Rudal Rusia Hantam Apartemen di Wilayah Caplokan, Petinggi Militer Dikecam

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Tim penyelamat di sebuah apartemen yang terkena rudal Rusia, di Zaporizhzhia, Ukraina 6 Oktober 2022. REUTERS/Stringer

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah rudal Rusia menghancurkan blok apartemen di wilayah Ukraina yang telah dicaplok Moskow hingga menewaskan tujuh orang, Kamis, 6 Oktober 2022.

Serangan rudal di kota Zaporizhzhia di wilayah selatan dengan nama yang sama membuat beberapa orang terkubur di bawah puing-puing, kata gubernur regional. Dia menambahkan setidaknya lima orang hilang.

Baca juga Putin Akan 'Menstabilkan' 4 Wilayah Caplokan

Tidak ada komentar segera dari Rusia, yang invasinya ke Ukraina mulai terurai setelah serangan balasan Ukraina di mana ribuan mil persegi wilayah telah direbut kembali sejak awal September, termasuk puluhan permukiman dalam beberapa hari terakhir.

Ribuan tentara Rusia telah mundur setelah garis depan runtuh, pertama di timur laut, dan, sejak awal minggu ini di selatan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan dalam pidato video pada hari Kamis bahwa pasukan Kyiv merebut kembali lebih dari 500 kilometer persegi (195 mil persegi) wilayah dan puluhan pemukiman di wilayah Kherson selatan saja pada bulan Oktober.

Dalam kritik publik yang jarang, tetapi berkembang, terhadap pejabat tinggi militer Rusia, Kirill Stremousov, wakil kepala pemerintahan yang didukung Rusia di wilayah Kherson, mengecam "jenderal dan menteri" di Moskow karena gagal memahami masalah di garis depan.

Tidak ada komentar langsung dari kementerian pertahanan Rusia.

Ketidakpuasan mulai muncul di antara pembawa acara TV pemerintah yang loyal.

"Tolong jelaskan padaku apa ide jenius staf umum sekarang?" kata Vladimir Solovyov, salah satu pembawa acara talk show Rusia paling terkemuka, di saluran streaming langsungnya.

"Apakah Anda pikir waktu ada di pihak kita? Mereka (Ukraina) telah meningkatkan jumlah senjata mereka secara besar-besaran... Tapi apa yang telah Anda lakukan selama itu?"

Apartemen 5 Lantai Runtuh

Gambar-gambar setelah serangan rudal hari Kamis menunjukkan lubang menganga yang dipenuhi puing-puing di mana sebuah blok apartemen lima lantai dulu berdiri di sebelah toko anggur.

Wartawan Reuters melihat petugas pemadam kebakaran membawa ayah dan anak menuruni tangga dan berbicara dengan seorang pria tua yang masih terperangkap di bawah puing-puing.

Eduard, seorang pria berusia 49 tahun yang selamat dari serangan itu, mengatakan dia terbangun sekitar pukul lima pagi oleh ledakan kuat. "Kamar dipenuhi asap dan debu. Saya melompat untuk melihat apa yang terjadi," katanya.

Gubernur regional Starukh mengatakan kru darurat telah menyelamatkan 21 orang. Dia sebelumnya menyebutkan jumlah korban cedera 12 orang, termasuk seorang anak berusia tiga tahun.

Baca juga Volodymyr Zelensky Klaim Rebut Wilayah yang Dicaplok Rusia

Dalam pidato online di forum kerjasama keamanan dan energi baru Komunitas Politik Eropa, Zelenskiy menuduh Rusia sengaja menargetkan tempat yang sama dua kali berturut-turut.

"Di Zaporizhzhia, setelah serangan roket pertama hari ini, ketika orang-orang datang untuk membongkar puing-puing, Rusia melakukan serangan roket kedua. Kekejaman mutlak, kejahatan mutlak."

Moskow mengatakan tidak sengaja menargetkan warga sipil.

