Turki Marah dengan Ucapan Politikus Jerman Menghina Erdogan

Reporter

Presiden Turki Tayyip Erdogan berpidato di depan anggota Partai AK yang berkuasa selama pertemuan di parlemen di Ankara, Turki, 23 Desember 2020. [Kantor Pers Kepresidenan / Selebaran melalui REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Turki memperlihatkan kemarahannya atas ucapan Wakil Presiden German Bundestag Wolfgang Kubicki terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Duta Besar Jerman untuk Turki pada Selasa, 27 September 2022, dipanggil untuk menerima nota protes atas ucapan Kubicki.

Kementerian Luar Negeri Turki tidak mempublikasi pernyataan Kubicki yang mana yang mambuat Turki berang. Namun sejumlah media menyebut Kubicki menyebut Presiden Erdogan dengan sebutan tikus got. Erdogan juga disalahkan karena dianggap telah menyebabkan krisis migran di Eropa.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengangkat sebuah peta ketika ia berbicara pada Majelis Umum PBB ke-74 di markas AS di New York City, New York, AS, 24 September 2019.[REUTERS / CARLO ALLEGRI]

Kantor berita Anadolu mewartakan Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Tanju Bilgic mengutuk pernyataan Kubicki karena dianggap menghina, yang disampaikan Kubicki saat berkampanye di Lower Saxony.

Menurut Bilgic, ucapan Kubicki tidak bisa diterima dan politikus itu tidak pantas dengan posisinya di parlemen.

“Dia sama sekali tidak memiliki moralitas dan tanggung jawab,” kata Bilgic, merujuk pada ucapan Kubicki.

Saat dikonfirmasi Reuters, Kubicki mengakui dia menyebut Presiden Erdogan dengan sebutan tikus got saat berpidato di sebuah kampanye. Kubicki adalah politikus yang berasal dari Partai Kebebasan Demokrat, yakni salah satu partai yang berkuasa di Jerman.

Kubicki mengatakan dia mencoba menarik perhatian warga, dengan menyoroti naiknya jumlah pengungsi ilegal yang pindah ke Jerman dari Turki, di mana hal ini diyakini Kubicki bisa memicu krisis migran.

“Gelombang pengungsi yang melewati Balkan dari Turki naik lagi, di mana ini adalah sebuah tantangan bagi Kementerian Luar Negeti Jerman dan krbijakan dalam negeri,” kata Kubicki.

Data dari Guardian, Ankara membiarkan ribuan pengungsi Suriah berkumpul di perbatasan Turki – Yunani, yang secara kolektif mencoba menyeberangi Uni Eropa.

Pengungsi yang berkelompok ini dijuluki ‘Caravan of Light’, berkaca pada pengungsi yang berkerumun 85 ribu sampai 100 ribu orang.

 

Sumber : RT.com

Baca juga: Minyak Rusia Diprediksi Beralih ke Asia dan Timur Tengah

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini






Mercedes-Benz Rayakan 40 Tahun Baby Benz

4 hari lalu

Mercedes-Benz Rayakan 40 Tahun Baby Benz

Mobil sedan Baby Benz Mercedes-Benz W201 seperti sedan Mercedes yang diperkecil. Meluaskan pasar mobil merek Jerman.


Survei: 71 Persen Responden Tak Mau Angela Merkel Kembali Memimpin Jerman

4 hari lalu

Survei: 71 Persen Responden Tak Mau Angela Merkel Kembali Memimpin Jerman

Sebuah survei mengungkap sebagian besar warga Jerman menolak kemungkinan kembalinya mantan Kanselir Jerman Angela Merkel


Ukraina Secara Bertahap Memulihkan Aliran Listrik

4 hari lalu

Ukraina Secara Bertahap Memulihkan Aliran Listrik

Seorang asisten presiden Ukraina mengatakan saat ini listrik telah dipulihkan di kota Kherson di Ukraina selatan.


Indonesia Disarankan Gandeng India hingga Turki untuk Mengakhiri Perang di Ukraina

5 hari lalu

Indonesia Disarankan Gandeng India hingga Turki untuk Mengakhiri Perang di Ukraina

Misi damai Indonesia untuk menjadi penghubung Rusia dan Ukraina disarankan harus melibatkan India hingga Turki.


Ganja 500 Kilogram Musnah, Polisi India Sebut Dimakan Tikus

5 hari lalu

Ganja 500 Kilogram Musnah, Polisi India Sebut Dimakan Tikus

Polisi India menuduh tikus telah memakan barang bukti berupa 500 kilogram ganja.


REWE Hentikan Kontrak Sponsor Dampak Kontroversi Ban Lengan OneLove

5 hari lalu

REWE Hentikan Kontrak Sponsor Dampak Kontroversi Ban Lengan OneLove

REWE keluar dari sponsorship tim sepak bola nasional Jerman setelah ban lengan 'OneLove' gaduh.


Usai Taklukkan Kosta Rika, Rodri Yakin Timnas Spanyol Bisa Jegal Jerman

6 hari lalu

Usai Taklukkan Kosta Rika, Rodri Yakin Timnas Spanyol Bisa Jegal Jerman

Berikut head to head Timnas Spanyol vs Jerman dan prediksi pertandingannya.


Amerika Menuding Serangan Turki ke Suriah Membahayakan Pasukannya

6 hari lalu

Amerika Menuding Serangan Turki ke Suriah Membahayakan Pasukannya

Amerika menyatakan serangan Turki ke milisi Kurdi di Suriah dan Irak mengancam upaya Amerika dan sekutunya untuk mengalahkan ISIS.


Erdogan: Serangan Turki ke Irak dan Suriah Baru Permulaan

7 hari lalu

Erdogan: Serangan Turki ke Irak dan Suriah Baru Permulaan

Presiden Erdogan menyatakan serangan Turki ke Irak dan Suriah masih dalam tahap awal.


Tentara Jerman di Mali Bakal Ditarik

7 hari lalu

Tentara Jerman di Mali Bakal Ditarik

Jerman berencana menarik tentaranya yang sedang menjalankan misi perdamaian di Mali per 2024.