4 Fakta Seputar Kerusuhan di Iran Akibat Demonstrasi Besar

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Sebuah sepeda motor polisi terbakar saat protes atas kematian Mahsa Amini di Teheran, Iran, 19 September 2022. WANA (Kantor Berita Asia Barat) via REUTERS

TEMPO.CO, Teheran -Gelombang aksi protes terkait kematian seorang wanita muda, Mahsa Amini, di Iran berujung ricuh. Demo yang berlangsung selama enam malam berturut-turut pasca kematian Amini itu telah menyebar luas di sejumlah kota di seluruh Iran. Para pengunjuk rasa membakar kantor polisi dan kendaraan aparat. 

Sementara itu, Presiden Iran Ebrahim Raisi mengatakan, kerusuhan yang terjadi kali ini tidak bisa diterima. Hal itu merupakan sebuah pesan peringatan kepada pengunjuk rasa yang turun ke jalan untuk melampiaskan kemarahan mereka atas kematian Amini di tahanan.

Ada kebebasan berekspresi di Iran, tetapi tindakan kekacauan tidak dapat diterima," ujarnya dikutip dari Reuters. 

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 4 fakta seputar kerusuhan di Iran:

1. Kronologi Kematian Amini  

Pada Selasa, 13 September 2022, Mahsa Amini bersama keluarganya melakukan perjalanan dari Kurdistan ke Teheran untuk mengunjungi kerabat. Di tengah perjalanan, patroli polisi moral menahannya lantaran mengenakan jilbab dengan cara tidak pantas. Media pemerintah melaporkan, perempuan berusia 22 tahun itu mengalami koma setelah ditahan. 

Pada Jumat, 16 September 2022, pihak berwenang mengumumkan bahwa Amini meninggal dunia. Aktivis dan pengunjuk rasa mengatakan Amini dipukuli oleh petugas polisi saat ditahan. Perlakuan itu ditengarai menyebabkan luka serius yang menyebabkan kematiannya. Polisi membantah tuduhan tersebut.

Wanita di beberapa kota di Iran melakukan berbagai aksi untuk memprotes kasus kematian Mahsa Amini. Mereka melakukan aksi memotong rambut hingga melepas dan membakar jilbab. REUTERS

2. Aksi Protes Aturan Wajib Hijab 

Berita kematian Amini membuat marah warga Iran dan mulai melakukan aksi turun ke jalan. Perempuan Iran telah memainkan peran penting dalam aksi demonstrasi kali ini. Mereka membuka dan membakar jilbab mereka. Beberapa wanita bahkan memotong rambut mereka di depan umum sebagai tantangan langsung kepada para pemimpin ulama, mengutip Reuters.

3. Pecah di Dua Kota Konservatif 

Setidaknya gelombang aksi protes telah menyebar di 50 kota besar dan kecil di seluruh Iran. Dilansir dari Reuters, protes juga pecah di dua kota konservatif – Masyhad dan Qom. Mashhad adalah tempat kelahiran Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan merupakan rumah bagi kuil Imam Syiah kedelapan. Qom dianggap sebagai "ibu kota agama" Iran karena banyak ulama senior Syiah yang berbasis di sana dan kota ini juga merupakan rumah bagi tempat suci tokoh penting Syiah lainnya.

4. Ada 17 Orang Tewas 

Korban tewas dalam gelombang demonstrasi Iran terkait kematian seorang wanita muda, Mahsa Amini, terus bertambah. Hingga Kamis, 22 September 2022  tercatat sedikitnya 17 orang tewas. "Tujuh belas orang, termasuk demonstran dan polisi, telah kehilangan nyawa mereka dalam peristiwa beberapa hari terakhir," televisi pemerintah melaporkan tanpa memberikan rincian, seperti dilansir Reuters 

HARIS SETYAWAN
Baca :
Garda Revolusi Iran Minta Penyebar Hoax soal Mahsa Amini Ditindak Tegas

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.






BEM SI Demo Lagi Usai Jumatan Nanti, Mereka Sebut Gerakan Melawan Pengkhianatan Rezim

5 jam lalu

BEM SI Demo Lagi Usai Jumatan Nanti, Mereka Sebut Gerakan Melawan Pengkhianatan Rezim

BEM SI akan menggelar demo untuk menyuarakan sejumlah masalah dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo.


Demo Iran Dukung Mahsa Amini Kian Panas, 83 Pengunjuk Rasa Tewas

7 jam lalu

Demo Iran Dukung Mahsa Amini Kian Panas, 83 Pengunjuk Rasa Tewas

Demo Iran terkait kematian Mahsa Amini terus terjadi di sejumlah kota besar. Iran menuduh Barat mendalangi unjuk rasa.


Solidaritas Mahsa Amini, Tim Sepak Bola Iran Pakai Jaket Hitam saat Lagu Kebangsaan

22 jam lalu

Solidaritas Mahsa Amini, Tim Sepak Bola Iran Pakai Jaket Hitam saat Lagu Kebangsaan

Tim sepak bola Iran menolak melepas jaket hitam saat mendengarkan lagu kebangsaan dalam pertandingan pra-Piala Dunia sebagai dukungan bagi Mahsa Amini


Dukung Mahsa Amini, Angelina Jolie: Perempuan Iran Tak Butuh Polisi Moral dan Pikiran Dikontrol

1 hari lalu

Dukung Mahsa Amini, Angelina Jolie: Perempuan Iran Tak Butuh Polisi Moral dan Pikiran Dikontrol

Angelina Jolie menuturkan, perempuan Iran membutuhkan kebebasan dirinya sebagai orang yang merdeka dan hidup tanpa kekerasan.


Presiden Iran: Kematian Mahsa Amini Insiden Tragis, tapi Kekacauan Tak Bisa Diterima

1 hari lalu

Presiden Iran: Kematian Mahsa Amini Insiden Tragis, tapi Kekacauan Tak Bisa Diterima

Raisi mengatakan, kematian Mahsa Amini meninggalkan kesedihan bagi Iran, namun kekacauan akibat protes yang dipicu olehnya tidak dapat diterima.


Demo Iran Rusuh, Putri Mantan Presiden Ditangkap

1 hari lalu

Demo Iran Rusuh, Putri Mantan Presiden Ditangkap

Iran menangkap putri eks Presiden Ali Akbar Hashemi Rafsanjani dalam demo untuk menduku Mahsa Amini.


Tindak Represif Iran Tak Bisa Hentikan Demo Kematian Mahsa Amini

2 hari lalu

Tindak Represif Iran Tak Bisa Hentikan Demo Kematian Mahsa Amini

Protes atas kematian wanita muda Iran, Mahsa Amini, masih berkecamuk. Korban tewas dan luka terus berjatuhan


Fatima Payman, Senator Berjilbab Pertama di Australia

2 hari lalu

Fatima Payman, Senator Berjilbab Pertama di Australia

Fatima Payman, wanita kelahiran Kabul, Afganistan itu telah membuat sejarah baru lantaran menjadi senator berhijab pertama di Negeri Kanguru.


Massa Buruh dan Petani Geruduk DPR Tuntut Pelaksanaan Reforma Agraria

3 hari lalu

Massa Buruh dan Petani Geruduk DPR Tuntut Pelaksanaan Reforma Agraria

Massa buruh, petani dan nelayan yang tergabung dalam Komite Nasional Pembaruan Agraria menggelar demonstrasi di Gedung DPR.


Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

3 hari lalu

Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

Kemarahan para perempuan dalam demo Iran yang mengutuk kematian Mahsa Amini, dituangkan dalam teriakan lantang: perempuan, hidup dan kebebasan.