dalam 15 bahasa, termasuk Spanyol, Prancis, dan China. Untuk edisi bahasa Inggris, buku ini akan tersedia di Inggris, Irlandia, Australia, Selandia Baru, India, Afrika Selatan, dan Kanada. Buku ini akan dijual seharga 28 pound atau sekitar Rp 534 ribu per eksemplar. Penerbit juga akan merilis edisi audio yang dibacakan oleh penulis.

Baca: Rusia Mengamendemen Undang-undang, Mantan Napi Bisa Jadi Tentara

REUTERS






Wisatawan ke Inggris Akan Diwajibkan Isi Aplikasi Online dan Bayar

15 jam lalu

Wisatawan ke Inggris Akan Diwajibkan Isi Aplikasi Online dan Bayar

Peluncuran ETA adalah bagian dari upaya Inggris untuk sepenuhnya mendigitalkan perbatasannya pada 2025.


1 Februari Diperingati Sebagai Hari Hijab Sedunia, Begini Kilas Balik Penetapannya

1 hari lalu

1 Februari Diperingati Sebagai Hari Hijab Sedunia, Begini Kilas Balik Penetapannya

Hari Hijab Sedunia mendorong agar wanita dari berbagai negara dan kepercayaan untuk mencoba mengenakan hijab dan mengerti bagaimana rasanya.


Gara-gara Kerusuhan, Tambang Tembaga China di Peru Terancam Setop Produksi

1 hari lalu

Gara-gara Kerusuhan, Tambang Tembaga China di Peru Terancam Setop Produksi

Tambang tembaga Las Bambas milik China yang besar di Peru berpeluang menghentikan produksi pada minggu ini.


Sekjen NATO Tekankan Pentingnya Kemitraan Indo-Pasifik di Tengah-tengah Ketegangan

1 hari lalu

Sekjen NATO Tekankan Pentingnya Kemitraan Indo-Pasifik di Tengah-tengah Ketegangan

Menurutnya, China bukanlah musuh NATO tetapi negara tersebut menjadi "kekuatan yang kian lama kian yang otoriter"


Menteri Ekspor Inggris Kunjungi Indonesia, Dukung Pendanaan MRT Jakarta Rp 20 T

1 hari lalu

Menteri Ekspor Inggris Kunjungi Indonesia, Dukung Pendanaan MRT Jakarta Rp 20 T

Menteri Ekspor Inggris Andrew Bowie mengunjungi Jakarta, salah satu agendanya adalah tindak lanjut pengembangan perkeretaapian.


Begini Amerika Serikat Segera Setop Pemberian Persetujuan Ekspor ke Huawei

1 hari lalu

Begini Amerika Serikat Segera Setop Pemberian Persetujuan Ekspor ke Huawei

China menentang Amerika Serikat yang menyalahgunakan alasan keamanan nasional untuk menekan perusahaan China, seperti Huawei secara tidak wajar.


China Optimistis Pandemi Covid-19 Akan Segera Berakhir

2 hari lalu

China Optimistis Pandemi Covid-19 Akan Segera Berakhir

China yakin pandemi Covid-19 segera berakhir seiring dengan jumlah kasus positif dan kematian yang terus menurun.


Guru-guru Mogok Massal di Inggris, Protes Gaji yang Sangat Kecil

2 hari lalu

Guru-guru Mogok Massal di Inggris, Protes Gaji yang Sangat Kecil

Mogok Massal dipicu inflasi yang mencapai dua digit tahun lalu sehingga para guru menerima pemotongan gaji riil sebanyak 23% sejak 2010.


Ketika Crazy Rich China Berhamburan ke Singapura

2 hari lalu

Ketika Crazy Rich China Berhamburan ke Singapura

Orang-orang kaya China banyak yang menganggap Singapura ideal untuk memarkir kekayaan mereka dalam bentuk properti.


JD.ID Umumkan Bakal Tutup Permanen, Ini Profilnya

2 hari lalu

JD.ID Umumkan Bakal Tutup Permanen, Ini Profilnya

E-commerce JD.ID mengumumkan akan menutup platformnya secara permanen mulai 15 Februari 2023. Perusahaan ini ternyata anak perusahaan asal Cina, JD.com.