Joe Biden: Caplok Ukraina, Tanda Putin dalam Posisi Sulit

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Seorang pendera Ortodoks memimpin kebaktian bagi para tentara cadangan yang direkrut sebagai bagian dari mobilisasi parsial, dalam upacara keberangkatan mereka ke pangkalan militer, di Sevastopol, Krimea, 27 September 2022. REUTERS/Alexey Pavlishak

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joe Biden menyebut pencaplokan sebagian Ukraina oleh Vladimir Putin merupakan tanda bahwa  Presiden Rusia itu sedang dalam posisi sulit. Namun dia menegaskan, Amerika Serikat dan sekutu tidak akan terintimidasi oleh Putin.

Pasukan Rusia di salah satu dari empat wilayah yang dianeksasi menghadapi pengepungan oleh pasukan Ukraina, menunjukkan betapa lemahnya cengkeraman Rusia di beberapa wilayah yang diklaimnya.

Di wilayah Donetsk timur, garnisun Rusia di kota Lyman berada dalam masalah serius dengan laporan dari kedua belah pihak yang mengatakan pasukan Rusia hampir terkepung.

Ukraina mengatakan memiliki semua rute pasokan ke benteng Rusia di garis bidik artileri di timur, dan mengatakan kepada Moskow bahwa mereka harus mengajukan permohonan ke Kyiv jika ingin pasukannya diizinkan keluar.

Dalam kesempatan terpisah, Biden mengutuk upaya Rusia mencaplok wilayah Ukraina. Menurutnya, Rusia melanggar hukum internasional, menginjak-injak Piagam PBB, dan menunjukkan penghinaannya terhadap negara-negara damai di seluruh dunia.

"Jangan salah, tindakan ini tidak memiliki legitimasi. Amerika Serikat akan selalu menghormati perbatasan Ukraina yang diakui secara internasional," kata Biden dalam pernyataan Jumat, 30 September 2022, dikutip dari situs Gedung Putih.

Amerika Serikat, menurut Biden, akan terus mendukung upaya Ukraina untuk mendapatkan kembali kendali atas wilayahnya baik secara militer atau diplomatik. Minggu ini, Gedung Putih akan mengirim bantuan keamanan senilai US$ 1,1 miliar atau Rp 16 triliun.

Presiden Putin merayakan pencaplokan wilayah Ukraina dengan pesta meriah di Moskow, Jumat malam, 30 September 2022, dan kembali berjanji Rusia akan menang dalam "operasi militer khusus" di negara tetangganya itu.

Dengan memegang tangan pejabat wilayah Ukraina yang dikuasai, Putin pun dengan lantang meneriakkan "Rusia! Rusia!".

Wilayah Ukraina yang diduduki Rusia -Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia dan Kherson, menyetujui proposal untuk menjadi bagian dari Rusia. Referendum dilakukan selama empat hari sampai Selasa, 27 September 2022. Total wilayah tersebut sekitar 15 persen dari teritorial Ukraina.

Aneksasi itu ditolak mentah-mentah oleh Ukraina dan negara-negara Barat, yang menilainya sebagai tindakan ilegal. Amerika Serikat, Inggris dan Kanada pun mengumumkan sanksi baru.

Tak lama setelah pengumuman aneksasi Putin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan negaranya telah secara resmi mengajukan aplikasi jalur cepat untuk bergabung dengan aliansi militer NATO. Zelensky menegaskan tidak akan mengadakan pembicaraan damai dengan Rusia selama Putin masih menjadi presiden.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menuduh Putin memprovokasi eskalasi perang paling serius sejak Rusia mulai invasi pada 24 Februari. Kendati demikian, dia mengatakan Putin tidak akan berhasil menghalangi aliansi untuk mendukung Kyiv.   

Joe Biden memperingatkan Rusia bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan "setiap inci" wilayah NATO.  

Tensi perang Ukraina makin meninggi setelah pada pekan lalu Putin mengumumkan mobilisasi militer parsial untuk mendongkrak perang Ukraina dan mendukung wacana referendum empat wilayah Ukraina yang mencuat. Warga Rusia banyak yang protes dan kabur dari tanah airnya karena menolak wajib militer. 

Whitehouse.gov, Reuters






Sanna Marin Sebut Perang Ukraina Menunjukkan Eropa Terlalu Bergantung ke Amerika Serikat

8 jam lalu

Sanna Marin Sebut Perang Ukraina Menunjukkan Eropa Terlalu Bergantung ke Amerika Serikat

Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin menyatakan, Invasi Rusia ke Ukraina telah menunjukkan Eropa terlalu bergantung pada Amerika Serikat untuk masalah keamanannya sendiri.


Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

22 jam lalu

Swiss Bekukan Aset Rusia Senilai Rp 122 Triliun

Di antara aset yang dibekukan itu adalah 15 unit properti milik lembaga dan individu asal Rusia yang masuk daftar sanksi


Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

23 jam lalu

Sejumlah Pendeta di Ukraina Disidang karena Dianggap Dukung Rusia

Sejumlah pendeta Kristen orthodox dari Kyiv Pechersk Lavra dibawa ke meja hijau atas tuduhan telah mengglorifikasi Rusia


Jokowi dan Joe Biden Sepakat Kembangkan Kendaraan Listrik, Dananya Rp 308 T

23 jam lalu

Jokowi dan Joe Biden Sepakat Kembangkan Kendaraan Listrik, Dananya Rp 308 T

Presiden Jokowi dilaporkan telah menjalin kesepakatan dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden terkait pengembangkan kendaraan listrik.


Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

23 jam lalu

Jerman Kirim 7 Tank Tua Gepard ke Ukraina

Jerman mengirimkan 7 tank tua Gepard ke Ukraina musim semi ini, menambah 30 tank pertahanan udara yang sudah digunakan untuk melawan Rusia


Komisi Eropa Tak Mau Minta Maaf karena Ungkap Jumlah Korban Tewas di Perang Ukraina

1 hari lalu

Komisi Eropa Tak Mau Minta Maaf karena Ungkap Jumlah Korban Tewas di Perang Ukraina

Komisi Eropa merasa tidak perlu meminta maaf ke Ukraina terkait ucapan Ursula Von Der Leyen, yang mengklaim militer Ukraina kehilangan 100 ribu jiwa


2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

1 hari lalu

2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

NUG sebagai pemerintah sipil Myanmar yang diakui dunia, juga mendesak sekutu untuk memberikan bantuan militer seperti halnya Ukraina


Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

1 hari lalu

Serbia Menunjuk Tokoh Pro-Rusia Menjadi Kepala Badan Intelijen

Serbia menunjuk Aleksandar Vulin, mantan mendagri pro-Rusia sebagai kepala badan intelijen


Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

1 hari lalu

Zelensky: Lebih dari 1.300 Tahanan Ukraina Dibebaskan sejak Dimulainya Perang

Zelensky berbicara setelah pertukaran tahanan baru dengan pasukan Rusia dan pro-Rusia.


Biden: Saya Siap Berbicara dengan Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

1 hari lalu

Biden: Saya Siap Berbicara dengan Putin untuk Akhiri Perang Ukraina

Biden menempatkan tanggung jawab untuk mengakhiri perang, yang dimulai dengan invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, kepada Putin.