TKI Pemetik Buah di Inggris Masih Merana Tanpa Pekerjaan

Reporter

Ilustrasi pemetik buah di perkebunan. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta -Nasib 170 Tenaga Kerja Indonesia (TKI), yang dijanjikan untuk ditempatkan di perkebunan Inggris masih tidak jelas. Para TKI tersebut dilaporkan masih menganggur tanpa ada kepastian kapan akan dipekerjakan.

Pemberitaan ini menyusul laporan mengenai TKI yang bekerja sebagai pemetik buah di wilayah Kent, Inggris, yang tidak mendapat upah sesuai, sampai harus terlilit utang puluhan juta rupiah. Mereka dibebani utang kepada broker yang memberangkatkan dari Indonesia ke Inggris.

TKI tersebut bekerja di Clock House Farm, yang menyuplai buah beri ke empat supermarket Inggris, seperti Marks & Spencer, Waitrose, Sainsbury's, dan Tesco.

Para TKI ini diambil oleh AG Recruitment Inggris dari Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), Al Zubara Manpower. Al Zubara juga meminta bantuan pihak ketiga (broker) untuk mencari tenaga kerja itu.

Hukum di Inggris melarang penyalur meminta uang imbalan kepada pekerja. AG mengklaim tidak punya pengalaman menarik buruh dari Indonesia, sehingga meminta Al Zubara Manpower. TKI itu diproyeksikan untuk mengganti pegawai dari Ukraina dan Rusia.

The Guardian mewartakan pada Minggu, 25 September 2022, bahwa TKI rela membayar sampai 2.500 poundsterling atau Rp 40 juta kepada agen di Jakarta untuk mendapat pekerjaan di perkebunan Inggris.

Sebanyak 170 pekerja disebut masih terlantar di Indonesia setelah ditugaskan di 19 perkebunan yang ada di seluruh Inggris.

“Kami berhenti bekerja untuk bisa serius mengikuti proses rekrutmen untuk pekerjaan baru dan lebih baik. Sekarang kami menganggur dan nasib kami semakin tidak jelas," kata Intan, bukan nama sebenarnya, TKI yang membayar 1000 poundsterling atau setara Rp16 juta untuk kerja di perkebunan Inggris.

Kedutaan Besar Indonesia di Inggris, melalui keterangan terulis kepada Tempo pada Senin, 26 September 2022, menjelaskan, pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BP2MI telah berkoordinasi untuk mendalami dan menindaklanjuti kasus ini.

Ini demi memastikan pelindungan atas hak-hak TKI yang bekerja di beberapa perusahaan perkebunan di Inggris.

Beberapa langkah yang dilakukan oleh KBRI London di antaranya berdiskusi dengan pemilik serta manajemen perkebunan, membentuk satgas khusus, sampai mengawal pemulangan para TKI pada akhir masa kontrak.

KBRI London telah meminta AG Recruitments untuk tetap memfasilitasi TKI dan menjamin mereka mendapatkan alternatif pekerjaan dalam koridor kontrak selama menunggu masa kepulangan. 

Dalam keterangan yang sama, KBRI London mengatakan pihaknya memastikan ketersediaan Hotline Kekonsuleran seluas-luasnya apabila terdapat inquiry atau distress call yang masuk dari PMI. Di samping itu, KBRI London melakukan pendataan dan menampung aspirasi TKI secara langsung.

KBRI London menyatakan tengah koordinasi dengan otoritas Inggris terkait pemenuhan hak-hak PMI sesuai ketentuan yang berlaku di Inggris. Berdasarkan keterangan yang sama, Inggris saat ini adalah salah satu negara tujuan penempatan PMI sejak 31 Maret 2022. Tercatat 1.308 PMI bekerja di sektor perkebunan Inggris. 

Menanggapi kasus TKI pemetik buah di Inggris yang terlilit utang broker sebelumnya, Ketua Pusat Studi Migrasi dari Migrant CARE, Anis Hidayah, menilai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) masih rentan jadi korban perdagangan manusia, walau keberangkatannya sudah secara prosedural. 

Anis mengatakan, pemberangkatan TKI secara prosedural bukan berarti itu jalan yang paling benar dan bebas masalah.

