Kasus Mahsa Amini: Iran Blokir WhatsApp dan Instagram Demi Pembungkaman Demonstran?

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Sepeda motor polisi terbakar saat protes kematian Mahsa Amini, seorang wanita yang meninggal setelah ditangkap oleh "polisi moral" republik Islam, di Teheran, Iran, 19 September 2022. Kelompok hak asasi ICHRI di New York menyebut 36 orang dari kedua kubu tewas dalam bentrokan.WANA (Kantor Berita Asia Barat) via REUTERS

TEMPO.CO, Teheran -Iran telah mematikan internet di beberapa bagian kawasan Ibu Kota Teheran dan wilayah Kurdistan.

Teheran juga telah memblokir akses ke platform Instagram dan WhatsApp di tengah meluasnya aksi demonstrasi atas kematian Mahsa Amini. Kebijakan ini disinyalir sebagai upaya mengekang gerakan protes yang berkembang, sekaligus membungkam para demonstran. 

"Pengguna juga telah melaporkan pemutusan atau perlambatan parah layanan internet di beberapa kota sejak gangguan pertama terdaftar pada Jumat 16 September 2022," tulis NetBlocks yang berbasis di London. 

Dilansir dari Reuters, para warga Iran mengatakan bahwa akses internet dan beberapa jaringan telepon seluler dibatasi hingga ditutup. Disebutkan, server WhatsApp telah terganggu di beberapa penyedia internet, yakni beberapa jam setelah layanan Instagram diblokir. “Iran sekarang mengalami pembatasan internet paling parah sejak pembantaian November 2019,” kata NetBlocks. 

Peneliti pengawasan siber di University of Twente, Belanda, Azadeh Akbari menyatakan tindakan pemblokiran akses internet dan sejumlah platform media sosial ini dipahami sebagai penindasan di ruang fisik. Menurutnya, media sosial berperan krusial dalam memobilisasi pengunjuk rasa. Tidak hanya untuk mengkoordinasikan pertemuan tetapi juga memperkuat aksi perlawanan. 

“Pemutusan internet harus dipahami sebagai perpanjangan dari kekerasan dan penindasan yang terjadi di ruang fisik. Mengingat, media sosial sangat penting untuk memobilisasi para demonstran sehingga memungkinkan dilakukan pemblokiran,” kata Akbari dikutip dari The Guardian, Kamis, 22 September 2022. 

Dalam sebuah konferensi pers bersama, sejumlah pihak termasuk Access Now, Pen America, dan Reporters Without Borders menyerukan kepada International telecommunication Union (ITU) agar menuntut Iran mengembalikan akses internet kepada warganya. “Kami juga meminta pemerintah Iran untuk memberlakukan kebijakan yang sejalan dengan hukum hak asasi manusia internasional,” tulis mereka. 

Sebelumnya, gelombang aksi protes terkait kematian seorang perempuan berusia 22 tahun, Mahsa Amini, telah menyebar luas setidaknya di 50 kota besar dan kecil di seluruh Iran.

Aksi tersebut sekaligus sebagai gerakan protes akan aturan wajib hijab yang diberlakukan di Iran sejak Revolusi Islam 1979. Tercatat sedikitnya 17 orang tewas dalam demonstrasi yang berlangsung selama enam malam berturut-turut pasca kematian Mahsa Amini itu.  

HARIS SETYAWAN 
Baca juga : Mahsa Amini, Simbol Perlawanan dan Demonstrasi Besar di Iran

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.






Pria Iran Ditembak Mati Saat Merayakan Kemenangan Amerika di Piala Dunia 2022

1 hari lalu

Pria Iran Ditembak Mati Saat Merayakan Kemenangan Amerika di Piala Dunia 2022

Seorang pria di Iran ditembak mati oleh petugas keamanan saat merayakan kemenangan lawannya, Amerika Serikat di Piala Dunia 2022.


Kabag Ops Polres Jakpus AKBP Saufi Salamun Terluka Kena Lemparan Batu Saat Amankan Demo di Patung Kuda

1 hari lalu

Kabag Ops Polres Jakpus AKBP Saufi Salamun Terluka Kena Lemparan Batu Saat Amankan Demo di Patung Kuda

Kabag Ops Polres Jakpus AKBP Saufi Salamun mengalami luka di kepala akibat lemparan batu saat amankan demo di kawasan Patung Kuda.


Mulai Hari Ini Hingga 7 Desember, Buruh Gelar Demo Besar-besaran Tolak Kenaikan UMP DKI Jakarta

1 hari lalu

Mulai Hari Ini Hingga 7 Desember, Buruh Gelar Demo Besar-besaran Tolak Kenaikan UMP DKI Jakarta

Sejumlah serikat buruh dan Partai Buruh dijadwalkan menggelar demonstrasi besar-besaran sebagai bentuk penolakan kenaikan UMP DKI Jakarta 2023.


Top 3 Dunia: Polisi China Buru Peserta Unjuk Rasa, Warga Iran Rayakan Kemenangan AS

1 hari lalu

Top 3 Dunia: Polisi China Buru Peserta Unjuk Rasa, Warga Iran Rayakan Kemenangan AS

Top 3 dunia adalah China memburu peserta unjuk rasa, Anwar Ibrahim dituding jadi agen Israel hingga demonstran Iran merayakan kemenangan AS.


WhatsApp Luncurkan Fitur Message Yourself, Ini Fungsinya

1 hari lalu

WhatsApp Luncurkan Fitur Message Yourself, Ini Fungsinya

WhatsApp baru mulai menguji fitur ini secara publik pada bulan Oktober, dan akan tersedia dalam beberapa minggu mendatang.


Resmi, Bahasa Indonesia Hadir di Pokemon Go Mulai Hari Ini

1 hari lalu

Resmi, Bahasa Indonesia Hadir di Pokemon Go Mulai Hari Ini

Selama musim hujan, komunitas Pokemon Go Indonesia cabang Jakarta berkumpul untuk berburu Pokemon di mal.


Amerika Serikat Lawan Iran di Piala Dunia 2022, Banyak Meme Lucu Tersebar di Media Sosial

1 hari lalu

Amerika Serikat Lawan Iran di Piala Dunia 2022, Banyak Meme Lucu Tersebar di Media Sosial

Beberapa penggemar sepak bola menyebut pertandingan Amerika Serikat melawan Iran di Piala Dunia 2022 sebagai pertandingan 'Piala Perang'.


China Semangat Lockdown, Dampaknya dari Demonstrasi sampai 20 Ribu Buruh Mundur

2 hari lalu

China Semangat Lockdown, Dampaknya dari Demonstrasi sampai 20 Ribu Buruh Mundur

Pemerintah China semakin banyak memberlakukan lockdown di kota-kota karena antisipasi penyebaran Covid-19. Protes anti-lockdown terus berlangsung.


Piala Dunia 2022 , Demonstran Iran Merayakan Kemenangan AS

2 hari lalu

Piala Dunia 2022 , Demonstran Iran Merayakan Kemenangan AS

Demonstran Iran merayakan kemenangan timnas Amerika Serikat dengan membakar kembang api.


Amerika Serikat Desak Iran Keluar dari Dewan Hak Perempuan PBB

2 hari lalu

Amerika Serikat Desak Iran Keluar dari Dewan Hak Perempuan PBB

Masa depan Iran di badan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan PBB akan ditentukan pada pertengahan Desember mendatang.