Lansia dan Orang Sakit Dipanggil Wajib Militer, Rusia Berjanji Perbaiki Kesalahan

Reporter

Pria yang direkrut menjadi tentara Rusia selama mobilisasi parsial mengucapkan selamat tinggal kepada kerabat dan kenalan mereka di luar komisariat militer di Moskow, Rusia, 23 September 2022. Putin akan melakukan mobilisasi 300.000 tentara cadangan ke wilayah pertempuran, dengan mengutamakan warga yang berpengalaman di militer. Kantor Berita Moskow/Handout via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Pihak berwenang Rusia pada Ahad 25 September 2022 berjanji memperbaiki kesalahan dalam pemanggilan mobilisasi wajib militer ke Ukraina, setelah sejumlah siswa, lansia maupun orang sakit yang diperintahkan untuk bertugas.

Ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi parsial pada Rabu lalu, dia mengatakan hanya orang-orang dengan keterampilan "relevan" atau pengalaman militer yang akan dipanggil.

Namun, banyak yang menyatakan kemarahannya setelah melihat pihak berwenang memanggil orang-orang yang tidak layak untuk bertugas.

Pihak berwenang di wilayah barat daya Rusia, Volgograd, mengirim seorang mantan staf militer yang mengidap diabetes ke kamp pelatihan. Padahal pria itu memiliki masalah kesehatan dan otak yang buruk. Pria berusia 63 tahun itu kembali ke rumah Jumat malam, menurut badan negara Rusia RIA Novosti.

Di wilayah yang sama, direktur sekolah berusia 58 tahun, Alexander Faltin, menerima perintah panggilan meskipun tidak memiliki pengalaman militer. Putrinya memposting video di media sosial yang menjadi viral. Faltin diizinkan pulang setelah dokumennya ditinjau, menurut RIA.

Ketua majelis tinggi Valentina Matviyenko meminta semua gubernur - yang mengawasi mobilisasi - untuk menghindari kesalahan, dalam pengakuan yang jarang terjadi pada Ahad. "Kasus mobilisasi yang salah memprovokasi reaksi sengit di masyarakat, dan memang demikian," kata Matviyenko dalam sebuah pernyataan di Telegram.

"Beberapa orang berasumsi bahwa menyerahkan laporan mereka (kepada atasan mereka) dengan cepat lebih penting daripada memenuhi misi penting ini dengan benar," tambahnya. "Ini tidak dapat diterima. Pastikan mobilisasi parsial dilakukan dengan memenuhi kriteria secara penuh dan lengkap. Dan tanpa satu kesalahan pun!" dia memerintahkan.

Gubernur wilayah Vladimir, Vladimir Avdeev mengatakan Sabtu bahwa "siapa pun yang dimobilisasi karena kesalahan akan kembali ke rumah." Kesalahan digambarkan sebagai kasus yang jarang terjadi.

Tetapi fakta bahwa pihak berwenang Rusia membicarakannya menunjukkan kekhawatiran tentang tingkat kemarahan yang datang dari beberapa populasi. Contoh baru ini adalah masalah logistik terbaru Rusia yang terungkap sejak awal serangan Ukraina pada Februari lalu.

Rusia mengumumkan pada Sabtu penggantian jenderal berpangkat tertinggi yang bertanggung jawab atas logistik di tengah upaya mobilisasi ini. Valeriy Fadeev, ketua dewan hak asasi manusia untuk Kremlin, telah mendesak menteri pertahanan Sergei Shoigu untuk "segera menyelesaikan masalah ini" agar menghindari "merusak kepercayaan rakyat."

Dia menyebutkan beberapa penyimpangan termasuk perekrutan 70 ayah dari keluarga besar di wilayah timur jauh Buryatia, dan perawat serta bidan tanpa keterampilan militer. Fadeev mengatakan rekrutan ini dipanggil "di bawah ancaman tuntutan pidana."

Fadeev juga mengkritik mereka yang "membagikan surat panggilan pada pukul 2 pagi seolah-olah mereka semua mengira kami pengelak wajib militer."

