Separuh Pria Rusia yang Ikut Wajib Militer ke Ukraina Dipulangkan

Reporter

Tentara cadangan yang direkrut selama mobilisasi parsial menghadiri upacara sebelum keberangkatan ke pangkalan militer, di Sevastopol, Krimea, 27 September 2022. Warga yang menghindari perekrutan tersebut memilih kabur dan keluar dari Rusia melalui sejumlah perbatasan. REUTERS/Alexey Pavlishak

TEMPO.CO, Jakarta - Rusia memulangkan separuh dari para personel yang baru dimobilisasi ke Ukraina, ke kampung halamannya. Para prajurit itu dipulangkan karena mereka tidak memenuhi persyaratan wajib militer.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi pertama ke Ukraina, yang merupakan terbesar sejak Perang Dunia II. Mobilisasi itu telah menyebabkan ketidakpuasan yang meluas di kalangan pejabat dan warga. Banyak orang yang tak memenuhi persyaratan namun dipanggil ikut dalam wajib militer.

"Dalam 10 hari, beberapa ribu warga negara kami menerima panggilan dan tiba di kantor pendaftaran militer," kata Mikhail Degtyarev, gubernur wilayah Khabarovsk di Timur Jauh Rusia, dalam sebuah posting video di aplikasi pesan Telegram.

"Sekitar setengah dari mereka kami kembalikan ke rumah karena tidak memenuhi kriteria seleksi untuk memasuki dinas militer," ujarnya dilansir dari Reuters, Senin, 3 Oktober 2022.. 

Rusia pun memecat komisaris militer Yuri Laiko akibat kesalahan rekrutmen. Menurut Degtyarev pemecatan Laiko tidak akan mempengaruhi rencana mobilisasi yang ditetapkan oleh Putin.

Rekrutmen wajib militer para pria Rusia diwarnai kekeliruan. Di wilayah Khabarovsk, pria yang didiagnosis menderita skizofrenia ikut didaftarkan dalam wajib militer. Ayah tunggal dengan anak-anak cacat juga ikut mobilisasi militer ke Ukraina. 

Yury Laiko, kepala petugas pendaftaran wilayah Khabarovsk, adalah petugas rekrutmen senior. Ia dipecat karena kelalaian ini. Laiko merupakan petugas kedua yang dipecat karena kesalahan tersebut.

Rekannya di wilayah Magadan, wilayah Rusia lainnya di Timur Jauh dan salah satu wilayah berpenduduk paling sedikit di negara itu, telah diberhentikan pekan lalu.

Mobilisasi militer pria Rusia yang kacau untuk berperang melawan Ukraina, telah mendorong ribuan orang melarikan diri dari negara itu untuk menghindari wajib militer. Selain itu, protes anti-perang merebak di lebih dari 30 kota besar dan kecil. Sebanyak 2.000 orang telah ditangkap dan beberapa dari mereka segera diberikan surat panggilan untuk ikut wajib militer, sesuatu yang menurut Kremlin adalah legal.

Baca: Paus Memohon Putin dan Zelensky Setop Perang Rusia Ukraina

REUTERS | THE MOSCOW TIMES 






Indonesia Disarankan Gandeng India hingga Turki untuk Mengakhiri Perang di Ukraina

1 jam lalu

Indonesia Disarankan Gandeng India hingga Turki untuk Mengakhiri Perang di Ukraina

Misi damai Indonesia untuk menjadi penghubung Rusia dan Ukraina disarankan harus melibatkan India hingga Turki.


Putin Temui Ibu-ibu Tentara Rusia di Ukraina: Saya Juga Ikut Merasakan Sakit

6 jam lalu

Putin Temui Ibu-ibu Tentara Rusia di Ukraina: Saya Juga Ikut Merasakan Sakit

Putin bertemu dengan 17 ibu-ibu dari tentara Rusia yang gugur dalam perang di Ukraina.


Putin Disebut Bakal Kerahkan 5 Juta Orang untuk Perang di Ukraina

8 jam lalu

Putin Disebut Bakal Kerahkan 5 Juta Orang untuk Perang di Ukraina

Ukraina menuding Putin akan kembali mengerahkan mobilisasi militer, dengan target 5 juta orang.


Tak Hanya di Piala Dunia Qatar, Suporter Jepang Bersihkan Stadion Juga di Piala Dunia Rusia 2018

10 jam lalu

Tak Hanya di Piala Dunia Qatar, Suporter Jepang Bersihkan Stadion Juga di Piala Dunia Rusia 2018

Aksi bersih-bersih suporter timnas Jepang pada Piala Dunia Qatar juga pernah terjadi saat Piala Dunia 2018 Rusia. Para pemain bersihkan ruang ganti.


Kremlin Minta Ukraina Menyerah, Akhiri Penderitaan Rakyat di Musim Dingin

23 jam lalu

Kremlin Minta Ukraina Menyerah, Akhiri Penderitaan Rakyat di Musim Dingin

Jaringan energi Ukraina lumpuh diserang Rusia. Akibatnya nyawa jutaan orang terancam saat musim dingin.


CIA Rekrut Warga Negara Rusia yang Muak dengan Perang Ukraina

1 hari lalu

CIA Rekrut Warga Negara Rusia yang Muak dengan Perang Ukraina

CIA meluaskan perekrutan ke Rusia, mencari orang-orang yang menentang perang Ukraina.


Pabrik Senjata Eropa Timur Panen Gara-Gara Perang Rusia-Ukraina

1 hari lalu

Pabrik Senjata Eropa Timur Panen Gara-Gara Perang Rusia-Ukraina

Industri senjata Eropa Timur panen pesanan, terbesar sejak Perang Dingin, ketika pemerintah di kawasan itu berupaya membantu Ukraina melawan Rusia


Pesan Jin BTS Sebelum Wamil: Minta ARMY Tak Datang ke Kamp Pelatihan

1 hari lalu

Pesan Jin BTS Sebelum Wamil: Minta ARMY Tak Datang ke Kamp Pelatihan

Jin BTS meminta agar ARMY mendukungnya yang akan menjalani wajib militer bulan depan tanpa perlu datang ke kamp pelatihan demi keselamatan mereka.


Parlemen Rusia Setujui RUU anti-Propaganda LGBT

2 hari lalu

Parlemen Rusia Setujui RUU anti-Propaganda LGBT

Parlemen Rusia menyetujui undang-undang yang memperluas larangan mempromosikan "propaganda LGBT" , menunggu pengesahan Putin


Jin BTS Dilaporkan Mulai Wajib Militer 13 Desember, Ini Kata HYBE

2 hari lalu

Jin BTS Dilaporkan Mulai Wajib Militer 13 Desember, Ini Kata HYBE

HYBE segera menanggapi kabar Jin BTS akan mulai menjalani wajib militer dan bertugas di garis terdepan pada 13 Desember 2022.