Diperebutkan Rusia dan Ukraina, IAEA: PLTN Zaporizhzhia Rapuh

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Anggota misi ahli Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia selama konflik Ukraina-Rusia di luar Enerhodar di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina, 1 September 2022 D. Candano Laris/International Atomic Energy Agency (IAEA)/Handout via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyebut situasi pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN Zaporizhzhia di Ukraina saat ini tengah rapuh. Pengawas nuklir PBB itu khususnya menyoroti pasokan listrik yang memprihatinkan ke pabrik tersebut, di tengah klaim kontrol dari Rusia dan Ukraina.

"Situasi sehubungan dengan kekuatan (listrik) eksternal terus menjadi sangat genting. Kita memiliki kekuatan eksternal saat ini. Akan tetapi saya akan mengatakan (keadaan PLTN Zaporizhzhia) rapuh, hanya ada satu jalur pasokan yang mengalir pabrik," kata Grossi melalui telepon dari Ukraina kepada Energy Intelligence Forum di London, Rabu, 5 Oktober 2022.

Baca juga  PLTN Zaporizhzhia Jadi Salah Satu Garis Depan Perang Rusia Ukraina: Ini Kronologinya

Grossi saat ini berada di Ukraina untuk konsultasi lebih lanjut mengenai persetujuan dan penerapan zona perlindungan aman di sekitar PLTN Zaporizhzhia. Dia juga akan mengunjungi Moskow minggu ini. 

Kantor berita milik negara Rusia TASS mengatakan dia mungkin juga mengunjungi PLTN Zaporizhzhia. Sebelumnya dia melawat ke komplek nuklir itu setelah ada penembakan, di mana Rusia dan Ukraina saling menyalahkan.

Saling Klaim Rusia-Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan untuk mengambil alih pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN Zaporizhzhia di Ukraina. Pihak Ukraina menyangkal, dengan menyatakan PLTN terbesar di Eropa itu sudah berada dalam kendalinya.

"Pabrik nuklir Zaporizhzhia sekarang berada di wilayah Federasi Rusia dan, oleh karena itu, harus dioperasikan di bawah pengawasan badan-badan terkait kami," kata Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Vershinin seperti dikutip Reuters dari kantor berita RIA, Kamis 6 Oktober 2022.

Sebelum pernyataan yang dikeluarkan Vershinin, Putin telah menandatangani dekret yang menyebut PLTN Zaporizhzhia sebagai "properti federal".

Rusia merebut PLTN Zaporizhzhia pada Maret lalu, tak lama setelah menyerang Ukraina, tetapi staf Ukraina terus mengoperasikannya. Setelah ada penembakan di komplek pabrik nuklir tersebut, wilayah itu menjadi fokus perhatian internasional karena kemungkinan bencana nuklir.

Pabrik tersebut terletak di wilayah Ukraina selatan. Zaporizhzhia adalah satu dari empat wilayah yang secara resmi dicaplok oleh Presiden Vladimir Putin ke Rusia.

Operator tenaga nuklir Rusia, Rosenergoatom, mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa pihaknya akan melakukan penilaian mengenai cara memperbaiki kerusakan. Badan itu juga sedang memikirkan upaya memindahkan semua karyawan Ukraina yang ada ke organisasi baru milik Rusia.

"Organisasi operasi baru dirancang untuk memastikan operasi yang aman dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan kegiatan profesional personel pembangkit yang ada," kata Rosenergoatom.

Penasihat Presiden Volodymyr Zelensky, Mykhailo Podolyak, menyebut "upaya hukum" Putin menuntut respons cepat. Dia, melalui Twitter, menyerukan sanksi terhadap pemasok tenaga nuklir milik negara Rosatom. Dia juga menuntut penghentian semua pembangunan fasilitas nuklir dengan Rosatom dan penolakan setiap kemitraan nuklir dengan Rusia.

Kepala perusahaan energi nuklir negara Ukraina, Energoatom, mengatakan dia mengambil alih PLTN Zaporizhzhia. Dia mendesak para pekerja di sana untuk tidak menandatangani dokumen apa pun dengan penjajah Rusia.

