Noam Chomsky: AS Harus Buka Ruang Dialog Rusia Ukraina

Reporter

Noam Chomsky. iop.harvard.edu

TEMPO.CO, Jakarta -Filsuf politik asal Amerika Serikat Noam Chomsky meminta Washington untuk berhenti bertindak seolah mencegah negosiasi di antara Rusia Ukraina. Chomsky menyebut posisi Amerika Serikat di Eropa timur melemahkan kemungkinan negosiasi.

"Semakin lama perang berlanjut, semakin banyak jendela yang ditutup," kata Chomsky di Democracy Now! bersama Amy Goodman, dikutip Selasa, 4 Oktober 2022.

Tensi perang Ukraina makin meninggi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu mengumumkan mobilisasi militer parsial untuk mendongkrak perang Ukraina. Warga Rusia banyak yang protes dan kabur dari tanah airnya karena menolak wajib militer.

Pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Rusia memanaskan ketegangan dua negara sama-sama bekas Uni Soviet itu. Tak lama setelahnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pengajuan jalur cepat keanggotaan blok militer Barat, NATO.

Amerika Serikat dan Inggris, menurut Chomsky, menahan negosiasi dengan tujuan melemahkan Rusia dengan segala konsekuensinya. Bapak Linguistik Modern itu mendesak, perdamaian harus jadi prioritas utama semua pihak sebab dampaknya dapat menutup semua faktor dari masalah kompleks ini.

"Apakah masih ada kemungkinan negosiasi? Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya. Yakni: mencoba. Jika Anda menolak untuk mencoba, tentu saja, tidak ada pilihan, tidak ada kemungkinan," ujar Chomsky.

Zelensky mengesampingkan kemungkinan damai dengan Rusia, selama Presiden Vladimir Putin masih duduk di kursi kekuasaan Kremlin. Zelensky menyebut pihak Ukraina terdepan dalam urusan perundingan.

"Dia (Putin) tidak tahu apa itu martabat dan kejujuran. Karena itu, kami siap untuk berdialog dengan Rusia, tetapi jika sudah ada Presiden Rusia lainnya." kata Zelensky saat menanggapi pencaplokan wilayah Ukraina oleh Rusia, Jumat, 30 September 2022.

Zelensky mengatakan, selama ini pihaknya selalu terbuka untuk hidup berdampingan bersama Rusia dengan persyaratan yang setara, jujur, layak dan adil. Namun semua terhalang pada satu sosok Vladimir Putin.

Di momen referendum empat wilayah Ukraina untuk bergabung dengan Rusia, Putin sempat menyerukan Kyiv untuk kembali ke meja perundingan. Dia menuding Ukraina memulai perang ini pada 2014, klaim yang dikecam oleh Barat.

Perundingan Rusia-Ukraina telah dilakukan sejak 28 Februari 2022. Beberapa pertemuan diselenggarakan di Belarus, kemudian kedua pihak melanjutkan negosiasi dalam format konferensi video. 

Putaran pembicaraan offline Rusia Ukraina berikutnya berlangsung di Istanbul pada 29 Maret. Namun, sejak April tidak ada perkembangan terkini mengenai pembicaraan damai.

Baca juga: Paus Memohon Putin dan Zelensky Setop Perang Rusia Ukraina 

Democracy Now! | Reuters






Uni Eropa Ajak WTO Gugat Kebijakan Inflasi Amerika

12 jam lalu

Uni Eropa Ajak WTO Gugat Kebijakan Inflasi Amerika

US Inflation Reduction Act (IRA) dianggap Uni Eropa bisa mendiskriminasikan perusahaan asal Eropa


Jokowi Ingin Inflasi Ditangani seperti Covid-19, Tito: Setiap Minggu Dibahas dan Dievaluasi

13 jam lalu

Jokowi Ingin Inflasi Ditangani seperti Covid-19, Tito: Setiap Minggu Dibahas dan Dievaluasi

Jokowi mengklaim upaya pemerintah mengendalikan inflasi di Tanah Air sudah detail dan cukup berhasil.


Penjualan Mobil Listrik Hyundai Turun 24,4 Persen pada November 2022

16 jam lalu

Penjualan Mobil Listrik Hyundai Turun 24,4 Persen pada November 2022

Hyundai Motor Co. melaporkan data penjualan mobil listrik mereka di pasar otomotif Amerika serikat pada November 2022.


Pencuri Jebol Dinding Ambil Lukisan Mural Karya Bansky tentang Perang Ukraina

18 jam lalu

Pencuri Jebol Dinding Ambil Lukisan Mural Karya Bansky tentang Perang Ukraina

Sekelompok orang mencoba mengambil mural karya seniman grafiti Banksy di Kyiv, Ukraina dengan mencongkelnya dari dinding tempat lukisan itu.


Top 3 Dunia: Jumlah Gaji PM Malaysia Anwar Ibrahim, Biden Ogah Bertemu Putin

1 hari lalu

Top 3 Dunia: Jumlah Gaji PM Malaysia Anwar Ibrahim, Biden Ogah Bertemu Putin

Top 3 dunia dari gaji Anwar Ibrahim sebagai PM Malaysia, efek obat fentanil hingga Biden yang tak mau bertemu Putin.


3 Rekor Tercipta Usai Belanda Singkirkan AS di Piala Dunia 2022

2 hari lalu

3 Rekor Tercipta Usai Belanda Singkirkan AS di Piala Dunia 2022

Berikut redaksi Tempo.co merangkum 3 rekor di balik kemenangan Belanda atas Amerika Serikat pada babak 16 besar Piala Dunia 2022:


Hasil Pertandingan Piala Dunia 2022: Belanda vs AS: Tim Oranye Lolos

2 hari lalu

Hasil Pertandingan Piala Dunia 2022: Belanda vs AS: Tim Oranye Lolos

Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2022 antara Belanda vs Amerika Serikat telah berakhir pada Sabtu malam WIB, 3 Desember 2022.


Elon Musk dan Macron Bertemu Diam-diam, Bahas Aturan Konten Twitter

2 hari lalu

Elon Musk dan Macron Bertemu Diam-diam, Bahas Aturan Konten Twitter

Presiden Macron mendiskusikan kebijakan moderasi konten platform media sosial saat bertemu dengan bos Twitter Elon Musk di Amerika Serikat.


Putin Tegur Kanselir Jerman soal Bantuan Senjata ke Ukraina

2 hari lalu

Putin Tegur Kanselir Jerman soal Bantuan Senjata ke Ukraina

Presiden Putin berbicara dengan Kanselir Jerman Scholz mendesak Berlin supaya kembali memikirkan pendekatannya untuk menyelesaikan masalah Ukraina.


Barat Batasi Harga Minyak Rusia 60 Dolar AS, Ini Jawaban Moskow

2 hari lalu

Barat Batasi Harga Minyak Rusia 60 Dolar AS, Ini Jawaban Moskow

Rusia menilai batasi harga minyak Rusia 60 dolar AS merupakan bentuk arogansi Amerika Serikat dan sekutunya.