Amerika Melonggarkan Sanksinya Terhadap Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kata Rusia dan Perancis, sanksi internasional seharusnya tidak usah diangkat sampai PBB membuktikan Irak bebas dari senjata pembunuh massal. Salah seorang pejabat Presiden Bush mengumumkan hari Rabu (7/5) akan mengurangi sangsi yang dikenakan kepada Irak sejak tahun 1990. Kendati demikian, pejabat AS lainnya malah meningkatkan usahanya mendesak PBB untuk meningkatkan embargo ekonomi dan perdagangan luar negeri terhadap Irak. Amerika Serikat, Inggris, dan Spanyol akan mengeluarkan resolusi Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat mengenai penghentian larangan perdagangan luar negeri yang telah berlaku selama sekitar 13 tahun di Irak dan mengakhiri kontrol PBB terhadap negara penghasil dan pengekspor minyak itu. Sebuah rekaman yang diduga berisi suara Saddam Husein muncul pada hari Kamis. Suara Saddam itu yang pertama kalinya sejak presiden Irak dan pemerintahannya terusir oleh tentara AS sebulan yang lalu yang membuka kembali misteri keberadaan Saddam. Dalam rekaman itu Saddam mengatakan kepada rakyat Irak untuk mengambil bagian...dalam pertempuran yang dirahasiakan... untuk menendang musuh ke luar dari negeri kita. Rekaman berdurasi 14 menit ini direkam setelah tanggal 28 April karena si pembicara menyebut-nyebut demonstrasi di kampung halaman Saddam, Tikrit, yang terjadi dalam rangka ulang tahun ke66 mantan presiden Irak itu. Rekaman tersebut diberikan kepada seorang wartawan Sydney Morning Herald oleh dua orang warga Irak, yang mengatakan sebelumnya mereka ingin menyampaikan rekaman ini kepada Stasiun TV berbahasa Arab Al-Jazeera atau al-Arabia, tetapi mereka takut terlihat oleh pemerintah Bagdad yang dijaga oleh tentara Amerika dan sekutunya. Penerjemah wartawan Australia yang menerima rekaman itu mengatakan ada dua orang yang berbicara dengan aksen Tikrit (memberikan kaset itu). Analis intelijen Amerika mulai mempelajari rekaman itu untuk memastikan apakah benar suara Saddam Husein. Tetapi pejabat senior pada pemerintah Amerika mengatakan bahwa ini membutuhkan waktu, karena pemerintah AS hanya menerima kopi rekaman yang diambil dari situs Internet harian Australia. Mengenai isu sanksi terhadap Irak, Rusia dan Prancis menunjukan sikap tidak yakin terhadap rencana Amerika. Mereka berpendapat, sanksi internasional seharusnya tidak usah diangkat sampai Inspektur Persenjataan PBB membuktikan Irak bebas dari senjata pembunuh massal. Kendati demikian Presiden Bush tetap mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan sangsi ekonomi kepada Irak, karena saat ini pemerintah Saddam sudah tidak berkuasa lagi. Bush mengatakan, Kami percaya harus ada kerjasama yang baik untuk memperlancar proses rekonstruksi di Irak. Itu dikatakannya dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Spanyol Jose Mara Aznar. Atmosfer di Irak sebelum perang telah berubah, dan masyarakat saat ini menginginkan yang terbaik, kata Bush. Pemerintah As telah mengirimkan diplomat seniornya ke Rusia dan Jerman untuk mengabarkan isu ini, dan menteri Luar Negeri AS, Collin Powell sedang mempersiapkan perjalanan terpisah ke kedua negara untuk minggu depan. Pemerintah AS telah berusaha mengirimkan pasukan perdamaian internasional untuk mengambil alih proses penegakan hukum dan rekonstruksi di Irak. Aznar menjamin kalau Spanyol akan mengirimkan 1.500 tentaranya untuk mengambil bagian dalam proses stabilisasi di Irak, tetapi mereka dilarang terlibat dalam pertempuran. Sementara sangsi PBB terhadap Irak masih ada, departemen keuangan Amerika mengatakan akan melanjutkan beberapa aktivitas yang pernah dilarang. Misalnya, pemerintah AS saat ini mengizinkan masyarakat AS mengirimkan dananya sampai US$ 500 per bulan ke seluruh Irak, membiarkan kontraktor AS mengimpor barang-barang yang dibutuhkan dalam proyek rekonstruksi tersebut, dan melonggarkan kebijakan dalam masalah kemanusiaan di Irak. (Detrizki TNR)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.