"Semua keputusan lebih lanjut mengenai pengoperasian stasiun akan dibuat langsung di kantor pusat Energoatom. Kami akan terus bekerja di bawah hukum Ukraina, di dalam sistem energi Ukraina, di dalam Energoatom," kata Petro Kotin dalam sebuah video.

REUTERS, THE MOSCOW TIMES

Baca juga Putin Perintahkan PLTN Zaporizhzhia Diambil Alih Rusia, Ukraina Bertahan






Rusia: Batas Harga Minyak Tak Halangi Operasi Militer di Ukraina

6 jam lalu

Rusia: Batas Harga Minyak Tak Halangi Operasi Militer di Ukraina

Rusia menegaskan bahwa batasan harga minyak yang ditetapkan Barat hanya akan mengacaukan pasar energi global.


Volodymyr Zelensky Minta Warga Ukraina Tabah Lalui Musim Dingin dalam Gelap

12 jam lalu

Volodymyr Zelensky Minta Warga Ukraina Tabah Lalui Musim Dingin dalam Gelap

Presiden Volodymyr Zelensky menyerukan kepada warga Ukraina supaya dapat bersabar dan kuat dalam menghadapi kerasnya musim dingin.


Jokowi Ingin Inflasi Ditangani seperti Covid-19, Tito: Setiap Minggu Dibahas dan Dievaluasi

13 jam lalu

Jokowi Ingin Inflasi Ditangani seperti Covid-19, Tito: Setiap Minggu Dibahas dan Dievaluasi

Jokowi mengklaim upaya pemerintah mengendalikan inflasi di Tanah Air sudah detail dan cukup berhasil.


Warga Italia Memprotes Rencana Pengiriman Senjata ke Ukraina

16 jam lalu

Warga Italia Memprotes Rencana Pengiriman Senjata ke Ukraina

Demonstran mengutuk Pemerintah Italia karena memperbaharui sebuah dekrit yang mengizinkan pengiriman sejumlah senjata ke Ukraina sampai 2024


Ukraina Tuding Rusia di Balik Teror Mata Binatang Kedubes di Eropa dan AS

17 jam lalu

Ukraina Tuding Rusia di Balik Teror Mata Binatang Kedubes di Eropa dan AS

Kedubes Ukraina di Eropa dan Amerika Serikat mendapat teror bom surat dan paket mata binatang. Rusia diduga berada di balik teror tersebut.


Pencuri Jebol Dinding Ambil Lukisan Mural Karya Bansky tentang Perang Ukraina

18 jam lalu

Pencuri Jebol Dinding Ambil Lukisan Mural Karya Bansky tentang Perang Ukraina

Sekelompok orang mencoba mengambil mural karya seniman grafiti Banksy di Kyiv, Ukraina dengan mencongkelnya dari dinding tempat lukisan itu.


Putin Jatuh dari Tangga hingga Tak Sengaja BAB, Kesehatannya Disorot

19 jam lalu

Putin Jatuh dari Tangga hingga Tak Sengaja BAB, Kesehatannya Disorot

Putin tergelincir dari tangga rumahnya di Moskow. Kabar bahwa Putin sakit keras kembali menjadi sorotan.


Miliarder Rusia Mikhail Fridman Konfirmasi Tidak Ditahan Inggris

1 hari lalu

Miliarder Rusia Mikhail Fridman Konfirmasi Tidak Ditahan Inggris

Miliarder Mikhail Fridman pada Sabtu, 3 Desember 2022, mengumumkan kalau dia dalam kondisi baik-baik saja, tidak dalam kondisi ditahan Inggris


Vladimir Putin Dianggap Tidak Tulus Ingin Dialog Damai dengan Ukraina

1 hari lalu

Vladimir Putin Dianggap Tidak Tulus Ingin Dialog Damai dengan Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin disebut Victoria Nuland tidak tulus tentang niat melakukan dialog damai dengan Ukraina saat ini.


Barat Batasi Harga Minyaknya, Rusia Siapkan Tanggapan

1 hari lalu

Barat Batasi Harga Minyaknya, Rusia Siapkan Tanggapan

Rusia tidak akan terima pembatasan harga minyak secara sepihak oleh Barat dan sedang menyiapkan tanggapan.