Xi Jinping Diprediksi Akan Lebih Menekan Taiwan Jika Terpilih Jadi Presiden

Reporter

Presiden Cina, Xi Jiping, menginspeksi latihan perang Angkatan Laut PLA di Laut Cina Selatan, Kamis, 12 April 2018. CNN -- Xinhua

TEMPO.CO, Jakarta - Taiwan memprediksi pemaksaan dan intimidasi dari Cina akan meningkat begitu Presiden Cina Xi Jinping mengambil masa jabatan ketiganya. Berbicara kepada anggota parlemen, Chiu Tai-san, kepala Dewan Urusan Daratan Taiwan yang membuat kebijakan China, mengatakan Xi akan lebih mengkonsolidasikan kekuasaannya di kongres Partai Komunis Cina. 

Perombakan kepemimpinan Beijing yang terjadi sekali dalam lima tahun sekali akan ditetapkan lewat kongres Partai Komunis yang akan dimulai pada 16 Oktober. Presiden Xi siap memecahkan rekor dan mengamankan masa kepemimpinannya untuk ketiga kali.

Presiden China Xi Jinping, mengunjungi sebuah kawasan industri yang memproduksi cetakan dan suku cadang otomotif kelas atas di Ningbo, Provinsi Zhejiang, China timur, 29 Maret 2020. Presiden Xi melakukan inspeksi terhadap proses pelanjutan kembali pekerjaan dan produksi di Zhejiang. Xinhua/Yan Yan

Cina memandang Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayah kesatuan Cina. Negeri Tirai Bambu itu telah meningkatkan tekanan militer dan politik di Taiwan untuk menegaskan klaim kedaulatan, termasuk mengadakan latihan perang di dekat Taiean pada Agustus 2022, setelah Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi kunjungan kerja ke Taipei.

"Setelah itu, kekuatan Partai Komunis Cina akan berkembang secara bertahap, seiring dengan penekanan terus-menerus untuk mendorong proses reunifikasi dalam strategi pengembangannya. Kami percaya bahwa pekerjaan otoritas Beijing di Taiwan telah memasuki tahap memperkuat praktik yang disebut 'anti-kemerdekaan dan mempromosikan reunifikasi," kata Chiu.

Chiu menambahkan Cina akan menggunakan pemaksaan dan intimidasi, zona abu-abu, dan hukum internasional untuk mengganggu dan menghalangi interaksi dan kerja sama Taiwan dengan komunitas internasional agar Taiwan tak lepas dari Cina.

Baca juga: AS Keluarkan Visa Menlu Sergei Lavrov di Hari Pembukaan Sidang PBB

Berbicara pada sesi paralel di parlemen, Direktur Jenderal Biro Keamanan Nasional Taiwan Chen Ming-tong mengatakan Xi menggunakan Taiwan sebagai cara untuk tetap berkuasa.

"Sudah menjadi posisinya bahwa masalah Taiwan tidak dapat diteruskan ke generasi berikutnya lagi, jadi dia menggunakan masalah Taiwan sebagai alasan untuk memperpanjang masa jabatannya. Akibatnya dia tidak bisa berbuat apa-apa tentang Taiwan. Namun, jika dia menyelesaikan masalah Taiwan maka dia tidak punya alasan untuk masa jabatan lain," kata Chen.

Cina tidak pernah menggunaan kekuatan militer untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya, tetapi berjanji akan berusaha melakukan penyatuan kembali secara damai dengan Taiwan di bawah model "satu negara, dua sistem".

Jajak pendapat mengungkap semua partai politik utama di Taiwan menolak proposal itu dan hampir tidak ada dukungan publik.

Kantor Urusan Taiwan-Cina tidak mau berkomentar perihal ini. Cina sedang libur nasional selama seminggu saat berita ini diturunkan. 

Cina menolak untuk berbicara dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen yang terpilih kembali pada 2020 setelah Tsai berjanji melawan Beijing. Cina percaya bahwa Tsai adalah seorang separatis. Tsai telah berulang kali menawarkan pembicaraan berdasarkan kesetaraan dan saling menghormati.

REUTERS | NESA AQILA

Baca juga: CSIS Yakin Kasus TNI Mutilasi Warga Papua Tak Ganggu KTT G20

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini






Cina Berkabung, Xiaomi, iQOO, Huawei, MediaTek Tunda Rilis Produk

57 menit lalu

Cina Berkabung, Xiaomi, iQOO, Huawei, MediaTek Tunda Rilis Produk

Xiaomi dkk merespons suasana berkabung di Cina karena Jiang Zemin, mantan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina, berpulang.


Xi Jinping Minta Uni Eropa Tak Keliru Menilai China

3 jam lalu

Xi Jinping Minta Uni Eropa Tak Keliru Menilai China

Presiden Xi Jinping menyatakan China akan memperkuat komunikasi dan koordinasi strategis dengan Uni Eropa.


Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

6 jam lalu

Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

Rupiah menutup perdagangan Kamis, 1 Desember 2022 dengan penguatan 169 poin di level Rp 15.563 per dolar AS.


Arab Saudi Merapat ke China, Xi Jinping Kunjungi Riyadh Pekan Depan

7 jam lalu

Arab Saudi Merapat ke China, Xi Jinping Kunjungi Riyadh Pekan Depan

Arab Saudi akan menjadi tuan rumah KTT China-Arab pada 9 Desember 2022. Xi Jinping akan tiba di Riyadh pada 7 Desember.


Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

14 jam lalu

Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

Warga Cina yang menetap di Sydney hingga Toronto ikut melakukan aksi protes terhadap aturan Covid-19 dengan menyerukan Cina yang bebas


Jiang Zemin Antar China Jadi Kaya Raya sekaligus Ciptakan Ketimpangan

15 jam lalu

Jiang Zemin Antar China Jadi Kaya Raya sekaligus Ciptakan Ketimpangan

Jiang Zemin merangkul pengusaha, memelihara pasar, dan mengentaskan kemiskinan bagi jutaan orang, sekaligus menciptakan ketimpangan


MTI Beberkan Syarat Jumlah Penumpang Kereta Cepat Mencapai Target

15 jam lalu

MTI Beberkan Syarat Jumlah Penumpang Kereta Cepat Mencapai Target

Ketua MTI Djoko Setijowarno mengatakan aksesbilitas transportasi umum menjadi keberhasilan dalam menjaring penumpang kereta cepat Jakarta-Bandung.


Diprotes Warganya, Bagaimana Kebijakan Zero Covid-19 di Cina Berjalan?

18 jam lalu

Diprotes Warganya, Bagaimana Kebijakan Zero Covid-19 di Cina Berjalan?

Kebijakan zero COVID-19 Cina adalah upaya untuk mencegah penyebaran komunitas dari virus corona. Tujuannya adalah untuk menjaga kasus mendekati nol.


Berjuang Melawan Leukemia, Mantan Presiden China Jiang Zemin Meninggal di Usia 96

1 hari lalu

Berjuang Melawan Leukemia, Mantan Presiden China Jiang Zemin Meninggal di Usia 96

Jiang Zemin mengambil alih kekuasaan setelah penumpasan berdarah Tiananmen dan memimpin China menjadi kekuatan ekonomi dunia.


Protes Covid-19 Meletus di Guangzhou, Kemarahan Warga Memuncak

1 hari lalu

Protes Covid-19 Meletus di Guangzhou, Kemarahan Warga Memuncak

Dalam satu video yang diunggah di Twitter, puluhan polisi antihuru-hara Guangzhou dengan baju hazmat tampak memegang perisai di atas kepala mereka.