Kazakhstan Tolak Permintaan Rusia Usir Duta Besar Ukraina

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menghadiri sesi Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) pada 17 Juni 2022 [Maxim Shemetov/Reuters]

TEMPO.CO, Jakarta - Kazakhstan menolak permintaan Rusia untuk mengusir duta besar Ukraina pada Rabu, 5 Oktober 2022 lantaran mengecam Moskow dengan nada yang dinilai tidak pantas, serta komentar tentang pembunuhan orang Rusia.

Hubungan Rusia dengan Kazakhstan dan beberapa negara bekas anggota Uni Soviet menjadi tegang selama perang di Ukraina, terutama karena upaya Presiden Vladimir Putin untuk mengingkari perjanjian perbatasan pasca-Uni Soviet di timur negara itu.

Ketegangan meningkat setelah duta besar Ukraina di Astana, Petro Vrublevskiy, mengatakan pada Agustus lalu dalam sebuah wawancara dengan seorang blogger lokal, yang mengacu pada perang di Ukraina, bahwa "semakin banyak orang Rusia yang kita bunuh sekarang, semakin sedikit dari mereka yang harus dibunuh oleh anak-anak kita".

Rusia menuntut agar Kazakhstan mengusir diplomat itu, tetapi Astana malah meminta Kyiv untuk menggantikannya, mengatakan kepadanya bahwa komentarnya tidak dapat diterima untuk negara dengan etnis minoritas Rusia yang besar.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Selasa, 4 Oktober 2022 mengatakan bahwa Moskow marah dengan kenyataan Vrublevskiy masih di Astana, dan telah memanggil duta besar Kazakhstan.

Juru bicara Kemenlu Kazakhstan Aibek Smadiyarov pada Rabu menyebut nada Zakharova, "tidak sesuai dengan sifat hubungan antara Kazakhstan dan Rusia sebagai mitra strategis yang setara", menambahkan bahwa duta besar Rusia pada gilirannya akan dipanggil Kementerian Kazakhstan.

Smadiyarov mengatakan Vrublevskiy akan meninggalkan Kazakhstan begitu duta besar Ukraina yang baru ditempatkan.

Kazakhstan secara tradisional mempertahankan hubungan ekonomi dan keamanan yang erat dengan Rusia, tetapi menjauhkan diri dari Moskow setelah menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

Astana telah menyerukan penyelesaian konflik secara damai - yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus" - dan menolak untuk mengakui referendum di mana Rusia mencaplok bagian Ukraina.

REUTERS | NESA AQILA






Zelensky Tantang Elon Musk Datang ke Ukraina, Tolak Damai dengan Rusia

5 jam lalu

Zelensky Tantang Elon Musk Datang ke Ukraina, Tolak Damai dengan Rusia

Zelensky menolak usulan Elon Musk soal perdamaian dengan Rusia. Ia menyuruh Elon Musk untuk datang ke Ukraina.


Joe Biden Calonkan Lynne Tracy Jadi Duta Besar Amerika untuk Rusia

8 jam lalu

Joe Biden Calonkan Lynne Tracy Jadi Duta Besar Amerika untuk Rusia

Duta Besar Amerika Serikat untuk Rusia saat ini menjadi salah satu jabatan diplomatik Amerika yang paling penting dan menantang.


Bintang TV Bear Grylls Mendadak Muncul di Ukraina

8 jam lalu

Bintang TV Bear Grylls Mendadak Muncul di Ukraina

Bear Grylls kemungkinan ingin memfilmkan kesulitan yang dialami warga Ukraina atau ingin menguji keterampilan bertahan hidup di medan perang


Mantan Presiden China Jiang Zemin Wafat, Putin: Dia Teman Baik Rusia

8 jam lalu

Mantan Presiden China Jiang Zemin Wafat, Putin: Dia Teman Baik Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin adalah salah satu pemimpin dunia pertama yang memberikan penghormatan terakhir terhadap eks presiden China Jiang Zemin


Patung Catherine yang Agung dari Kekaisaran Rusia Dipindahkan

9 jam lalu

Patung Catherine yang Agung dari Kekaisaran Rusia Dipindahkan

Dewan Kota Odesa di selatan Ukraina memutuskan untuk merelokasi ke museum patung Catherine yang Agung dari Rusia.


Menlu Rusia Buka Suara Soal Nuklir, Hindari Konfrontasi dengan Negara Besar

11 jam lalu

Menlu Rusia Buka Suara Soal Nuklir, Hindari Konfrontasi dengan Negara Besar

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menekankan pentingnya menghindari segala jenis konfrontasi militer antara kekuatan nuklir.


Bom Surat di Kedubes Ukraina di Spanyol Meledak, Seorang Pegawai Terluka

12 jam lalu

Bom Surat di Kedubes Ukraina di Spanyol Meledak, Seorang Pegawai Terluka

Sebuah bom yang dikirim melalui surat meledak di Kedubes Ukraina di Spanyol. Seorang petugas keamanan terluka.


PBB Upayakan Ekspor Amonia dari Rusia ke Ukraina Dibuka Lagi

13 jam lalu

PBB Upayakan Ekspor Amonia dari Rusia ke Ukraina Dibuka Lagi

Amonia adalah bahan utama untuk pupuk nitrat. PBB sedang mengupayakan agar ekspor ammonia berjalan lagi.


NATO: Putin Paksa Warga Ukraina Membeku di Musim Dingin

16 jam lalu

NATO: Putin Paksa Warga Ukraina Membeku di Musim Dingin

Pemimpin NATO Jens Stoltenberg menyebut Putin menggunakan musim dingin yang turun sebagai "senjata perang".


Rusia Punya 6.000 Hulu Ledak, Bakal Fokus Kembangkan Senjata Nuklir 2023

17 jam lalu

Rusia Punya 6.000 Hulu Ledak, Bakal Fokus Kembangkan Senjata Nuklir 2023

Rusia akan fokus mengembangkan senjata nuklir tahun depan dengan membangun infrastruktur.