Garda Revolusi Iran Minta Penyebar Hoax soal Mahsa Amini Ditindak Tegas

Reporter

Sejumlah Koran menampilkan wajah Mahsa Amini, seorang wanita yang meninggal setelah ditangkap oleh "polisi moral" republik Islam di Teheran, Iran 18 September 2022. Kepolisian Iran menolak tuduhan di media sosial kalau Amini dipukuli, namun yang terjadi dia jatuh sakit saat menunggu penempatan di tempat penahanan lain khusus perempuan. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Pasukan Garda Revolusi Iran atau IRGC pada Kamis, 22 September 2022, meminta pengadilan memproses hukum pihak yang menyebarkan hoax dan desas-desus mengenai kematian Mahsa Amini, 22 tahun. Permintaan itu, menyusul protes nasional atas kematian Amini yang masih berlangsung, dan unjuk rasa pro-pemerintah yang diperkirakan akan digelar.

IRGC mengucapkan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat Amini. Selain meminta pengadilan menindak pihak yang menyebar simpang-siur pemberitaan Amini, IRGC juga mendesak penanganan tegas bagi siapa saja yang mempengaruhi warga.

Nasibe Samsaei, seorang wanita Iran yang tinggal di Turki, memotong rambutnya selama protes setelah kematian Mahsa Amini, di luar konsulat Iran di Istanbul, Turki, 21 September 2022. REUTERS/Murad Sezer

IRGC adalah cabang dari Angkatan Bersenjata Iran yang didirikan setelah Revolusi Iran pada 22 April 1979, atas perintah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini. Sebelumnya pasukan IRGC memang menindak protes serupa di masa lalu.

Amini, meninggal  pada pekan lalu setelah ditangkap di Teheran karena diduga telah memakai pakaian yang tidak pantas. Dia mengalami koma saat ditahan. Pihak berwenang mengatakan mereka akan meluncurkan penyelidikan penyebab kematiannya.

Protes atas kematian Amini adalah yang terbesar di Iran  sejak 2019. Sebagian besar demonstran tersebut terkonsentrasi di barat laut, Ibu kota dan setidaknya 50 kota besar dan kecil di seluruh negeri. Polisi menggunakan kekuatannya untuk membubarkan pengunjuk rasa.

Berdasarkan laporan Hengaw, kelompok HAM komunitas Kurdi, jumlah korban tewas di daerah Kurdi meningkat menjadi 15 orang. Para pejabat Iran membantah bahwa pasukan keamanan telah membunuh pengunjuk rasa. Aparat menyatakan bahwa mereka mungkin telah ditembak oleh pembangkang bersenjata.

Sampai Kamis, 22 September 2022, belum ada tanda-tanda protes akan mereda. Hengaw, warga sipil , dan observatorium penutupan internet NetBlocks melaporkan pihak berwenang membatasi akses ke internet.

Media di Iran mewartakan, protes pro-pemerintah direncanakan akan digelar pada Jumat, 23 September 2022. Editorial dari surat kabar Kayhan menyebut rakyat Iran tak akan melepaskan penjahat. 

Kematian Amini telah menyalakan kembali kemarahan warga Iran atas isu-isu seperti pembatasan kebebasan pribadi, termasuk aturan berpakaian yang ketat untuk perempuan. Ekonomi Iran juga sedang terguncang akibat sanksi.

Ulama - ulama Iran khawatir protes 2019 yang meletus karena kenaikan harga BBM, bakal bangkit lagi. Kala itu, aksi protes menyebabkan sekitar 1.500 orang tewas. 

REUTERS

Baca juga: Demo Menentang Kematian Mahsa Amini Meluas, Iran Blokir Internet dan Instagram

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Pemimpin Tertinggi Iran Salahkan Barat atas Protes Mahsa Amini

1 jam lalu

Pemimpin Tertinggi Iran Salahkan Barat atas Protes Mahsa Amini

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyalahkan negara-negara Barat atas demonstrasi besar-besaran buntut kematian Mahsa Amini


WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

6 jam lalu

WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

Orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh Iran telah bergabung dalam protes kematian Amini, WNI diminta tak ikut-ikutan.


Pria 85 Tahun yang Dituduh Mata-Mata AS Dibebaskan Iran, Anaknya Masih Dicekal

1 hari lalu

Pria 85 Tahun yang Dituduh Mata-Mata AS Dibebaskan Iran, Anaknya Masih Dicekal

Baquer Namazi, 85 tahun, yang dipenjara di Iran atas tuduhan menjadi mata-mata Amerika Serikat, telah dibebaskan.


Dukung Wanita Iran, Anggota Parlemen Uni Eropa Potong Rambut di Mimbar

1 hari lalu

Dukung Wanita Iran, Anggota Parlemen Uni Eropa Potong Rambut di Mimbar

Anggota Parlemen Eropa asal Swedia memotong rambutnya saat berpidato sebagai solidaritas dengan perempuan Iran


Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

2 hari lalu

Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

Iran memanggil duta besar Inggris untuk kedua kalinya sejak protes nasional meletus bulan lalu, karena menilai Barat memprovokasi demo


Jasad Remaja Diduga Dicuri Pasukan Iran Setelah Tewas dalam Protes Mahsa Amini

2 hari lalu

Jasad Remaja Diduga Dicuri Pasukan Iran Setelah Tewas dalam Protes Mahsa Amini

Pasukan Iran dituding mencuri tubuh seorang remaja, Nika Shakarami yang tewas aksi protes atas kematian Mahsa Amini.


Badai Ian Mereda, Warga Kuba Protes Kekurangan Pasokan Makanan

3 hari lalu

Badai Ian Mereda, Warga Kuba Protes Kekurangan Pasokan Makanan

Kuba telah memulihkan listrik di sebagian besar wilayah Havana setelah dikacau oleh badai Ian.


Unjuk Rasa Dampak Kematian Mahsa Amini Berlarut-larut, Siapa Dalang Dibaliknya?

3 hari lalu

Unjuk Rasa Dampak Kematian Mahsa Amini Berlarut-larut, Siapa Dalang Dibaliknya?

Unjuk rasa di Iran buntut kematian Mahsa Amini, 22 tahun, sudah masuk pekan ketiga. Mengapa demonstrasi ini berlarut-larut?


Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

3 hari lalu

Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

Pemimpin Iran tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Senin, 3 Oktober 2022, mengutarakan kesedihan atas kematian Mahsa Amini.


Tindak Keras Demonstran Kematian Mahsa Amini, Iran Bakal Dijatuhi Sanksi oleh 6 Negara Uni Eropa

4 hari lalu

Tindak Keras Demonstran Kematian Mahsa Amini, Iran Bakal Dijatuhi Sanksi oleh 6 Negara Uni Eropa

Jerman, Prancis, Denmark, Spanyol, Italia, dan Republik Ceko mengajukan usulan sanksi Uni Eropa terhadap Iran karena menekan unjuk rasa Mahsa Amini