Lima Orang Tewas dalam Protes atas Kematian Mahsa Amini di Iran

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Seorang pria melihat koran dengan gambar sampul Mahsa Amini, seorang wanita yang meninggal setelah ditangkap oleh "polisi moral" republik Islam di Teheran, Iran 18 September 2022. Majid Asgaripour/WANA (Kantor Berita Asia Barat) via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Lima orang tewas di wilayah Kurdi Iran ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan terhadap pengunjuk rasa yang memprotes kematian seorang wanita dalam tahanan polisi, Senin, 19 September 2022.

Mahsa Amini, 22 tahun, dari provinsi Kurdistan Iran, mengalami koma dan meninggal setelah ditangkap di Teheran pekan lalu oleh polisi moral karena tidak memakai jilbab sesuai ketentuan pemerintah. Kematiannya memicu demonstrasi di berbagai daerah termasuk ibukota.

Dua orang tewas ketika pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa di kota Kurdi Saqez, kampung halaman Amini, kata Organisasi Hak Asasi Manusia Hengaw di Twitter.

Dua lagi tewas di kota Divandarreh karena 'tembakan langsung' dari pasukan keamanan, dan korban terakhir tewas di Dehgolan, yang juga merupakan wilayah Kurdi.

Tidak ada konfirmasi resmi mengenai kematian tersebut. Kantor berita resmi IRNA mengatakan ada protes 'terbatas' di sejumlah kota di tujuh provinsi yang dibubarkan oleh polisi.

TV pemerintah mengatakan sejumlah pengunjuk rasa ditangkap, dan menyatakan kabar adanya kematian di media sosial adalah tidak benar dengan menunjukkan dua pemuda terluka yang membantah laporan bahwa mereka telah tewas.

Kematian Amini melahirkan kecaman secara nasional dengan tagar #MahsaAmini mencapai hampir 2 juta cuitan di Twitter.

Polisi mengatakan Amini jatuh sakit saat dia menunggu dengan wanita lain. Mereka ditahan polisi moral, yang menegakkan aturan ketat di Republik Islam dengan mengharuskan wanita menutupi rambut mereka dan mengenakan pakaian longgar di depan umum.

Bertolak belakang dengan pernyataan polisi, ayah Amini berulang kali mengatakan putrinya tidak memiliki masalah kesehatan, bahwa dia menderita memar di kakinya.

Sebuah video yang diposting di Twitter oleh Hengaw menunjukkan pengunjuk rasa melemparkan batu sementara seorang pria terdengar mengatakan terjadi perang di Divandarreh dan menuduh polisi menyerang.

Hengaw melaporkan kekuatan mematikan dari pasukan keamanan di wilayah Kurdi, tidak ada laporan langsung tentang kematian akibat protes di bagian lain Iran.

Sebuah video yang dibagikan oleh akun Twitter 1500tasvir, berisi rekaman kiriman 70.000 pengikutnya, menunjukkan mobil polisi dengan jendela pecah di Teheran, ketika kendaraan pasukan keamanan di dekatnya menembakkan meriam air ke arah pengunjuk rasa.

"Orang-orang yang melempar batu telah maju melawan polisi. Matilah diktator!" Terdengar seorang wanita berkata demikian.

Kejadian ini menandai beberapa kerusuhan terburuk di Iran sejak bentrokan jalanan yang dimulai pada akhir 2021 karena kekurangan air.

Tuntutan Amerika Serikat

Menaggapi hal ini, Amerika Serikat menuntut pertanggungjawaban atas kematian Amini.

"Kematian Mahsa Amini setelah cedera yang diderita saat berada dalam tahanan polisi karena mengenakan jilbab yang 'tidak pantas' adalah penghinaan yang mengerikan terhadap hak asasi manusia," kata juru bicara Gedung Putih.

Tidak hanya itu, Prancis juga mengutuk penangkapannya. "Kekerasanlah yang menyebabkan kematiannya", kata kementerian luar negeri, menyerukan penyelidikan yang transparan.

