Putin Akan 'Menstabilkan' 4 Wilayah Caplokan

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Denis Pushilin, Leonid Pasechnik, Vladimir Saldo, Yevgeny Balitsky, yang merupakan pemimpin Rusia di wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia Ukraina, menghadiri konser menandai pencaplokan empat wilayah yang dikuasai Rusia. Wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia Ukraina, setelah mengadakan apa yang disebut otoritas Rusia sebagai referendum di wilayah pendudukan Ukraina yang dikutuk oleh Kyiv dan pemerintah di seluruh dunia, di Lapangan Merah di Moskow, Rusia, 30 September 2022. REUTERS/REUTERS PHOTOGRAPHER

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan menstabilkan situasi di empat wilayah Ukraina yang dicaploknya, sebuah pengakuan tidak langsung atas tantangan yang dihadapi untuk menegaskan kendalinya.

Pasukan Rusia menderita kerugian signifikan di dua dari empat wilayah itu sejak Rabu lalu, ketika Putin menandatangani perjanjian untuk memasukkan mereka ke Rusia setelah apa yang disebut referendum - upaya yang dikecam Ukraina dan Barat sebagai pemaksaan dan ilegal.

Baca juga Putin Meresmikan Aneksasi Empat Wilayah Ukraina

"Kami melanjutkan dari fakta bahwa situasi akan stabil, kami akan dapat dengan tenang mengembangkan wilayah ini," kata Putin dalam sambutan yang disiarkan televisi, seperti dikutip Reuters, Jumat, 7 Oktober 2022i.

Sebelumnya juru bicara Kremlin mengatakan, keempat wilayah menghadapi proses adaptasi yang intensif, dan itu akan sulit.

Rusia tidak sepenuhnya mengendalikan salah satu dari empat wilayah. Di dua di antaranya, belum menentukan batas wilayah yang diklaimnya.

Putin, yang berbicara pada upacara penghargaan untuk para guru, juga mengatakan bahwa dia sangat menghormati rakyat Ukraina.

"Kami selalu, dan bahkan hari ini, terlepas dari tragedi saat ini, sangat menghormati rakyat Ukraina, budaya Ukraina, bahasa, sastra, dan sebagainya," katanya.

Puluhan ribu orang telah tewas dan jutaan orang Ukraina mengungsi dari rumah dan negara mereka sejak Putin memerintahkan invasi Rusia pada 24 Februari 2022.

Reuters 

Baca juga Rusia Telah Rekrut 200.000 Orang untuk Wajib Militer ke Ukraina






Sanna Marin Sebut Perang Ukraina Menunjukkan Eropa Terlalu Bergantung ke Amerika Serikat

8 jam lalu

Sanna Marin Sebut Perang Ukraina Menunjukkan Eropa Terlalu Bergantung ke Amerika Serikat

Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin menyatakan, Invasi Rusia ke Ukraina telah menunjukkan Eropa terlalu bergantung pada Amerika Serikat untuk masalah keamanannya sendiri.


Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

22 jam lalu

Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

Di antara aset yang dibekukan itu adalah 15 unit properti milik lembaga dan individu asal Rusia yang masuk daftar sanksi


Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

23 jam lalu

Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

Sejumlah pendeta Kristen orthodox dari Kyiv Pechersk Lavra dibawa ke meja hijau atas tuduhan telah mengglorifikasi Rusia


Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

23 jam lalu

Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

Jerman mengirimkan 7 tank tua Gepard ke Ukraina musim semi ini, menambah 30 tank pertahanan udara yang sudah digunakan untuk melawan Rusia


Komisi Eropa Tak Mau Minta Maaf karena Ungkap Jumlah Korban Tewas di Perang Ukraina

1 hari lalu

Komisi Eropa Tak Mau Minta Maaf karena Ungkap Jumlah Korban Tewas di Perang Ukraina

Komisi Eropa merasa tidak perlu meminta maaf ke Ukraina terkait ucapan Ursula Von Der Leyen, yang mengklaim militer Ukraina kehilangan 100 ribu jiwa


2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

1 hari lalu

2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

NUG sebagai pemerintah sipil Myanmar yang diakui dunia, juga mendesak sekutu untuk memberikan bantuan militer seperti halnya Ukraina


Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

1 hari lalu

Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

Serbia menunjuk Aleksandar Vulin, mantan mendagri pro-Rusia sebagai kepala badan intelijen


Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

1 hari lalu

Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

Zelensky berbicara setelah pertukaran tahanan baru dengan pasukan Rusia dan pro-Rusia.


Biden: Saya Siap Berbicara dengan Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

1 hari lalu

Biden: Saya Siap Berbicara dengan Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

Biden menempatkan tanggung jawab untuk mengakhiri perang, yang dimulai dengan invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, kepada Putin.


Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

1 hari lalu

Ukraina Kehilangan 10 Ribu - 13 Ribu Tentara, Rusia Lebih Banyak?

Angkatan bersenjata Ukraina telah kehilangan antara 10.000 dan 13.000 tentara dalam perang, Rusia diperkirakan kehilangan 15 ribu tentaranya