Mantan Perdana Menteri Pakistan Ditahan di Rumahnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Lahore: Polisi Pakistan memberi status tahanan rumah kepada pemimpin partai oposisi sekaligus mantan Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, Minggu (15/3). Menurut seorang polisi Pakistan, status tahanan rumah dikenakan terhadap Sharif untuk mencegah Sharif memimpin protes massal.

    "Sharif diminta untuk tidak meninggalkan rumahnya di Lahore selama tiga hari," ujar polisi Ijaz Ahmed kepada AFP.

    Menurut Ijaz Ahmed, pembatasan serupa juga dijatuhkan kepada beberapa pemimpin oposisi termasuk mantan atlet kriket yang menjadi politikus, Imran Khan, dan Ketua Partai Jamat-e-Islami Qazi Hussain Ahmed.

    Pada Sabtu (14/3), Sharif mengatakan ia akan bergabung dengan protes yang dilakukan para pengacara untuk mengangkat kembali para hakim yang telah dicopot. Sharif juga berniat memimpin protes dari sebelah timur kota Lahore ke Islamabad, Minggu (15/3).

    Para pengacara di Pakistan menuntut Presiden Asif Ali Zardari memenuhi janjinya untuk mengangkat kembali hakim-hakim yang dipecat mantan Presiden Pervez Musharraf.

    AFP| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.