Sebelumnya pada hari Senin, komandan Polisi Teheran Hossein Rahimi mengatakan 'tuduhan bohong' telah dibuat terhadap polisi. Ia mengatakan, Amini tidak mengalami cedera fisik, dan polisi telah 'melakukan segalanya' untuk membuatnya tetap hidup.

"Insiden ini sangat disayangkan bagi kami dan kami tidak ingin menyaksikan insiden seperti itu," kata Rahimi.

Polisi telah merilis rekaman televisi sirkuit tertutup yang tampaknya mendukung versi mereka.

Pelanggaran terhadap aturan jilbab akan mendapat denda atau penangkapan. Namun para aktivis baru-baru ini mendesak perempuan untuk membuka cadar meskipun mendapat tindakan keras dari para penguasa.

REUTERS | NESA AQILA






Pemimpin Tertinggi Iran Salahkan Barat atas Protes Mahsa Amini

2 jam lalu

Pemimpin Tertinggi Iran Salahkan Barat atas Protes Mahsa Amini

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyalahkan negara-negara Barat atas demonstrasi besar-besaran buntut kematian Mahsa Amini


WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

7 jam lalu

WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

Orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh Iran telah bergabung dalam protes kematian Amini, WNI diminta tak ikut-ikutan.


Pria 85 Tahun yang Dituduh Mata-Mata AS Dibebaskan Iran, Anaknya Masih Dicekal

1 hari lalu

Pria 85 Tahun yang Dituduh Mata-Mata AS Dibebaskan Iran, Anaknya Masih Dicekal

Baquer Namazi, 85 tahun, yang dipenjara di Iran atas tuduhan menjadi mata-mata Amerika Serikat, telah dibebaskan.


Dukung Wanita Iran, Anggota Parlemen Uni Eropa Potong Rambut di Mimbar

1 hari lalu

Dukung Wanita Iran, Anggota Parlemen Uni Eropa Potong Rambut di Mimbar

Anggota Parlemen Eropa asal Swedia memotong rambutnya saat berpidato sebagai solidaritas dengan perempuan Iran


Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

2 hari lalu

Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

Iran memanggil duta besar Inggris untuk kedua kalinya sejak protes nasional meletus bulan lalu, karena menilai Barat memprovokasi demo


Jasad Remaja Diduga Dicuri Pasukan Iran Setelah Tewas dalam Protes Mahsa Amini

2 hari lalu

Jasad Remaja Diduga Dicuri Pasukan Iran Setelah Tewas dalam Protes Mahsa Amini

Pasukan Iran dituding mencuri tubuh seorang remaja, Nika Shakarami yang tewas aksi protes atas kematian Mahsa Amini.


Unjuk Rasa Dampak Kematian Mahsa Amini Berlarut-larut, Siapa Dalang Dibaliknya?

3 hari lalu

Unjuk Rasa Dampak Kematian Mahsa Amini Berlarut-larut, Siapa Dalang Dibaliknya?

Unjuk rasa di Iran buntut kematian Mahsa Amini, 22 tahun, sudah masuk pekan ketiga. Mengapa demonstrasi ini berlarut-larut?


Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

3 hari lalu

Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

Pemimpin Iran tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Senin, 3 Oktober 2022, mengutarakan kesedihan atas kematian Mahsa Amini.


Perda Kota Religius Depok Ditolak, Wali Kota: Kami Tidak Mengatur Jilbab dan Salat

4 hari lalu

Perda Kota Religius Depok Ditolak, Wali Kota: Kami Tidak Mengatur Jilbab dan Salat

Wali Kota Depok Mohammad Idris menyatakan tidak gentar untuk tetap melanjutkan pengesahan Perda Kota Religius.


Tindak Keras Demonstran Kematian Mahsa Amini, Iran Bakal Dijatuhi Sanksi oleh 6 Negara Uni Eropa

4 hari lalu

Tindak Keras Demonstran Kematian Mahsa Amini, Iran Bakal Dijatuhi Sanksi oleh 6 Negara Uni Eropa

Jerman, Prancis, Denmark, Spanyol, Italia, dan Republik Ceko mengajukan usulan sanksi Uni Eropa terhadap Iran karena menekan unjuk rasa Mahsa Amini