Beberapa siswa mengatakan bahwa mereka diberi surat panggilan, meskipun pihak berwenang Rusia berjanji mereka akan dikeluarkan dari upaya perekrutan. Pada Sabtu, Putin menandatangani dekrit yang menegaskan siswa di lembaga pendidikan menengah kejuruan dan pendidikan tinggi akan dibebaskan dari mobilisasi.

Baca juga: Sekutu Putin Keluhkan Mobilisasi Wajib Militer yang Berlebihan

FRANCE24






Zelensky Tantang Elon Musk Datang ke Ukraina, Tolak Damai dengan Rusia

4 jam lalu

Zelensky Tantang Elon Musk Datang ke Ukraina, Tolak Damai dengan Rusia

Zelensky menolak usulan Elon Musk soal perdamaian dengan Rusia. Ia menyuruh Elon Musk untuk datang ke Ukraina.


Joe Biden Calonkan Lynne Tracy Jadi Duta Besar Amerika untuk Rusia

7 jam lalu

Joe Biden Calonkan Lynne Tracy Jadi Duta Besar Amerika untuk Rusia

Duta Besar Amerika Serikat untuk Rusia saat ini menjadi salah satu jabatan diplomatik Amerika yang paling penting dan menantang.


Bintang TV Bear Grylls Mendadak Muncul di Ukraina

8 jam lalu

Bintang TV Bear Grylls Mendadak Muncul di Ukraina

Bear Grylls kemungkinan ingin memfilmkan kesulitan yang dialami warga Ukraina atau ingin menguji keterampilan bertahan hidup di medan perang


Mantan Presiden China Jiang Zemin Wafat, Putin: Dia Teman Baik Rusia

8 jam lalu

Mantan Presiden China Jiang Zemin Wafat, Putin: Dia Teman Baik Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin adalah salah satu pemimpin dunia pertama yang memberikan penghormatan terakhir terhadap eks presiden China Jiang Zemin


Patung Catherine yang Agung dari Kekaisaran Rusia Dipindahkan

9 jam lalu

Patung Catherine yang Agung dari Kekaisaran Rusia Dipindahkan

Dewan Kota Odesa di selatan Ukraina memutuskan untuk merelokasi ke museum patung Catherine yang Agung dari Rusia.


Vaksin Booster Kedua Tersedia di Puskesmas, Jakarta Pusat Target 164.909 Lansia

9 jam lalu

Vaksin Booster Kedua Tersedia di Puskesmas, Jakarta Pusat Target 164.909 Lansia

Jakarta Pusat menargetkan sebanyak 164.909 warga lanjut usia (lansia) dapat ikut serta pemberian vaksinasi COVID-19 penguat atau vaksin booster kedua.


Menlu Rusia Buka Suara Soal Nuklir, Hindari Konfrontasi dengan Negara Besar

10 jam lalu

Menlu Rusia Buka Suara Soal Nuklir, Hindari Konfrontasi dengan Negara Besar

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menekankan pentingnya menghindari segala jenis konfrontasi militer antara kekuatan nuklir.


Bom Surat di Kedubes Ukraina di Spanyol Meledak, Seorang Pegawai Terluka

12 jam lalu

Bom Surat di Kedubes Ukraina di Spanyol Meledak, Seorang Pegawai Terluka

Sebuah bom yang dikirim melalui surat meledak di Kedubes Ukraina di Spanyol. Seorang petugas keamanan terluka.


PBB Upayakan Ekspor Amonia dari Rusia ke Ukraina Dibuka Lagi

12 jam lalu

PBB Upayakan Ekspor Amonia dari Rusia ke Ukraina Dibuka Lagi

Amonia adalah bahan utama untuk pupuk nitrat. PBB sedang mengupayakan agar ekspor ammonia berjalan lagi.


NATO: Putin Paksa Warga Ukraina Membeku di Musim Dingin

16 jam lalu

NATO: Putin Paksa Warga Ukraina Membeku di Musim Dingin

Pemimpin NATO Jens Stoltenberg menyebut Putin menggunakan musim dingin yang turun sebagai "senjata perang".