"Prosedural tetap mengalami kerentanan kalau proteksi negara lemah: pendidikan pra-keberangkatan gak serius, perlindungan di negara setempat juga tidak optimal, tidak ada antisipasi bahwa PMI/TKI (pekerja migran) akan terjebak sindikat," kata Anis kepada Tempo beberapa waktu lalu.

Menurut Anis, upaya penyelesaian masalah TKI di Inggris dan yang serupa, harus ditangani secara struktural, di samping reaktif terhadap kasus. 

Baca juga: TKI Pemetik Buah di Inggris Terlilit Utang Puluhan Juta

DANIEL AHMAD






Ukraina dan Inggris Sepakat Kerja Sama Perdagangan Digital

1 hari lalu

Ukraina dan Inggris Sepakat Kerja Sama Perdagangan Digital

Perjanjian dengan Inggris ini merupakan pertama bagi Ukraina, yang mencari dukungan ekonomi setelah invasi Rusia.


Inggris Panggil Duta Besar China atas Perlakuan terhadap Jurnalis BBC

1 hari lalu

Inggris Panggil Duta Besar China atas Perlakuan terhadap Jurnalis BBC

Menlu Inggris James Cleverly mengatakan dia telah memanggil Dubes China untuk memprotes serangan terhadap jurnalis BBC


Kalahkan Wales 3-0, Inggris Bakal Hadapi Senegal di Babak 16 Besar Piala Dunia 2022

1 hari lalu

Kalahkan Wales 3-0, Inggris Bakal Hadapi Senegal di Babak 16 Besar Piala Dunia 2022

Inggris berhasil mengalahkan Wales dengan skor 3-0 pada pertandingan di Stadion Ahmad bin Ali. Hadapi Senegal di 16 besar Piala Dunia 2022.


Daftar 10 Pemain Inggris Terbaik Sepanjang Masa, Beckham Posisi Berapa?

2 hari lalu

Daftar 10 Pemain Inggris Terbaik Sepanjang Masa, Beckham Posisi Berapa?

Daftar 10 pemain Timnas Inggris terbaik sepanjang masa mulai dari Paul Scholes sampai Sir Bobby Charlton


5 Timnas Termahal di Piala Dunia 2022, Inggris Urutan Pertama dengan Harga Rp 22 Triliun

2 hari lalu

5 Timnas Termahal di Piala Dunia 2022, Inggris Urutan Pertama dengan Harga Rp 22 Triliun

Sejumlah timnas yang berlaga di Piala Dunia 2022 membawa skuad pemain bertabur bintang. Berikut lima timnas termahal di Piala Dunia 2022.


Rishi Sunak Mengatakan Era Keemasan Inggris dengan China Telah Berakhir

2 hari lalu

Rishi Sunak Mengatakan Era Keemasan Inggris dengan China Telah Berakhir

Beberapa orang di Partai Konservatif mengkritik Rishi Sunak kurang keras terhadap China dibandingkan pendahulunya Liz Truss.


Kemlu RI: Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim Akan Berkunjung ke Indonesia

3 hari lalu

Kemlu RI: Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim Akan Berkunjung ke Indonesia

Kementerian Luar Negeri RI mengkonfirmasi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim akan melakukan kunjungan ke Indonesia.


PM Inggris Rishi Sunak Janji Tetap Beri Bantuan Militer ke Ukraina

3 hari lalu

PM Inggris Rishi Sunak Janji Tetap Beri Bantuan Militer ke Ukraina

PM Inggris Rishi Sunak tidak akan mengubah kebijakan luar negeri mengenai bantuan militer ke Ukraina.


Kepala BP2MI Sebut Jokowi Presiden Sabar: Sering Dihina, Dituduh Istana Jadi Sarang Komunis

3 hari lalu

Kepala BP2MI Sebut Jokowi Presiden Sabar: Sering Dihina, Dituduh Istana Jadi Sarang Komunis

Benny Ramdhani menilai Presiden Jokowi merupakan sosok yang sabar. Pasalnya, kata dia, Presiden RI ke-tujuh tersebut kerap dicaci dan dihina


Piala Dunia 2022 Wales vs Inggris, Gareth Southgate Hadapi Dilema untuk Phil Foden

3 hari lalu

Piala Dunia 2022 Wales vs Inggris, Gareth Southgate Hadapi Dilema untuk Phil Foden

Timnas Inggris akan menghadapi Wales dalam partai terakhir Grup B Piala Dunia 2022 pada 30 November mendatang.