Liz Truss dan Joe Biden Sepakat Terus Bantu Ukraina

Reporter

Perdana Menteri Inggris yang baru, Liz Truss keluar dari Kastil Balmoral setelah menemui Ratu Elizabeth di Skotlandia, Inggris 6 September 2022. Andrew Milligan/Pool via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Inggris Liz Truss dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Rabu, 21 September 2022, sepakat untuk melanjutkan dukungan ekonomi dan militer mereka ke Ukraina. Truss dan Biden satu suara dalam menanggapi tindakan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang baru saja mengumumkan mobilisasi militer parsial untuk mendongkrak invasinya ke Ukraina.

Juru Bicara Liz Truss, yang tidak disebutkan namanya, mengatakan selama pertemuan yang berlangsung di sela Sidang Umum PBB di New York, kedua pemimpin itu menekankan perlunya mengakhiri ketergantungan berlebihan pada negara-negara otoriter dalam hal energi, teknologi, dan rantai pasokan manufaktur.

"Mereka sepakat untuk melipatgandakan upaya bilateral dalam mengurangi ketergantungan energi pada Rusia, dan untuk meningkatkan jumlah energi terbarukan dan bentuk lain yang mengalir dari negara-negara demokratis," kata juru bicara Truss tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 22 September 2022.

Senjata anti-tank MT-12 "Rapira" yang hancur terlihat di sebuah apartemen yang hancur di Kota Sievierodonetsk, Luhansk, Ukraina, 30 Juni 2022. Jatuhnya Sieveierodonetsk merupakan kemenangan terbesar Rusia sejak merebut pelabuhan Mariupol REUTERS/Alexander Ermochenko

Sebelumnya di tengah spekulasi kemunduran di medan perang, Presiden Putin pada Rabu, 21 September 2022, secara mengejutkan memerintahkan mobilisasi militer untuk perang Ukraina. Putin memperingatkan negara-negara Barat bahwa dia tidak hanya menggertak, namun juga siap menggunakan senjata nuklir demi membela Rusia.

"Jika integritas teritorial negara kami terancam, kami tanpa ragu akan menggunakan semua cara yang tersedia untuk melindungi Rusia dan rakyat kami - ini bukan gertakan," kata Putin dalam pidato yang disiarkan televisi Rusia.

Pengumuman Putin soal memobilisasi militer ini menandai eskalasi terbesar perang Ukraina sejak invasi Februari lalu. Selain secara eksplisit mengangkat ancaman nuklir, Putin juga menyinggung dukungan referendum sebagian wilayah Ukraina.

Secara terpisah, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pada Rabu 21 September 2022 mengumumkan Rusia tengah menargetkan 300 ribu pasukan cadangan untuk mendukung kampanye militernya di Ukraina. Mobilisasi militer parsial Rusia ini jadi yang pertama sejak Uni Soviet memberlakukannya untuk Perang Dunia II.


Berbicara di Sidang Umum PBB di New York, Rabu, 21 September 2022, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyinggung soal penyerbuan Rusia dan ambisinya menguasi Ukraina. Biden menekankan pentingnya piagam PBB dan reputasi badan tersebut yang dipertaruhkan oleh invasi Rusia.

Pidato Truss di Sidang Umum

Truss untuk pertama kalinya tampil di ajang internasional dalam kapasitas sebagai Perdana Menteri Inggris. Ketika itu, dia hadir di Sidang Umum PBB, sejak terpilih pada awal September 2022.

Dalam pidatonya Rabu, 21 September 2022, Truss menyerukan negara-negara di dunia memerangi otoritarianisme bersama dan kemandirian energi dari Rusia setelah invasi ke Ukraina. Disebut pula mengenai reformasi ekonomi Inggris dengan strategi aturan longgar dan minim pajaknya.

"Dunia bebas membutuhkan kekuatan dan ketahanan ekonomi untuk melawan agresi otoriter dan memenangkan era baru persaingan strategis ini," kata Truss di New York.

REUTERS

Baca juga: Perdana Menteri Yunani Siapkan Subsidi bagi Warga yang Hemat Listrik

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.          






Zelensky Sebut Putin Tak Akan Selamat Jika Serang Ukraina dengan Nuklir

3 jam lalu

Zelensky Sebut Putin Tak Akan Selamat Jika Serang Ukraina dengan Nuklir

Zelensky menanggapi ancaman penggunaan senjata nuklir oleh Putin.


Inggris Belum Berencana Kurangi Penggunaan Energi

4 jam lalu

Inggris Belum Berencana Kurangi Penggunaan Energi

Inggris tidak meminta masyarakatnya untuk menggunakan lebih sedikit energi karena yakin bahwa mereka memiliki pasokan yang sangat kuat dan beragam.


Kementerian Luar Negeri Belum Akui Pemerintah Bayangan di Myanmar

5 jam lalu

Kementerian Luar Negeri Belum Akui Pemerintah Bayangan di Myanmar

Kementerian Luar Negeri masih akan menunggu KTT ASEAN pada November 2022 dalam memberi pengakuan ke Pemerintah sementara Myanmar


Cerita Luhut Binsar Panjaitan di Buku Biografi: Masa Kecil, Dikejar Babi, Suka Berkelahi

5 jam lalu

Cerita Luhut Binsar Panjaitan di Buku Biografi: Masa Kecil, Dikejar Babi, Suka Berkelahi

Buku Biografi Luhut Binsar Pandjaitan berjudul "Luhut" diluncurkan.


WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

8 jam lalu

WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

Kementerian Luar Negeri RI mengkonfirmasi tidak ada WNI yang terdampak pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Rusia.


Ratusan Ribu Warga Rusia ke Luar Negeri Hindari Wamil ke Ukraina

13 jam lalu

Ratusan Ribu Warga Rusia ke Luar Negeri Hindari Wamil ke Ukraina

Ribuan warga Rusia membanjiri perbatasan negara-negara tetangga sejak Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi parsial pada 21 September


Rudal Rusia Hantam Apartemen di Wilayah Caplokan, Petinggi Militer Dikecam

15 jam lalu

Rudal Rusia Hantam Apartemen di Wilayah Caplokan, Petinggi Militer Dikecam

Sebuah rudal Rusia menghancurkan blok apartemen di wilayah Ukraina yang telah dicaplok Moskow hingga menewaskan tujuh orang,


Putin Akan 'Menstabilkan' 4 Wilayah Caplokan

15 jam lalu

Putin Akan 'Menstabilkan' 4 Wilayah Caplokan

Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan menstabilkan situasi di empat wilayah Ukraina yang dicaploknya,


Volodymyr Zelensky Klaim Rebut Wilayah yang Dicaplok Rusia

1 hari lalu

Volodymyr Zelensky Klaim Rebut Wilayah yang Dicaplok Rusia

Volodymyr Zelensky menyatakan pasukan Ukraina telah merebut kembali lebih banyak kawasan di Kherson, salah satu wilayah selatan negara tersebut.


Diperebutkan Rusia dan Ukraina, IAEA: PLTN Zaporizhzhia Rapuh

1 hari lalu

Diperebutkan Rusia dan Ukraina, IAEA: PLTN Zaporizhzhia Rapuh

Pengawas nuklir PBB khususnya menyoroti pasokan listrik yang memprihatinkan ke pabrik tersebut, di tengah klaim kontrol dari Rusia dan Ukraina.