Biden Kecam Upaya Putin Perpanjang Invasi ke Ukraina di Sidang Umum PBB

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin tiba untuk KTT AS-Rusia di Villa La Grange di Jenewa, Swiss 16 Juni 2021. Saul Loeb/Pool via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengkritik upaya Presiden Vladimir Putin memperpanjang invasi Rusia ke Ukraina.

Biden menganggap Rusia tanpa malu-malu melanggar prinsip inti piagam PBB, tak lama setelah Putin mengumumkan mobilisasi militer dan menyatakan dukungan referendum beberapa wilayah di Ukraina. 

Berbicara di Sidang Umum PBB di New York, Rabu, 21 September 2022, Biden menyinggung soal Rusia, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yang menyerbu dan berambisi menguasi Ukraina. Presiden Amerika Serikat menekankan pentingnya piagam PBB dan reputasi badan tersebut yang dipertaruhkan oleh invasi Rusia.

"Ukraina memiliki hak yang sama yang dimiliki oleh setiap negara berdaulat. Kami akan berdiri dalam solidaritas dengan Ukraina. Kami akan berdiri dalam solidaritas melawan agresi Rusia, titik," kata Biden, dikutip dari NPR, Kamis, 22 September 2022.

Pasukan Rusia menyerbu Ukraina sejak 24 Februari 2022. Titik-titik pertempuran bergeser sesuai dengan strategi militer kedua negara. Setelah gagal menggapai Kyiv di awal invasi, Rusia memfokuskan serangan di Donbas, wilayah timur Ukraina.

Belakangan ini, Kyiv melancarkan serangan balasan di wilayah timur dan selatan. Ukraina mengklaim pasukannya telah menembus lebih jauh ke timur, wilayah yang baru-baru ini ditinggalkan oleh Rusia. Manuver militer ini membuka jalan bagi kemungkinan serangan terhadap pasukan pendudukan Moskow di wilayah Donbas.

Negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris, serta blok Uni Eropa, mengecam invasi Rusia ke Ukraina. Aliansi Barat menghukum Rusia dengan sanksi ekonomi dan isolasi di forum internasional.

Di tengah spekulasi kemunduran di medan perang, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu, 21 September 2022, memerintahkan mobilisasi militer untuk perang Ukraina. Putin memperingatkan negara-negara Barat bahwa dia tidak hanya menggertak dan siap menggunakan senjata nuklir demi membela Rusia.

"Jika integritas teritorial negara kami terancam, kami tanpa ragu akan menggunakan semua cara yang tersedia untuk melindungi Rusia dan rakyat kami - ini bukan gertakan," kata Putin dalam pidato yang disiarkan televisi Rusia.

Pengumuman Putin memobilisasi militer ini menandai eskalasi terbesar perang Ukraina sejak invasi Februari lalu. Selain secara eksplisit mengangkat ancaman nuklir, Putin juga menyinggung dukungan referendum sebagian wilayah Ukraina.

Donetsk (DPR) gadungan dan Republik Rakyat Luhansk (LPR) diakui Putin sebagai wilayah independen sebelum invasi. Selain dua wilayah itu, pejabat Rusia di Kherson dan Zaporizhzhia telah meminta suara yang sama. Referendum membuka jalan bagi pencaplokan formal sekitar 15 persen wilayah Ukraina.

"Kami tidak bisa - tidak memiliki hak moral untuk menyerahkan orang-orang yang dekat dengan kami kepada para algojo, kami tidak bisa tidak menanggapi keinginan tulus mereka untuk menentukan nasib mereka sendiri," kata Putin.

Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Presiden Biden menyebut rencana pemungutan suara cepat di beberapa bagian Ukraina yang dikuasi Rusia untuk bergabung dengan Pemerintahan Moskow adalah palsu. Ia mengatakan mereka dirancang untuk mencoba mencaplok lebih banyak Ukraina. Dia juga mengkritik pengumuman Putin untuk memanggil lebih banyak pasukan untuk berperang.

Biden lebih lanjut berbicara mengenai reformasi Dewan Keamanan PBB dalam pidatonya. Pemimpin Partai Demokrat itu menyatakan, Amerika Serikat mendukung perluasan perwakilan permanen dan tidak tetap di dewan. Rusia adalah anggota Dewan Keamanan PBB yang dapat memveto kecaman badan tersebut atas perangnya di Ukraina. 

REUTERS, NPR






Zelensky Sebut Putin Tak Akan Selamat Jika Serang Ukraina dengan Nuklir

4 jam lalu

Zelensky Sebut Putin Tak Akan Selamat Jika Serang Ukraina dengan Nuklir

Zelensky menanggapi ancaman penggunaan senjata nuklir oleh Putin.


Putin Ulang Tahun ke-70 Hari Ini, Kim Jong Un Kirim Ucapan Selamat

4 jam lalu

Putin Ulang Tahun ke-70 Hari Ini, Kim Jong Un Kirim Ucapan Selamat

:Presiden Rusia Vladimir Putin berulang tahun ke-70 hari ini. Ia mendapat ucapan selamat termasuk dari Kim Jong Un.


Kementerian Luar Negeri Belum Akui Pemerintah Bayangan di Myanmar

5 jam lalu

Kementerian Luar Negeri Belum Akui Pemerintah Bayangan di Myanmar

Kementerian Luar Negeri masih akan menunggu KTT ASEAN pada November 2022 dalam memberi pengakuan ke Pemerintah sementara Myanmar


Daftar 10 Negara Terbesar di Dunia, Indonesia Termasuk?

6 jam lalu

Daftar 10 Negara Terbesar di Dunia, Indonesia Termasuk?

10 negara terbesar di dunia berdasarkan luas wilayahnya dengan total area meliputi daratan dan daerah perairan


Biden Ingatkan Ancaman Nuklir Putin Tak Main-main: Berisiko Armageddon

6 jam lalu

Biden Ingatkan Ancaman Nuklir Putin Tak Main-main: Berisiko Armageddon

Putin disebut oleh Biden tak main-main dengan ancamannya. Ia menyatakan akan menggunakan senjata nuklir di Ukraina.


Mengenal Yandex, Mesin Pencarian Asal Rusia Pesaing Google

8 jam lalu

Mengenal Yandex, Mesin Pencarian Asal Rusia Pesaing Google

Mengenal apa itu Yandex, sejarah serta kelebihan dan kekurangan dibandingkan search engine Google.


WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

8 jam lalu

WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

Kementerian Luar Negeri RI mengkonfirmasi tidak ada WNI yang terdampak pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Rusia.


Biden Longgarkan Hukuman Kepemilikan Ganja, Ampuni Pelanggaran Sederhana

9 jam lalu

Biden Longgarkan Hukuman Kepemilikan Ganja, Ampuni Pelanggaran Sederhana

Biden akan mengampuni terpidana ganja yang ditahan. Mereka yang dijerat kasus kepemilikan ganja dalam jumlah kecil akan dibebaskan.


Penusukan di Las Vegas Strip, 2 Tewas dan 6 Terluka

10 jam lalu

Penusukan di Las Vegas Strip, 2 Tewas dan 6 Terluka

Seorang pria menikam delapan orang dengan pisau panjang di depan kasino di Las Vegas, AS, menyebabkan dua orang tewas


Ratusan Ribu Warga Rusia ke Luar Negeri Hindari Wamil ke Ukraina

13 jam lalu

Ratusan Ribu Warga Rusia ke Luar Negeri Hindari Wamil ke Ukraina

Ribuan warga Rusia membanjiri perbatasan negara-negara tetangga sejak Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi parsial pada 21 September