Dalam sambutannya kepada Lowy Institute Australia, Zelenskiy mengatakan NATO harus meluncurkan serangan pencegahan ke Rusia untuk mencegah penggunaan senjata nuklirnya. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengecam komentar itu sebagai "seruan untuk memulai perang dunia lain dengan konsekuensi mengerikan yang tidak dapat diprediksi," menurut kantor berita RIA.

Serangan rudal Zaporizhzhia terjadi sehari setelah Putin menandatangani undang-undang untuk memasukkan empat wilayah Ukraina yang diduduki sebagian ke Rusia, termasuk Zaporizhzhia, dalam upaya pencaplokan terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Kyiv menyebut undang-undang baru itu sebagai "rumah gila kolektif".

Rusia bergerak untuk mencaplok wilayah tersebut setelah mengadakan apa yang disebutnya referendum - yang dikecam oleh Kyiv dan pemerintah Barat sebagai ilegal dan memaksa.

Pasukan Rusia Ledakkan Bendungan untuk Cegah Ukraina Maju 

Di wilayah Kharkiv di timur laut, seorang jenderal Ukraina mengatakan pada hari Kamis bahwa pasukan Kyiv telah maju hingga sekitar 55 km  selama dua minggu terakhir.

Di wilayah Donetsk timur, Staf Umum Ukraina mengatakan pasukan Rusia meledakkan sebuah bendungan di dekat kota Sloviansk saat mereka mundur, membanjiri kota terdekat Raihorodok. Pasukan Rusia bertahani di sekitar kota Bakhmut yang babak belur di dekatnya.

Reuters






AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

39 menit lalu

AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

Menlu AS Antony Blinken mengatakan Amerika memberikan perhatian khusus kepada China, Iran, dan Rusia, di bawah Undang-undang Kebebasan Beragama.


Sanna Marin Sebut Perang Ukraina Menunjukkan Eropa Terlalu Bergantung ke Amerika Serikat

8 jam lalu

Sanna Marin Sebut Perang Ukraina Menunjukkan Eropa Terlalu Bergantung ke Amerika Serikat

Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin menyatakan, Invasi Rusia ke Ukraina telah menunjukkan Eropa terlalu bergantung pada Amerika Serikat untuk masalah keamanannya sendiri.


Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

22 jam lalu

Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

Di antara aset yang dibekukan itu adalah 15 unit properti milik lembaga dan individu asal Rusia yang masuk daftar sanksi


Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

23 jam lalu

Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

Sejumlah pendeta Kristen orthodox dari Kyiv Pechersk Lavra dibawa ke meja hijau atas tuduhan telah mengglorifikasi Rusia


Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

1 hari lalu

Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

Jerman mengirimkan 7 tank tua Gepard ke Ukraina musim semi ini, menambah 30 tank pertahanan udara yang sudah digunakan untuk melawan Rusia


Komisi Eropa Tak Mau Minta Maaf karena Ungkap Jumlah Korban Tewas di Perang Ukraina

1 hari lalu

Komisi Eropa Tak Mau Minta Maaf karena Ungkap Jumlah Korban Tewas di Perang Ukraina

Komisi Eropa merasa tidak perlu meminta maaf ke Ukraina terkait ucapan Ursula Von Der Leyen, yang mengklaim militer Ukraina kehilangan 100 ribu jiwa


2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

1 hari lalu

2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

NUG sebagai pemerintah sipil Myanmar yang diakui dunia, juga mendesak sekutu untuk memberikan bantuan militer seperti halnya Ukraina


Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

1 hari lalu

Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

Serbia menunjuk Aleksandar Vulin, mantan mendagri pro-Rusia sebagai kepala badan intelijen


Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

1 hari lalu

Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

Zelensky berbicara setelah pertukaran tahanan baru dengan pasukan Rusia dan pro-Rusia.


Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

1 hari lalu

Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

Angkatan bersenjata Ukraina telah kehilangan antara 10.000 dan 13.000 tentara dalam perang, Rusia diperkirakan kehilangan 15 ribu tentaranya