Rusia Aneksasi Wilayah Ukraina, Indonesia Tak Berani Bersikap Tegas?

Reporter

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan pidato saat kampanye dan konser yang menandai ulang tahun keempat aneksasi Rusia di Manezhnaya Square di Moskow, Rusia, 18 Maret 2018. REUTERS/Grigory Dukor

TEMPO.CO, Jakarta- Pernyataan Indonesia dalam menanggapi aneksasi empat wilayah Ukraina oleh Rusia dianggap masih bersayap.

Menurut ahli politik internasional dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Fitriani, penilaian ini diambil setelah memperhatikan tanggapan Kementerian Luar Negeri RI ihwal pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Rusia seperti diumumkan oleh Presiden Vladimir Putin di Kremlin pada Jumat, 30 September 2022. 

Fitriani menyebut sikap Indonesia mengenai aneksasi empat wilayah Ukraina - Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia masih bisa dipahami berbeda. Sebab tidak secara eksplisit menyebut Rusia, negara yang melakukan pencaplokan itu.

"Indonesia untuk saat ini perlu menyatakan ketidaksetujuannya atas aneksasi 4 wilayah (Ukraina oleh Rusia)," kata Fitriani kepada Tempo, Selasa, 4 Oktober 2022.

"Dengan tidak menyebutkan nama negara yang dimaksud, pernyataan Indonesia dapat disalahartikan. Indonesia bisa dianggap mendukung Rusia dan meminta Ukraina menghormati pernyataan kedaulatan Rusia atas 4 wilayah tersebut," katanya menambahkan.

Dalam pernyataannya, Kemlu menegaskan posisi Indonesia menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain. Di keterangan yang dibagikan melalui Twitter, Kemlu memang tidak menyebut kata 'Rusia' atau mengecam negara tersebut atas pencaplokannya terhadap wilayah Ukraina. 

"Referendum tersebut melanggar prinsip piagam PBB dan hukum internasional. Referendum itu akan semakin menyulitkan penyelesaian konflik melalui perundingan dan akibatkan perang semakin berkepanjangan, yang akan merugikan semua pihak," tulis Kemlu RI di Twitter, Minggu, 2 Oktober 2022.

Fitriani menilai, RI selalu berusaha untuk menjalankan doktrin kebijakan luar negeri bebas aktif sehingga memegang prinsip damai dan inklusif. Rangkaian cuitan Kemlu itu dianggap senafas dengan pernyataan kementerian tersebut pada awal konflik terjadi.

Lawatan Presiden RI Joko Widodo dan diplomasi ulang-aliknya ke Moskow dan Kyiv pada Juli lalu, menurut Fitriani, adalah salah satu upaya untuk menciptakan perdamaian dunia.

Namun peneliti CSIS itu menyebut, pernyataan Putin yang mengambil alih empat wilayah Ukraina membuat peta kekuasaan kembali berubah dan Indonesia perlu untuk menyatakan kekhawatirannya.






Zelensky Tantang Elon Musk Datang ke Ukraina, Tolak Damai dengan Rusia

3 jam lalu

Zelensky Tantang Elon Musk Datang ke Ukraina, Tolak Damai dengan Rusia

Zelensky menolak usulan Elon Musk soal perdamaian dengan Rusia. Ia menyuruh Elon Musk untuk datang ke Ukraina.


Joe Biden Calonkan Lynne Tracy Jadi Duta Besar Amerika untuk Rusia

6 jam lalu

Joe Biden Calonkan Lynne Tracy Jadi Duta Besar Amerika untuk Rusia

Duta Besar Amerika Serikat untuk Rusia saat ini menjadi salah satu jabatan diplomatik Amerika yang paling penting dan menantang.


Bintang TV Bear Grylls Mendadak Muncul di Ukraina

7 jam lalu

Bintang TV Bear Grylls Mendadak Muncul di Ukraina

Bear Grylls kemungkinan ingin memfilmkan kesulitan yang dialami warga Ukraina atau ingin menguji keterampilan bertahan hidup di medan perang


Mantan Presiden China Jiang Zemin Wafat, Putin: Dia Teman Baik Rusia

7 jam lalu

Mantan Presiden China Jiang Zemin Wafat, Putin: Dia Teman Baik Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin adalah salah satu pemimpin dunia pertama yang memberikan penghormatan terakhir terhadap eks presiden China Jiang Zemin


Patung Catherine yang Agung dari Kekaisaran Rusia Dipindahkan

8 jam lalu

Patung Catherine yang Agung dari Kekaisaran Rusia Dipindahkan

Dewan Kota Odesa di selatan Ukraina memutuskan untuk merelokasi ke museum patung Catherine yang Agung dari Rusia.


Menlu Rusia Buka Suara Soal Nuklir, Hindari Konfrontasi dengan Negara Besar

9 jam lalu

Menlu Rusia Buka Suara Soal Nuklir, Hindari Konfrontasi dengan Negara Besar

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menekankan pentingnya menghindari segala jenis konfrontasi militer antara kekuatan nuklir.


Bom Surat di Kedubes Ukraina di Spanyol Meledak, Seorang Pegawai Terluka

11 jam lalu

Bom Surat di Kedubes Ukraina di Spanyol Meledak, Seorang Pegawai Terluka

Sebuah bom yang dikirim melalui surat meledak di Kedubes Ukraina di Spanyol. Seorang petugas keamanan terluka.


PBB Upayakan Ekspor Amonia dari Rusia ke Ukraina Dibuka Lagi

11 jam lalu

PBB Upayakan Ekspor Amonia dari Rusia ke Ukraina Dibuka Lagi

Amonia adalah bahan utama untuk pupuk nitrat. PBB sedang mengupayakan agar ekspor ammonia berjalan lagi.


NATO: Putin Paksa Warga Ukraina Membeku di Musim Dingin

15 jam lalu

NATO: Putin Paksa Warga Ukraina Membeku di Musim Dingin

Pemimpin NATO Jens Stoltenberg menyebut Putin menggunakan musim dingin yang turun sebagai "senjata perang".


Rusia Punya 6.000 Hulu Ledak, Bakal Fokus Kembangkan Senjata Nuklir 2023

15 jam lalu

Rusia Punya 6.000 Hulu Ledak, Bakal Fokus Kembangkan Senjata Nuklir 2023

Rusia akan fokus mengembangkan senjata nuklir tahun depan dengan membangun infrastruktur.