Ukraina Mengejek Langkah Putin Mobilisasi Militer Rusia

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Petugas penegak hukum Rusia menahan seseorang demonstran yang menyerukan protes terhadap mobilisasi pasukan cadangan di Moskow, Rusia 24 September 2022. REUTERS/REUTERS PHOTOGRAPHER

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan Ukraina pada Minggu, 25 September 2022, menyindir mobilisasi parsial Moskow untuk meningkatkan pasukannya di Ukraina. Melalui Twitter, Pemerintah Ukraina membagikan video dengan konten polisi Rusia yang memukuli dan menangkap orang-orang yang memprotes pemanggilan tersebut.

"Rusia masih memiliki sisa-sisa tentara profesional yang belum dihancurkan #UAarmy (pasukan Ukraina). Kita juga tahu, saat 'prajurit' ini muncul di garis depan pertempuran, mereka yang begitu memiliki kecintaan pada alkohol itu, akan lebih mudah bagi mereka untuk mati di tanah kita," tulis Kementerian Pertahanan Ukraina menggunakan bahasa Inggris dalam unggahan yang disertai dengan video, Minggu, 25 September 2022.

Sebelumnya pada Rabu, 21 September 2022, Presiden Putin memerintahkan mobilisasi militer untuk menghadapi perang Ukraina. Putin memperingatkan negara-negara Barat kalau dia tidak hanya menggertak dan siap menggunakan senjata nuklir demi membela Rusia.

Mobilisasi itu telah mendorong kedua belah pihak untuk saling menghina. Di Moskow, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan pada Jumat lalu bahwa pernyataan palsu di media sosial sebagian harus disalahkan atas reaksi terhadap pengumuman tersebut.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, tak lama setelah pengumuman mobilisasi militer menjamin hanya mereka yang memiliki keterampilan militer khusus atau pengalaman tempur yang akan dipanggil. Namun beberapa laporan baru-baru ini mendokumentasikan bagaimana orang-orang yang tidak memiliki pengalaman dinas militer diberikan dokumen wajib militer.

Tokoh-tokoh pro-Kremlin bahkan ada yang menyatakan keprihatinan atas upaya tersebut. Dua anggota DPR minta pemerintah mengatasi ekses yang telah memicu kemarahan publik.

Rusia membutuhkan 300.000 lebih warga untuk mendongkrak operasi militernya di Ukraina. Kremlin telah dua kali membantah bahwa mereka benar-benar berencana untuk merekrut lebih dari satu juta pasukan cadangan, menyusul dua laporan terpisah di media independen Rusia.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia menyebut, lebih dari 2.000 orang ditahan dalam demonstrasi menentang mobilisasi militer di puluhan kota. Protes tercatat masih bergulir pada Minggu di timur Rusia dan Siberia.  

REUTERS






Mal Dekat Moskow Terbakar, Belum Diketahui Penyebabnya

3 jam lalu

Mal Dekat Moskow Terbakar, Belum Diketahui Penyebabnya

Api melalap salah satu pusat perbelanjaan terbesar di dekat Moskow pada Jumat pagi, masih diselidiki penyebabnya.


Paus Fransiskus Menangis saat Sebut Ukraina dalam Doa

5 jam lalu

Paus Fransiskus Menangis saat Sebut Ukraina dalam Doa

Suara Paus Fransiskus bergetar, lalu menangis saat menyebut kondisi warga Ukraina dalam sebuah acara


Dipenjara karena Menentang Invasi Rusia, Tokoh Oposisi: Kehancuran Melekat pada Putin

15 jam lalu

Dipenjara karena Menentang Invasi Rusia, Tokoh Oposisi: Kehancuran Melekat pada Putin

Politisi oposisi Rusia Ilya Yashin dihukum delapan setengah tahun penjara oleh pengadilan atas tuduhan menyebarkan "informasi palsu" tentang tentara


Inggris Jatuhkan Sanksi dari Pejabat Iran hingga Kolonel Rusia

16 jam lalu

Inggris Jatuhkan Sanksi dari Pejabat Iran hingga Kolonel Rusia

Inggris pada Jumat, 9 Desember 2022, mengumumkan menjatuhkan sanksi yang menargetkan 30 orang di seluruh dunia.


Putin: Ambisi Barat Menguasai Dunia Meningkatkan Risiko Konflik

17 jam lalu

Putin: Ambisi Barat Menguasai Dunia Meningkatkan Risiko Konflik

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keinginan Barat untuk mempertahankan dominasinya di panggung dunia meningkatkan risiko konflik.


Perundingan Ukraina Perlu Didorong Kerja Sama Multilateral

18 jam lalu

Perundingan Ukraina Perlu Didorong Kerja Sama Multilateral

Koordinasi dan kerja sama multilateral dianggap penting untuk menyelesaikan invasi Rusia di tengah potensi membekunya perang dalam waktu lama.


Brittney Griner Bebas, Ditukar dengan Pedagang Senjata Rusia

1 hari lalu

Brittney Griner Bebas, Ditukar dengan Pedagang Senjata Rusia

Bintang bola basket putri Amerika Serikat Brittney Griner telah dibebaskan dalam pertukaran tahanan dengan Rusia.


Pengusaha Cina Ingin Manfaatkan Pasar Rusia

1 hari lalu

Pengusaha Cina Ingin Manfaatkan Pasar Rusia

Sejumlah pengusaha asal Cina tertarik menanamkan sejumlah investasi di Rusia dan memamerkan produk-produk mereka, khususnya produk teknologi


Putin Klaim Rusia Tak Akan Pakai Senjata Nuklir Kecuali Bila Diserang

1 hari lalu

Putin Klaim Rusia Tak Akan Pakai Senjata Nuklir Kecuali Bila Diserang

Putin mengatakan ia tidak gila untuk menggunakan senjata nuklir dalam perang Ukraina.


Putin Prediksi Perang Ukraina Bisa Lama dan Berpotensi Pakai Nuklir

1 hari lalu

Putin Prediksi Perang Ukraina Bisa Lama dan Berpotensi Pakai Nuklir

Vladimir putin mengakui perang Ukraina bisa berlangsung lama, di mana Rusia saat ini pun belum punya rencana menarik tentaranya dari Ukraina.